Menurut Tatan Dirsan, persoalannya berawal dari terjadinya senggolan dan berakhir dengan perkelahian. “Latar belakangnya senggolan, dan berakhir ricuh, padahal kedua anggota sudah menjelaskan bahwa mereka aparatur kepolisian, tapi tidak direspon, bahkan keduanya dipukuli hingga babak belur,” ujarnya.
Peristiwa tersebut bermula, saat kedua korban, anggota kepolisian dipanggil rekannya di salahsatu lokasi hiburan malam, pukul 03.00 WIB, beberapa saat kemudian terjadi keributan antara K dan rekannya dengan 2 aparat kepolisian.
Meskipun Bripka MA dan Bripka KG sempat lari dari kerumunan pengeroyokan dan menghubungi rekannya, namun karena dikejar hingga ke parkiran. Akibatnya pun 2 personil Kepolisian Sumatera Utara tersebut terluka. Namun, tak berapa lama personil dari Polrestabes Medan datang ke lokasi dan segera membawa kedua korban untuk mendapatkan perawatan.
“Saat ini kedua korban anggota Kepolisian Sumatera Utara sedang menjalani perawatan di RS Bhayangkara, kedua korban mengalami luka, sehingga memerlukan jahitan di kepala, luka lecet dan lembam, dan tulang rusuk sebelah kiri memar,” terangnya.D|Med-67