PKN : Jangan Ada Perlakuan Kebal Hukum Terhadap Pemberi Suap

Kamis, 21 Januari 2021 - 17:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadishub Kota Medan Iswar Lubis (satu dari kiri) saat persidangan lanjutan kasus suap Rp530 juta Kadis PU Medan, Isa Ansyari, Kamis (16/1/2020). Pada persidangan tersebut Iswar mengaku dirinya memberikan setoran senilai Rp200Juta, kepada Walikota Medan Eldin untuk mempertahankan posisinya.

Kadishub Kota Medan Iswar Lubis (satu dari kiri) saat persidangan lanjutan kasus suap Rp530 juta Kadis PU Medan, Isa Ansyari, Kamis (16/1/2020). Pada persidangan tersebut Iswar mengaku dirinya memberikan setoran senilai Rp200Juta, kepada Walikota Medan Eldin untuk mempertahankan posisinya.

Medan-Mediadelegasi:Keterlibatan sejumlah pejabat di lingkungan Pemko Medan dalam kasus korupsi mantan Walikota Medan Dzulmi Eldin, menuai kecaman dan sorotan dari sejumlah lembaga penggiat anti korupsi dan organisasi kepemudaan Kota Medan.

Seperti pengakuan Iswar Lubis yang merupakan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Medan dalam persidangan lanjutan kasus suap Rp530 juta Kadis PU Medan, Isa Ansyari, Kamis (16/1/2020), yang membenarkan dirinya memberikan setoran (suap,red) senilai Rp200Juta, kepada Walikota Medan Eldin untuk mempertahankan posisinya.

“Sudah jelas secara terang-terangan, Iswar Lubis mengakui memberikan uang Rp200 juta demi mempertahankan jabatannya sebagai Kadishub Kota Medan. Artinya secara hukum dirinya sebagai pelaku pemberi suap. Namun sampai detik ini, Iswar masih nyaman-nyaman saja. Kita meminta jangan ada perlakuan ‘kebal hukum’ terhadap pemberi suap,” tegas Ketua Harian Pemuda Karya Nasional (PKN) Kota Medan Bobby Octavia Zulkarnain kepada wartawan di Medan, Kamis (21/01/2021).

Dipaparkan Bobby, menurut ketentuan Pasal 5 jo. Pasal 12 huruf a dan huruf b UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, baik pelaku pemberi maupun penerima gratifikasi diancam dengan hukuman pidana.

Jelas pada Pasal 5 UU Tipikor  Dipidana dengan penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama lima tahun dan atau pidana denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp 250 juta.

BACA JUGA:  Rapidin Simbolon Sebut Tjahjo Kumolo Pejuang Partai

“Setiap orang memberi atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dengan maksud supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya; atau memberi sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban, dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya.” tegas Bobby usai membaca kutipan bunyi pasal tersebut.

Tak hanya itu, lanjut Bobby yang juga Ketua Pengkot Cabang Olahraga (Cabor) Tarung Derajat Kota Medan menjelaskan, pada pasal 12 UU Tipikor jelas ditegaskan sanksi pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp1 miliar jika terlibat kasus jual beli jabatan.

“Pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya,” terangnya.

Poin B, tambah Bobby menyebutkan pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya.

BACA JUGA:  Beri Konsumsi dan Vitamin Tingkatkan Imun Tubuh Personel

Senada pernyataan tersebut, Ketua DPW Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (Alamp Aksi) Sumatera Utara Faqih Muhawid Ritonga SH juga mengingatkan agar Komisi Pemberntasan Korupsi (KPK) segera menuntaskan kasus OTT mantan Walikota Medan Dzulmi Eldin dan dugaan jual beli jabatan di wilayah Pemerintah Kota Medan.

“KPK jangan melupakan, memberantas para koruptor hingga ke akarnya.Publik masih mengingat sudah setahun berjalan, KadIs Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis Mengakui memberikan uang Rp200Juta demi mempertahankan jabatannya, jangan terkesan di abaikan.Kami mintan seluruh kepala OPD ditangkap,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Faqih menegaskan DPW Alamp Aksi akan melakukan aksi unjukrasa di beberapa titik di Medan dan Jakarta. Seperti, depan gedung KPK di Kuningan ,Jakarta. Dimedan tepatnya, depan kantor DPRD Kota Medan, Pemko Medan serta Kejati Sumut.

“Kami minta Iswar Lubis di Copot,agar ketika ditangkap tidak mengganggu proses adsminitrasi di Dishub Medan nantinya. Karena jelas, kasuanya terkesan dingin sudah setahun lamanya,” pungkas Faqih.

Diberitakan sebelumnya,Iswar S Lubis Kadis Perhubungan Meda mengakui dimintai uang Rp200 juta untuk keberangkatan Dzulmi Eldin ke Jepang.

“Saya dimintai uang sebesar Rp 200 juta oleh Samsul (staf Protokoler Pemko Medan) untuk keberangkatan Bapak (Wali Kota Medan) ke Jepang,” ujar Iswar.D|Mdn-Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut
USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB
Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta
DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta
CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN
Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!
BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal
Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut

Senin, 28 September 2026 - 17:16 WIB

USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB

Jumat, 25 September 2026 - 17:31 WIB

Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta

Rabu, 23 September 2026 - 16:45 WIB

DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta

Sabtu, 19 September 2026 - 19:11 WIB

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Berita Terbaru