Polemik Pernyataan Jubir KPK Seret Laporan Faizal

Selasa, 14 April 2026 - 16:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis 98, Faizal Assegaf melaporkan Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo ke Polda Metro Jaya. Foto: Ist.

Aktivis 98, Faizal Assegaf melaporkan Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo ke Polda Metro Jaya. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Polemik pernyataan jubir KPK menyeret laporan yang diajukan aktivis reformasi 1998, Faizal Assegaf, terhadap Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Budi Prasetyo, ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik. Laporan tersebut dibuat setelah Faizal menilai adanya pernyataan yang dianggap memelintir fakta terkait klarifikasi dirinya di KPK.

Polemik Pernyataan Jubir KPK Berawal dari Pemberitaan Media

Kasus ini bermula dari pemberitaan media nasional pada 8 April 2026 yang mengutip pernyataan Budi Prasetyo. Dalam pemberitaan tersebut disebutkan bahwa KPK memeriksa Faizal Assegaf terkait dugaan penerimaan barang dan fasilitas dari pihak Bea Cukai.

Faizal menilai penyampaian informasi tersebut menimbulkan kesan bahwa dirinya terlibat dalam kasus dugaan korupsi. Padahal, menurutnya, kehadirannya di KPK hanya sebatas memberikan keterangan dan pandangan sebagai aktivis serta pengamat kebijakan publik.

Merasa dirugikan atas pemberitaan yang berkembang, Faizal akhirnya mendatangi Polda Metro Jaya untuk membuat laporan resmi. Ia menilai pernyataan yang disampaikan oleh Jubir KPK telah mencemarkan nama baiknya di ruang publik.

BACA JUGA:  Pengamanan Khusus Soetta, 90 Personel Kawal Jenazah Prajurit

“Yang sangat disayangkan adalah ketika kami selesai memberikan klarifikasi di KPK, justru muncul pemberitaan yang seolah-olah saya dan rekan-rekan terlibat dalam tindak pidana korupsi,” ujar Faizal kepada wartawan, Selasa (14/4/2026).

Faizal menjelaskan bahwa saat dimintai keterangan oleh KPK, dirinya hanya menerima sejumlah pertanyaan terkait pandangannya mengenai persoalan kebijakan di lingkungan Bea Cukai.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/spekulasi-playoff-tambahan-piala-dunia-2026-dipelajari-fifa-harapan-baru-timnas-indonesia/

Menurutnya, dalam proses klarifikasi tersebut ia mendapat lima pertanyaan dari penyidik. Seluruh pertanyaan itu, kata Faizal, lebih banyak berkaitan dengan pandangan kritisnya mengenai praktik-praktik yang dinilai bermasalah di sektor kepabeanan.

Ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun pertanyaan ataupun jawaban yang menunjukkan dirinya terlibat dalam dugaan penerimaan fasilitas dari Bea Cukai.

BACA JUGA:  KPK Geledah Summarecon Terkait Kasus HGB Bogor

Sebagai aktivis dan kritikus kebijakan publik, Faizal mengaku hanya memberikan masukan kepada penyidik mengenai pihak-pihak yang dinilai perlu diperiksa lebih lanjut untuk mengungkap persoalan yang terjadi.

Dalam kesempatan itu, Faizal juga menyebut sejumlah nama yang menurutnya penting untuk dimintai keterangan oleh KPK dalam rangka membenahi kebijakan yang dianggap bermasalah di lingkungan Bea Cukai.

Namun setelah proses klarifikasi selesai, ia justru menemukan pemberitaan yang menurutnya memunculkan persepsi berbeda di tengah masyarakat. Hal inilah yang kemudian mendorongnya untuk menempuh jalur hukum dengan melaporkan Jubir KPK ke Polda Metro Jaya.

Faizal berharap laporan tersebut dapat menjadi sarana untuk meluruskan informasi yang beredar di publik sekaligus menjaga reputasinya sebagai aktivis yang selama ini dikenal vokal dalam mengkritisi kebijakan pemerintah. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mutasi Polri November 2026: Kapolri Rotasi 264 Perwira Tinggi dan Menengah
Isu Penyadapan Istana dan Penangkapan Jenderal Polri: Mabes Polri Minta Publik Bersabar
Kabar Penangkapan Jenderal Polri, Kadiv Humas: Masih Dicek, Belum Diklarifikasi
Jimly Asshiddiqie: Pemakzulan Gibran Lewat DPR–MK–MPR, Mundur Sukarela Lebih Cepat
Ketua BEM Trisakti Zahra Nazira Suarakan Tiga Tuntutan, Pemerintah Diminta Jangan Abaikan Rakyat
KPK Tetapkan Dedi Congor Tersangka Baru Suap Bea Cukai, Kasus Cukai Djarum Disorot
Putusan MA soal Gibran Picu Desakan DPR Tinjau Syarat Wakil Presiden
Kasus Suap ATR/BPN: KPK Periksa Dirut PT Kencana Jaya Property Terkait Lahan Bogor
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 17:12 WIB

Mutasi Polri November 2026: Kapolri Rotasi 264 Perwira Tinggi dan Menengah

Selasa, 3 November 2026 - 16:26 WIB

Isu Penyadapan Istana dan Penangkapan Jenderal Polri: Mabes Polri Minta Publik Bersabar

Selasa, 3 November 2026 - 14:16 WIB

Kabar Penangkapan Jenderal Polri, Kadiv Humas: Masih Dicek, Belum Diklarifikasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Jimly Asshiddiqie: Pemakzulan Gibran Lewat DPR–MK–MPR, Mundur Sukarela Lebih Cepat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Ketua BEM Trisakti Zahra Nazira Suarakan Tiga Tuntutan, Pemerintah Diminta Jangan Abaikan Rakyat

Berita Terbaru

Pengurus BWI Perwakilan Deli Serdang  Periode 2026-2029 usai dilantik Bupati Deli Serdang, Senin (2/11). Foto: dok-bwi-ds

Kabupaten Deli Serdang

BWI Deli Serdang Didorong Kembangkan Wakaf Produktif untuk Kesejahteraan Umat

Selasa, 3 Nov 2026 - 10:26 WIB