Polrestabes Medan Belum Tangkap Pelaku Diduga Melakukan Pencabulan Anak di Bawah Umur

polrestabes belum tangkap pelaku pencabulan
Ilustrasi

Medan-Mediadelegasi: Polrestabes Medan belum juga menangkap dan menahan seorang, yang diduga telah melakukan pencabulan anak dibawah umur yang berinisial CAS. Padahal pelaku sudah dilaporkan oleh Ibu angkat korban, DE warga Kecamatan Medan Polonia sejak Tanggal 14 Februari 2022, namun si pelaku masih bebas berkeliaran hingga, Kamis (14/4/2022)

“Ada apa sebenarnya, mengapa pihak Polisi sulit menangkap dan menahan CAS,” kata ibu korban pencabulan anak dibawah umur tersebut sembari menunjukkan surat bukti lapor Nomor surat laporan STTLP/526/II/Yan 2.5/2022/SPKT Polretabes Medan, kepada wartawan belum lama ini.

Pelaku CAS melakukan aksi bejatnya kepada korban yang berusia (4) di Jalan Binjai Kilo meter 7, 8 Pasar 3 belakang Makro Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal pada Hari Rabu, 9 Februari 2022 sekira Pukul 9.00 WIB.

Bacaan Lainnya

“Kepada pihak kepolisian saya mengharapkan sekali supaya pelaku secepatnya ditangkap dan ditahan. Bila perlu pelaku dihukum seberat-beratnya. Akibat perbuatan pelaku, putri saya itu trauma, dan menangis keras bila melihat pelaku”ujarnya.

Dijelaskan DE, kejadian pertama kali ia mengetahui korban pencabulan, sebut saja Melati pada tanggal 8 Februari 2022 sekitar 11.00 Wib.

“ Si korban, di ajak oleh sepupu saya berinisial F untuk makan ke KFC. Tak lama saya tinggal mereka karena saya kerja. Selang sorenya saya telepon F, Dek yok kita antarkan si korban pulang dan F pun menjawab, Kak Melati (kortban-red) gak mau pulang katanya deddy nya jahat,” sebut DE menceritakan kembali terungkapnya kejadian yang dialami korban.

Mendengar perkataan F seperti itu, DE lalu menemui korban dan sepupunya untuk menanyakan ada prihal apa dengan korban.

Setelah menemui keduanya, DE menduga ada yang tak beres yang sedang dialami korban, lalu DE menghubungi ayah asuh korban yang disapa Deddy oleh korban, agar korban tinggal bersamanya dulu.

Setelah seharian diajak jalan-jalan, pada malam harinya korban yang sudah mulai tenang diajak bercerita tentang mengapa Melati mengalami kesakitan saat buang air kecil.

Pos terkait