Prabowo Anugerahi Gelar Pahlawan Nasional kepada Gus Dur, Sinta Nur Wahid Terharu

Senin, 10 November 2025 - 13:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Istri Gusdur, Shinta Nuriyah didampingi putrinya menerima penganugerahan Gusdur sebagai Pahlawan Nasional dari Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta. (Foto:Ist)

Istri Gusdur, Shinta Nuriyah didampingi putrinya menerima penganugerahan Gusdur sebagai Pahlawan Nasional dari Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta. (Foto:Ist)

Jakarta-Mediadelegasi : Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Dur, secara resmi dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Prabowo Subianto pada hari Senin (10/11). Upacara penganugerahan ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional, sebuah momen yang sangat berarti bagi bangsa Indonesia.

Dalam prosesi yang khidmat tersebut, Sinta Nur Wahid, istri dari Gus Dur, bersama dengan anggota keluarga lainnya, hadir untuk mewakili keluarga dan menerima gelar kehormatan tersebut dari pemerintah. Momen ini menjadi sangat emosional dan membanggakan bagi keluarga besar Gus Dur, serta seluruh masyarakat Indonesia yang menghormati jasa-jasanya.

Sekretaris Militer Presiden menjelaskan bahwa penetapan Gus Dur sebagai pahlawan nasional ini didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Keppres ini menjadi landasan hukum yang kuat bagi pengakuan negara atas kontribusi besar Gus Dur bagi bangsa dan negara.

Gus Dur menjabat sebagai Presiden ke-4 RI setelah terpilih melalui mekanisme pemilihan di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada tahun 1999. Namun, masa jabatannya tidak berlangsung lama, karena ia dimakzulkan pada bulan Juli 2001. Meskipun demikian, warisan pemikiran dan perjuangannya tetap hidup dan relevan hingga saat ini.

Selain dikenal sebagai seorang presiden, Gus Dur juga merupakan seorang tokoh agama yang sangat dihormati. Ia adalah seorang kyai pentolan Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia. Gus Dur merupakan cucu dari pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari, dan anak dari Wahid Hasyim, tokoh penting dalam sejarah Indonesia. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), menunjukkan betapa besar perannya dalam organisasi tersebut.

BACA JUGA:  "Nilai Tertinggi SKD CPNS 2024 dan Passing Grade yang Wajib Dicapai Peserta"

Gus Dur dikenal luas sebagai “Bapak Pluralisme Indonesia” karena komitmennya yang kuat terhadap keberagaman dan toleransi. Salah satu kebijakan penting yang ia ambil saat menjabat sebagai presiden adalah mencabut Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 pada era Presiden Soeharto yang melarang perayaan Imlek. Kebijakan ini menjadi simbol rekonsiliasi dan pengakuan terhadap hak-hakMinoritas etnis Tionghoa di Indonesia.

Penetapan Gus Dur sebagai pahlawan nasional pada hari ini dilakukan bersamaan dengan penganugerahan gelar yang sama kepada sembilan tokoh lainnya. Beberapa di antaranya adalah Presiden ke-2 Soeharto, mantan Menteri Luar Negeri sekaligus Rektor Universitas Padjadjaran Mochtar Kusumaatmadja, serta aktivis dan tokoh buruh era Orde Baru, Marsinah. Hal ini menunjukkan bahwa negara memberikan penghargaan kepada berbagai tokoh yang telah berjasa dalam berbagai bidang.

Penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Gus Dur ini merupakan pengakuan atas jasa-jasanya yang sangat besar bagi bangsa dan negara. Ia adalah seorang tokoh yang visioner, berani, dan memiliki komitmen yang kuat terhadap nilai-nilai kemanusiaan, demokrasi, dan keadilan sosial.

BACA JUGA:  Klinik Aborsi Ilegal di Apartemen Jaktim Dibongkar, Polisi Tangkap 5 Tersangka

Gus Dur adalah sosok yang selalu berjuang untuk membelaMinoritas dan kelompok marginal. Ia tidak pernah takut untuk menyampaikan kebenaran, meskipun harus menghadapi risiko dan tantangan yang besar. Pemikiran-pemikirannya tentang Islam yang inklusif dan toleran sangat relevan dalam konteks Indonesia yang multikultural.

Warisan Gus Dur akan terus hidup dan menginspirasi generasi muda Indonesia untuk terus berjuang demi terwujudnya masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera. Ia adalah contoh teladan bagi kita semua tentang bagaimana menjadi seorang pemimpin yang berintegritas, berani, dan peduli terhadap sesama.

Penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Gus Dur ini adalah momen yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia. Ini adalah saat yang tepat untuk mengenang dan menghargai jasa-jasanya, serta untuk meneladani nilai-nilai luhur yang telah ia wariskan kepada kita semua.

Semoga semangat Gus Dur terus membara dalam diri kita masing-masing, dan menjadi inspirasi bagi kita untuk terus berjuang demi kemajuan bangsa dan negara. D|Red.

 

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur
Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara
Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:15 WIB

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:19 WIB

Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:17 WIB

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Berita Terbaru

Kabupaten Labuhan Batu Utara

Tindaklanjuti Instruksi DPP, Golkar Labura Gelar Pleno Persiapan Musda 2026

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:53 WIB

Foto: Jilbab berlogo bordir “Asri” hasil pengadaan Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Deli Serdang sebanyak 15.000 lembar senilai Rp525 juta. Harga satuan yang ditetapkan Rp35.000 disorot JIPI karena dinilai jauh lebih tinggi dari harga pasar sejenis yang diperkirakan hanya sekitar Rp15.000 per lembar.

Kabupaten Deli Serdang

Jilbab Rp525 Juta, Kainnya yang Mahal atau Angkanya yang Bikin Bertanya?

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:16 WIB