Prabowo Batal Hadiri KTT G7 Kanada

Selasa, 17 Juni 2025 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Presiden RI, Prabowo Subianto (Tangkapan Layar Youtube)

Foto: Presiden RI, Prabowo Subianto (Tangkapan Layar Youtube)

Jakarta-Mediadelegasi: Presiden Prabowo Subianto membatalkan kehadirannya di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Kanada. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (KCP), Hasan Nasbi,

menjelaskan bahwa pembatalan ini disebabkan oleh bentroknya jadwal dengan undangan kenegaraan lainnya yang sudah terjadwal lebih dahulu. Keputusan ini didasarkan pada prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan berfokus pada keuntungan ekonomi bagi negara.

Undangan KTT G7 yang diterima awal Juni, berbenturan dengan undangan dari Rusia untuk menghadiri St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF). Undangan SPIEF, yang diterima sejak Maret atau April.

membutuhkan persiapan yang panjang karena Presiden Prabowo dijadwalkan berpidato di forum tersebut. Selain itu, Presiden juga telah dijadwalkan menghadiri pertemuan tahunan di Singapura yang akan menghasilkan 10 kerja sama strategis.

BACA JUGA:  OJK Berencana Revisi Aturan Rekening Dormant untuk Cegah Kejahatan Keuangan

Pemerintah Indonesia memprioritaskan komitmen yang telah terjalin lebih lama, termasuk dengan Rusia dan Singapura. Komitmen dengan Rusia telah disepakati jauh-jauh hari,

sementara pertemuan tahunan di Singapura merupakan agenda rutin yang sudah lama dipersiapkan. Oleh karena itu, pembatalan KTT G7 merupakan keputusan yang didasarkan pada pertimbangan prioritas komitmen yang telah ada.

Indonesia menekankan komitmennya pada kebijakan luar negeri yang bebas aktif dan tidak berpihak pada blok tertentu. Keikutsertaan Indonesia dalam berbagai forum internasional, termasuk BRICS dan upaya bergabung dengan OECD, bertujuan untuk memperoleh manfaat ekonomi bagi negara.

Keanggotaan dalam blok ekonomi menjadi prioritas utama, bukan keikutsertaan dalam blok militer atau pertahanan.

BACA JUGA:  Jamaluddin Jompa: Kisah Rektor yang Terus Meneliti dan Menginspirasi Dunia Akademik

Dengan demikian, pembatalan KTT G7 bukan berarti Indonesia kurang berkomitmen pada kerja sama internasional, melainkan mencerminkan strategi politik luar negeri yang pragmatis dan berorientasi pada kepentingan nasional,

khususnya dalam hal ekonomi. Indonesia akan terus berupaya untuk menjalin kerja sama yang saling menguntungkan dengan berbagai negara dan organisasi internasional.D|Red

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Korlantas Polri Memutuskan Menunda Pelaksanaan Operasi Patuh 2026
Mulai 8 Hingga 21 Juni 2026 Operasi Patuh Digelar Serentak se-Indonesia, Nomor Plat Kendaraan Jadi Prioritas Utama
Daftar Final 23 Pemain Timnas Indonesia: Debut Mathew Baker & Kembalinya Marselino Ferdinan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:30 WIB

​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:26 WIB

Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN

Senin, 8 Juni 2026 - 13:02 WIB

Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS

Berita Terbaru