Jakarta-Mediadelegasi : Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik enam Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes LBBP) Republik Indonesia di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Jumat, 19 Desember 2025.
Pelantikan ini menandai langkah penting dalam diplomasi Indonesia, dengan penugasan para duta besar untuk mewakili negara di berbagai negara sahabat dan organisasi internasional.
Dubes LBBP RI merupakan jabatan diplomatik tertinggi yang diemban oleh perwakilan negara di luar negeri. Mereka ditunjuk langsung oleh Presiden untuk mengemban misi penting dalam menjaga hubungan baik antar negara, melindungi kepentingan nasional, serta mempromosikan kerjasama di berbagai bidang.
Dari keenam nama yang dilantik oleh Presiden Prabowo, terdapat satu nama yang menarik perhatian publik, yakni Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir. Beliau adalah adik kandung dari tokoh penting dalam pemerintahan, Luhut Binsar Pandjaitan, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional.
Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir, seorang diplomat dan akademisi yang lahir di Kabupaten Toba, Sumatra Utara, pada 1 Februari 1950, kini dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Dubes LBBP RI untuk Jepang. Penunjukan ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga dan masyarakat Sumatra Utara.
Sebelum terjun ke dunia diplomasi, Nurmala Kartini Sjahrir dikenal sebagai seorang akademisi yang berdedikasi. Ia mengawali karirnya sebagai dosen di Universitas Indonesia, tempat ia berbagi ilmu dan pengalamannya kepada generasi muda.
Selain aktif di dunia pendidikan, Nurmala Kartini Sjahrir juga memiliki pengalaman yang luas dalam berbagai organisasi dan lembaga penelitian. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI), sebuah organisasi yang berperan penting dalam pengembangan ilmu antropologi di Indonesia.
Nurmala Kartini Sjahrir juga pernah menjadi peneliti di lembaga-lembaga seperti LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan Center for Policy and Implementation Studies (CPIS). Pengalamannya sebagai peneliti tentu menjadi modal berharga dalam menjalankan tugasnya sebagai duta besar.
Tidak hanya itu, Nurmala Kartini Sjahrir juga pernah berkecimpung di dunia penerbitan sebagai editor utama majalah Jurnal dan penerbit Yayasan Obor Indonesia. Keterlibatannya dalam dunia penerbitan menunjukkan minatnya yang besar terhadap ilmu pengetahuan dan informasi.
Sebelum ditunjuk sebagai Dubes LBBP RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir pernah menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Argentina, Paraguay, dan Uruguay pada periode 2010-2014. Pengalaman ini tentu menjadi bekal penting dalam menjalankan tugasnya di Jepang.
Selain itu, Nurmala Kartini Sjahrir juga pernah menjadi Penasihat Senior Perubahan Iklim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi pada periode 2015–2019.
Keterlibatannya dalam isu perubahan iklim menunjukkan kepeduliannya terhadap isu-isu global yang penting.
Nurmala Kartini Sjahrir juga tercatat pernah menjabat sebagai Komisaris Independen PT Siloam International Hospitals Tbk, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan. Pengalamannya di dunia bisnis tentu memberikan perspektif yang berbeda dalam menjalankan tugasnya sebagai duta besar.







