Presiden Marcos Jr. Janjikan Pejabat Korupsi Proyek Banjir Filipina Masuk Penjara Sebelum Natal

Presiden Filipina Janji Penjarakan Koruptor Proyek Pengendalian Banjir Sebelum Natal. Foto: Ist.

Duta Besar Denmark untuk Filipina, Franz-Michael Mellbin, menyambut langkah keras tersebut. “Ini akan menjadi sinyal penting untuk melihat orang-orang benar-benar berakhir di penjara karena mencuri dana publik,” ujarnya dalam sebuah forum bisnis di Manila.

Pemerintah telah meresmikan penjara baru di Quezon City untuk menampung para tersangka kasus korupsi selama proses persidangan. Fasilitas ini berkapasitas 800 tahanan, dan pemerintah menjanjikan tidak ada perlakuan istimewa bagi politisi berpengaruh.

Berdasarkan penyelidikan awal, sekitar 9.855 proyek pengendalian banjir senilai lebih dari 545 miliar peso (USD 9 miliar) tengah diperiksa karena dugaan penyelewengan sejak Marcos menjabat pada pertengahan 2022. Menteri Keuangan Ralph Recto mengungkap, hingga 118,5 miliar peso (USD 2 miliar) anggaran proyek tersebut mungkin telah hilang akibat korupsi hanya dalam dua tahun terakhir.

Bacaan Lainnya

Mereka yang diduga terlibat berasal dari berbagai kubu politik, termasuk pendukung dan penentang Marcos. Mantan Ketua DPR Martin Romualdez — sepupu sekaligus sekutu dekat Presiden — juga ikut terseret, meski ia membantah melakukan pelanggaran. Beberapa tokoh yang dekat dengan mantan Presiden Rodrigo Duterte juga masuk radar penyelidikan.

“Tidak ada yang kebal. Tidak ada yang akan dikecualikan,” tegas Marcos.

Janji Presiden Marcos Jr. ini menjadi harapan bagi masyarakat Filipina yang telah lama merindukan pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Pos terkait