Presiden Prabowo Subianto : Produksi Beras dan Jagung Indonesia Capai Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

- Penulis

Rabu, 21 Mei 2025 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI Prabowo Subianto. (Foto : Ist.)

Presiden RI Prabowo Subianto. (Foto : Ist.)

Jakarta-Mediadelegasi : Presiden Prabowo Subianto mengumumkan capaian luar biasa di sektor pertanian Indonesia. Produksi beras dan jagung nasional saat ini telah melampaui target yang ditetapkan, bahkan mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Pengumuman ini disampaikan Presiden Prabowo di hadapan para pelaku industri migas dalam acara The 49th Indonesian Petroleum Association (IPA) Convention and Exhibition (IPA Convex) 2025.

 

Acara IPA Convex 2025, yang berlangsung selama tiga hari (20-22 Mei 2025) di ICE BSD City, Tangerang Selatan, menjadi tempat Presiden Prabowo menyampaikan kabar gembira ini. Beliau menekankan bahwa pencapaian surplus produksi pangan ini merupakan bukti nyata keberhasilan program pemerintah di bidang ketahanan pangan.

 

“Berdasarkan laporan yang saya terima, cadangan beras dan jagung kita saat ini merupakan yang terbesar sejak negara kita merdeka,” tegas Presiden Prabowo. Pernyataan ini menunjukkan optimisme pemerintah dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa mendatang.

 

Presiden Prabowo menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kesuburan tanah Indonesia yang melimpah. Namun, beliau juga menekankan pentingnya kebijakan yang tepat dan realistis dalam mengelola sumber daya alam tersebut. Kebijakan yang berorientasi pada common sense, sederhana, dan sesuai dengan kondisi lapangan, terbukti efektif dalam meningkatkan produksi pangan.

 

“Kita memiliki potensi yang luar biasa, tinggal bagaimana kita mengelolanya dengan bijak,” tambah Presiden Prabowo. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar berbagai pihak untuk mencapai keberhasilan di sektor pertanian.

 

Menyikapi surplus produksi beras dan jagung, Presiden Prabowo telah menginstruksikan pembangunan gudang-gudang tambahan untuk menampung hasil panen yang melimpah. Hal ini dilakukan untuk mencegah potensi kerugian akibat penyimpanan yang tidak memadai.

 

“Kekhawatiran akan kurangnya kapasitas penyimpanan telah mendorong saya untuk memerintahkan pembangunan gudang-gudang improvisasi,” jelas Presiden Prabowo. Langkah ini menunjukkan kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi potensi tantangan logistik.

 

Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa pencapaian di bidang pangan bukanlah hal yang rumit. Dengan kebijakan yang tepat dan berorientasi pada kondisi riil di lapangan, Indonesia mampu mencapai ketahanan pangan yang optimal. Beliau berharap keberhasilan ini dapat menjadi contoh bagi sektor-sektor lain dalam pembangunan nasional.

 

IPA Convex 2025, dengan tema “Delivering Growth with Energy Resilience in Lower Carbon Environment,” menjadi latar belakang yang menarik untuk pengumuman ini. Meskipun fokus acara pada industri migas, keberhasilan di sektor pangan menunjukkan potensi Indonesia dalam mencapai ketahanan energi dan pangan secara beriringan.

 

Ke depan, pemerintah akan terus berupaya meningkatkan produksi pangan dan memastikan distribusi yang merata ke seluruh wilayah Indonesia. Komitmen untuk mencapai ketahanan pangan nasional menjadi prioritas utama pemerintah dalam pembangunan berkelanjutan. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
BACA JUGA:  Antusiasme Warga Medan Sapa Presiden Jokowi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atasi Ketidaksinkronan Regulasi, Pemerintah Putuskan Nasib Kapasitas Produksi PT Aqua Farm Nusantara
​Kejagung Pastikan BPK Bukan Satu-Satunya Lembaga yang Berwenang Hitung Kerugian Negara
Bukan Sekadar Korupsi, Prof. Didik Rachbini Sebut Era Nadiem Rusak Tata Kelola Pendidikan
​Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Langsung Peluk Istri dan Orangtua
kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda
Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng
Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir
Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:14 WIB

Atasi Ketidaksinkronan Regulasi, Pemerintah Putuskan Nasib Kapasitas Produksi PT Aqua Farm Nusantara

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:07 WIB

​Kejagung Pastikan BPK Bukan Satu-Satunya Lembaga yang Berwenang Hitung Kerugian Negara

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:16 WIB

Bukan Sekadar Korupsi, Prof. Didik Rachbini Sebut Era Nadiem Rusak Tata Kelola Pendidikan

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:50 WIB

​Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Langsung Peluk Istri dan Orangtua

Jumat, 24 April 2026 - 09:54 WIB

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda

Berita Terbaru