Restorasi Sempadan, Bobby Nasution Percepat Tanggul Tapteng

Restorasi Sempadan
Gubernur Suamtera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution didampingi Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu meninjau kondisi sempadan sungai dan menemui warga di Sungai Panjaitan (Hilir/pertemuan antara Sungai Siaili Tukka dan Sungai Aek Tolang) dan Sungai Aek Sibuluan, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Selasa (14/4/2026). Foto: Ist.

Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Sumut, Gibson Panjaitan, menambahkan bahwa sistem pasak bumi beton akan menjadi tulang punggung restorasi ini. Penggunaan teknologi sheet pile beton dipilih karena kemampuannya dalam menahan tekanan tanah dan terjangan arus deras sungai dibandingkan dengan bronjong kawat biasa. Keamanan jangka panjang menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan teknis yang diambil oleh dinas terkait.

Gibson mengakui bahwa tantangan terbesar dalam proyek ini bukan hanya soal teknis konstruksi, melainkan juga aspek sosial di lapangan. Persetujuan dan dukungan dari masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi proyek sangat dibutuhkan agar pengerjaan bisa dilakukan secara maksimal tanpa hambatan sosial. Komunikasi langsung yang dilakukan Gubernur kepada warga diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai pentingnya proyek ini bagi keselamatan bersama.

Sebagai langkah awal, pengerjaan pengerukan dasar sungai untuk mengatasi sedimentasi pascabanjir telah mulai dilakukan menggunakan beberapa unit alat berat. Pendangkalan sungai akibat endapan lumpur dan sampah menjadi pemicu utama meluapnya air ke pemukiman saat intensitas hujan tinggi. Dengan pengerukan ini, kapasitas tampung sungai diharapkan dapat kembali normal sebelum konstruksi permanen dimulai pada bulan-bulan mendatang.

Bacaan Lainnya

Instruksi tegas dari Gubernur menetapkan bahwa pembangunan fisik bronjong beton harus sudah dimulai paling lambat pada Juni 2026. Jika koordinasi mengenai lahan dan aksesibilitas dapat diselesaikan lebih awal, maka pengerjaan ditargetkan sudah bisa kick-off pada Mei 2026. Kecepatan pengerjaan sangat bergantung pada sinergi antara kesiapan teknis pemerintah dan kerelaan masyarakat dalam mendukung percepatan infrastruktur di lingkungan mereka.

Proyek ambisius ini diperkirakan akan mencakup pembangunan dinding penahan sepanjang 400 hingga 600 meter di setiap titik lokasi yang telah ditentukan. Penentuan panjang konstruksi dilakukan berdasarkan skala prioritas dan tingkat risiko kerentanan wilayah terhadap bencana banjir di masa depan. Dengan restorasi sempadan yang tepat, Tapanuli Tengah diharapkan memiliki sistem pertahanan sungai yang lebih tangguh dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Pos terkait