Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Tuding AS Lakukan Pembajakan

Sabtu, 18 April 2026 - 17:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iran kembali menutup Selat Hormuz setelah sempat dibuka sejak Jumat 17 April 2026. Foto: Ist.

Iran kembali menutup Selat Hormuz setelah sempat dibuka sejak Jumat 17 April 2026. Foto: Ist.

Teheran-Mediadelegasi: Iran kembali tutup Selat Hormuz melalui pengumuman resmi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Sabtu (18/4/2026). Langkah drastis ini diambil hanya berselang satu hari setelah jalur strategis tersebut sempat dibuka untuk navigasi internasional pada Jumat kemarin, sehingga memicu ketegangan baru di kawasan Teluk.

Dampak Global Saat Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Keputusan mendadak ini langsung memicu kekhawatiran serius terhadap stabilitas pasokan energi dunia. Iran menegaskan bahwa status perairan tersebut kini kembali ke kondisi pembatasan ketat, yang berarti pengawasan penuh terhadap setiap kapal yang melintas di koridor sempit tersebut bagi transportasi energi global.

Pihak IRGC menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan respons langsung terhadap tindakan Amerika Serikat. Teheran menuding Washington masih terus melakukan blokade ilegal terhadap kapal-kapal yang transit di pelabuhannya, yang dianggap sebagai pelanggaran kedaulatan serta hak navigasi mereka.

Dalam pernyataan resminya, komando militer gabungan IRGC menyebut bahwa Amerika Serikat telah terlibat dalam praktik pencurian maritim. Mereka mengeklaim memiliki bukti terkait pembajakan kapal-kapal milik Iran atau kapal yang terafiliasi dengan kepentingan ekonomi Teheran oleh otoritas keamanan Amerika Serikat.

BACA JUGA:  Gencatan Senjata Dua Pekan Israel Dukung Trump Sementara

“Karena alasan diskriminatif dan provokatif ini, kendali atas Selat Hormuz telah kembali ke keadaan semula,” tulis pernyataan resmi militer Iran tersebut. Saat ini, seluruh aktivitas navigasi berada di bawah manajemen serta pengawasan yang sangat ketat dari angkatan bersenjata Iran.

Dunia internasional sebelumnya sempat bernapas lega ketika Iran membuka jalur ini sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata di Lebanon. Bahkan, otoritas di Washington sempat memberikan respons positif atas pembukaan jalur tersebut sebagai langkah deeskalasi konflik yang penting.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/iran-buka-wilayah-udara-timur-demi-jalur-internasional/

Namun, bulan madu diplomatik tersebut berakhir singkat karena ketegangan di laut yang tak kunjung mereda. Iran merasa komitmen keterbukaan mereka tidak dibalas dengan pelonggaran sanksi atau kebebasan navigasi oleh pihak Barat, khususnya kebijakan maritim dari pihak Amerika Serikat.

Blokade kali ini diprediksi akan jauh lebih ketat dibandingkan periode sebelumnya. IRGC telah menempatkan armada patroli tambahan di titik-titik krusial untuk memastikan tidak ada celah bagi kapal-kapal yang dianggap mencurigakan atau dianggap melanggar aturan manajemen perairan mereka.

BACA JUGA:  Prabowo dan Macron Hadiri Peluncuran Forum Bisnis RI-Prancis, Bahas Energi hingga Pertahanan

Dampak ekonomi dari penutupan ini diperkirakan akan segera terasa pada fluktuasi harga minyak mentah dunia. Mengingat Selat Hormuz adalah urat nadi utama bagi distribusi energi dari Timur Tengah menuju berbagai pasar global di wilayah Asia dan Eropa.

Analis maritim memperingatkan bahwa kebuntuan ini dapat memicu konfrontasi fisik jika kapal-kapal militer asing mencoba menantang blokade tersebut. Eskalasi di wilayah Teluk kini berada pada titik didih yang sangat membahayakan stabilitas keamanan dan ekonomi regional secara keseluruhan.

Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga tuntutan mereka dipenuhi secara utuh. Mereka menuntut pemulihan penuh kebebasan navigasi bagi kapal-kapal Iran yang berlayar menuju destinasi internasional tanpa adanya gangguan atau intimidasi dari pihak manapun.

Situasi ini menjadi pengingat betapa rapuhnya jalur logistik dunia di tengah rivalitas geopolitik yang tajam. Kini, mata dunia tertuju pada reaksi Washington dan komunitas internasional dalam menghadapi manuver terbaru yang dilakukan oleh militer Teheran di perairan strategis tersebut. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gibran dan Kebohongan Laporan Keuangan yang Menjerat Dana Pensiun Malaysia
Iran Rilis Daftar Sasaran Pembalasan, Pasca Kematian Ayatollah Ali Khamenei
Ai Ogura Ciptakan Kejutan, Rebut Pole Position MotoGP Ceko 2026 di Brno
KTT Rusia-ASEAN Dibuka di Kazan: Putin Jamu Pemimpin Negara ASEAN, Perkuat Hubungan 35 Tahun Kemitraan
Iran Luncurkan Serangan Pembalasan ke Pangkalan AS di Timur Tengah, Rudal dan Dron Ditembakkan
Presiden China Xi Jinping Tiba di Korut, Siap Bertemu Pemimpin Negara Asia Timur Kim Jong Un
Gempa M 7.0 Guncang Mindanao Filipina di Hari Pertama Sekolah, Gedung Kampus Runtuh & Peringatan Tsunami Dikeluarkan
Indonesia dan 7 Negara Lain Kecam Keras Serangan Pemukim Israel ke Masjid Al-Aqsa
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:21 WIB

Gibran dan Kebohongan Laporan Keuangan yang Menjerat Dana Pensiun Malaysia

Senin, 13 Juli 2026 - 11:13 WIB

Iran Rilis Daftar Sasaran Pembalasan, Pasca Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:23 WIB

Ai Ogura Ciptakan Kejutan, Rebut Pole Position MotoGP Ceko 2026 di Brno

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:57 WIB

KTT Rusia-ASEAN Dibuka di Kazan: Putin Jamu Pemimpin Negara ASEAN, Perkuat Hubungan 35 Tahun Kemitraan

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:53 WIB

Iran Luncurkan Serangan Pembalasan ke Pangkalan AS di Timur Tengah, Rudal dan Dron Ditembakkan

Berita Terbaru