Revolusi Birokrasi: BKN Terapkan Sistem Penempatan ASN Berbasis Kompetensi dengan Dukungan ESQ

- Penulis

Selasa, 2 September 2025 - 10:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Revolusi Birokrasi: BKN Terapkan Sistem Penempatan ASN Berbasis Kompetensi dengan Dukungan ESQ (foto - Ist)

Revolusi Birokrasi: BKN Terapkan Sistem Penempatan ASN Berbasis Kompetensi dengan Dukungan ESQ (foto - Ist)

Jakarta – Mediadelegasi: Badan Kepegawaian Negara (BKN) menggandeng Universitas Ari Ginanjar (UAG) melalui kerja sama dengan ESQ untuk memperkuat kapasitas dan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kesepahaman ini bertujuan untuk memastikan penempatan ASN yang lebih tepat dan sesuai dengan kebutuhan birokrasi modern melalui pemetaan potensi dan kompetensi yang komprehensif.

Kepala BKN, Prof. Zudan, menyampaikan bahwa kerja sama ini adalah langkah nyata untuk mewujudkan birokrasi yang profesional, adaptif, dan responsif. Ia menekankan pentingnya penempatan ASN berdasarkan potensi dan kompetensi, karena selama ini seringkali ASN belum ditempatkan sesuai dengan bidang keahlian atau potensinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Melalui kerja sama ini, kita ingin memastikan setiap ASN menempati posisi yang tepat, sehingga mereka bisa bekerja secara optimal, memberikan pelayanan publik yang berkualitas, serta membawa dampak positif bagi institusi dan masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA:  Rugaiya Usman, Istri Jenderal (Purn) Wiranto Wafat

Prof. Zudan menegaskan bahwa birokrasi Indonesia tidak boleh lagi menempatkan pegawai hanya berdasarkan latar belakang pendidikan formal. Diperlukan pemetaan menyeluruh yang menggabungkan aspek potensi, preferensi, dan kompetensi agar ASN dapat ditempatkan pada posisi yang sesuai dengan kekuatan dirinya, sehingga sistem manajemen ASN menjadi lebih adil, transparan, dan produktif.

Founder ESQ, Ari Ginanjar Agustian, menyatakan dukungan penuh sebagai bentuk dedikasi untuk kemajuan bangsa, khususnya dalam membangun SDM ASN unggul menuju visi Indonesia Emas 2045. “Kerja sama ini bukan sekadar formalitas, melainkan momentum strategis.

Dengan adanya pemetaan berbasis Talent DNA, kita berharap tidak ada lagi ASN yang salah jurusan atau salah penempatan. Setiap pegawai negara dapat mengabdi dengan penuh dedikasi di bidang yang paling sesuai dengan potensi dan kompetensinya,” terangnya.

BACA JUGA:  Pemerintah Tidak Berencana Mencabut IUP PT Gag Nikel di Raja Ampat

Ari Ginanjar juga menambahkan bahwa ESQ dan UAG siap memberikan dukungan teknologi, metodologi, dan tenaga ahli secara penuh tanpa membebani negara. Ini adalah kontribusi nyata dunia pendidikan dan masyarakat dalam memperkuat birokrasi Indonesia. Menurutnya, ASN adalah jantung birokrasi, sehingga penguatan kapasitas ASN berarti penguatan fondasi bangsa.

Sinergi antara BKN, Universitas Ari Ginanjar, dan ESQ diharapkan menjadi langkah penting dalam mewujudkan birokrasi modern yang profesional, bahagia, dan berdampak nyata bagi kemajuan bangsa, serta menyiapkan SDM unggul untuk mencapai target Indonesia Emas 2045.D|Red

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda
Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng
Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir
Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026
Pemerintah Gelar Sidang Isbat: Menanti Keputusan Resmi Awal Ramadan 1447 H
Prabowo Jamin Stabilitas Pasar Modal Pasca-Mundurnya Petinggi OJK dan BEI
Pemkab Tapanuli Utara Paparkan Manajemen Talenta ASN di BKN Pusat
Tapanuli Utara Raih Penghargaan UHC Awards Kategori Madya

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 09:54 WIB

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:34 WIB

Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng

Senin, 23 Februari 2026 - 11:18 WIB

Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:29 WIB

Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026

Selasa, 17 Februari 2026 - 11:07 WIB

Pemerintah Gelar Sidang Isbat: Menanti Keputusan Resmi Awal Ramadan 1447 H

Berita Terbaru