Sri Mulyani Klarifikasi Pernyataan tentang Guru sebagai Beban Negara

- Penulis

Rabu, 20 Agustus 2025 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani

Jakarta-Mediadelegasi: Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, membantah keras narasi yang beredar di media sosial bahwa ia menyebut “guru itu beban negara”. Menurutnya,

video yang menampilkan kalimat tersebut adalah hoaks dan merupakan hasil deepfake dari pidatonya di Forum Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia di ITB pada 7 Agustus 2025.

Dalam pidato aslinya, Sri Mulyani membahas tentang alokasi anggaran pendidikan, termasuk gaji guru dan dosen. Ia menyatakan,

“Banyak di media sosial saya selalu mengatakan oh menjadi dosen atau menjadi guru tidak dihargai karena gajinya enggak besar. Ini juga salah satu tantangan bagi keuangan negara.”

Pernyataan Sri Mulyani yang sebenarnya adalah tentang beban gaji guru dan dosen yang menimbulkan pertanyaan besar, apakah seluruhnya harus ditanggung negara atau perlu adanya partisipasi masyarakat.

BACA JUGA:  Wajib Halal Resmi Berlaku, Babe Haikal Tegaskan Olahan Babi dan Sejenisnya Masih Boleh Dijual

Ia menekankan bahwa diskusi mengenai penghargaan terhadap tenaga pendidik bukan hanya persoalan gaji, melainkan menyangkut keberlanjutan fiskal negara.

Namun, pernyataan ini disalahartikan dan menimbulkan kontroversi. Jerome Polin, kreator konten edukasi, mengkritik pernyataan Sri Mulyani dengan mengatakan,

“Kalau negara tidak menjadikan guru dan dosen sebagai prioritas, Indonesia Emas 2045 hanyalah mimpi. Bagaimana mungkin bangsa maju kalau guru tidak sejahtera?”

Sri Mulyani mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam bermedia sosial dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak utuh. Ia juga mengklarifikasi bahwa tidak pernah menyatakan guru sebagai beban negara.

Dengan demikian, penting untuk memahami konteks pernyataan Sri Mulyani dan tidak langsung menyimpulkan bahwa ia menyatakan guru sebagai beban negara.

BACA JUGA:  Prabowo Kunjungi Kediaman Luhut dan Kapolri di Natal, Bicara Bansos Digital hingga Pemulihan Bencana

Pernyataan aslinya menunjukkan bahwa ia membahas tentang tantangan keuangan negara dalam memberikan gaji yang layak untuk guru dan dosen D|Red

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atasi Ketidaksinkronan Regulasi, Pemerintah Putuskan Nasib Kapasitas Produksi PT Aqua Farm Nusantara
​Kejagung Pastikan BPK Bukan Satu-Satunya Lembaga yang Berwenang Hitung Kerugian Negara
Bukan Sekadar Korupsi, Prof. Didik Rachbini Sebut Era Nadiem Rusak Tata Kelola Pendidikan
​Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Langsung Peluk Istri dan Orangtua
kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda
Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng
Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir
Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:14 WIB

Atasi Ketidaksinkronan Regulasi, Pemerintah Putuskan Nasib Kapasitas Produksi PT Aqua Farm Nusantara

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:07 WIB

​Kejagung Pastikan BPK Bukan Satu-Satunya Lembaga yang Berwenang Hitung Kerugian Negara

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:16 WIB

Bukan Sekadar Korupsi, Prof. Didik Rachbini Sebut Era Nadiem Rusak Tata Kelola Pendidikan

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:50 WIB

​Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Langsung Peluk Istri dan Orangtua

Jumat, 24 April 2026 - 09:54 WIB

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda

Berita Terbaru