Medan-Mediadelegasi : Melupakan seseorang yang pernah mengisi hati memang bukan perkara mudah. Banyak orang butuh waktu lama untuk bisa benar-benar move on dari mantan. Perasaan sedih, rindu, dan terkadang penyesalan sering kali membayangi, membuat proses ini terasa berat. Lantas, mengapa rasanya begitu sulit untuk melanjutkan hidup setelah putus cinta?
1. Keterikatan Emosional yang Kuat
Salah satu alasan utama sulitnya move on adalah adanya keterikatan emosional yang mendalam. Saat menjalin hubungan, kita membangun banyak kenangan, mimpi, dan rutinitas bersama. Perasaan aman dan nyaman yang dulu ada kini hilang, meninggalkan kekosongan. Otak kita pun secara alami merespons kehilangan ini layaknya sebuah duka, dan butuh waktu untuk beradaptasi.
2. Adanya Ikatan Otak (Dopamin)
Secara ilmiah, putus cinta juga memengaruhi kerja otak kita. Saat jatuh cinta, otak melepaskan dopamin, hormon yang memicu rasa senang dan penghargaan. Hubungan dengan mantan sering kali menjadi sumber dopamin yang membuat kita merasa bahagia. Ketika hubungan berakhir, kadar dopamin menurun drastis, menyebabkan gejala mirip sakau, seperti kecanduan yang membuat kita terus teringat padanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
3. Merasa Kehilangan Identitas Diri
Saat menjalin hubungan yang serius, identitas diri sering kali menyatu dengan pasangan. Kita mungkin terbiasa melakukan banyak hal bersama, dari hobi hingga kegiatan sosial. Ketika hubungan berakhir, kita merasa kehilangan sebagian diri kita sendiri. Ini memicu kebingungan dan pertanyaan tentang siapa kita tanpa dirinya.
4. Takut Kesepian dan Mengulang Masa Lalu
Rasa takut kesepian sering kali menjadi hambatan besar. Kita khawatir tidak akan menemukan orang yang lebih baik atau tidak bisa merasa sebahagia dulu. Selain itu, kenangan indah yang terus berputar di kepala bisa membuat kita cenderung mengabaikan alasan putus dan hanya mengingat hal-hal yang baik. Hal ini membuat kita merasa menyesal dan ingin kembali.
5. Kurangnya Batasan setelah Putus
Masih sering berkomunikasi, melihat media sosial, atau bahkan bertemu mantan juga sangat menghambat proses move on. Interaksi yang terus-menerus bisa memicu kembali ingatan dan harapan, mencegah kita untuk benar-benar menutup bab masa lalu. Memberi jarak adalah langkah penting untuk bisa benar-benar pulih.
Tips untuk Membantu Proses Move On
Meskipun berat, proses move on bisa dilalui. Kuncinya adalah memberi diri sendiri waktu untuk berduka, menerima kenyataan, dan fokus pada diri sendiri. Mulailah hobi baru, habiskan waktu dengan teman dan keluarga, serta berani mengambil langkah untuk memulai lembaran baru dalam hidup.
Ingat, tidak ada jadwal pasti untuk move on. Setiap orang punya waktu dan prosesnya masing-masing. Terpenting, jangan ragu untuk mencari dukungan dari orang terdekat atau profesional jika dirasa terlalu sulit. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












