Teknologi Face Recognition di Stasiun Medan: KAI Menghemat Kertas dan Lingkungan

Kamis, 8 Mei 2025 - 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penumpang yang akan naik kereta api di Stasiun Medan (Foto : Ist.)

Penumpang yang akan naik kereta api di Stasiun Medan (Foto : Ist.)

Medan-Mediadelegasi : PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara telah berhasil menghemat anggaran pembelian rol kertas tiket senilai Rp10,5 juta berkat penggunaan teknologi “face recognition” untuk proses boarding penumpang di Stasiun Medan. Teknologi ini telah diterapkan sejak awal September 2024 dan telah digunakan oleh lebih dari 294.000 penumpang hingga awal Mei 2025.

Dengan menggunakan teknologi face recognition, penumpang dapat melakukan boarding dengan lebih cepat dan mudah. Mereka hanya perlu memindai wajah mereka di boarding gate, sehingga tidak perlu lagi menggunakan tiket fisik. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mengurangi limbah kertas.

KAI terus menegaskan komitmennya dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) melalui digitalisasi layanan yang praktis dan ramah lingkungan. Penggunaan teknologi face recognition adalah salah satu contoh konkret dari komitmen ini. Dengan mengurangi penggunaan kertas, KAI dapat membantu mengurangi deforestasi dan mengurangi dampak lingkungan.

BACA JUGA:  Bobby Nasution meresmikan Taman Cadika Medan

Manajer Humas KAI Divre I Sumut, M. As’ad Habibuddin, mengatakan bahwa face recognition bukan sekadar inovasi, tapi bagian dari gerakan sadar lingkungan. Satu pemindaian wajah setara dengan satu cetakan tiket yang tidak perlu. Jika dikalikan jutaan penumpang, dampaknya sangat nyata.

Pengurangan limbah kertas ini sejalan dengan tujuan SDGs poin 12 (Responsible Consumption and Production) serta mendukung pelestarian pohon sebagai bahan baku utama kertas. KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan mengurangi dampak lingkungan.

Saat ini, sistem face recognition boarding gate di wilayah KAI Divre I Sumatera Utara telah tersedia di Stasiun Medan. Dengan fitur face recognition, pelanggan dapat melakukan boarding dengan lebih cepat dan mudah. KAI juga menjamin keamanan data pengguna dengan sistem berstandar ISO 27001.

KAI juga memasang water station di Stasiun Medan dan Stasiun Tebing Tinggi sebagai bagian dari inisiatif SDGs untuk mengurangi plastik sekali pakai dan mendukung gaya hidup berkelanjutan. Dengan demikian, KAI menunjukkan komitmennya dalam mendukung lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

BACA JUGA:  Lepas Sambut Pangdam I/BB, Gubernur Sumut Bobby Nasution Sebut Kolaborasi Kunci Keberhasilan Pembangunan

Penggunaan teknologi face recognition juga meningkatkan efisiensi dan mengurangi waktu tunggu di boarding gate. Penumpang dapat melakukan boarding dengan lebih cepat dan mudah, sehingga meningkatkan kepuasan pelanggan.

KAI akan terus meningkatkan kualitas layanan dan mengurangi dampak lingkungan. Dengan menggunakan teknologi face recognition dan water station, KAI dapat membantu mengurangi limbah kertas dan plastik, serta mendukung pelestarian lingkungan.

Dengan demikian, KAI menunjukkan komitmennya dalam mendukung lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Penggunaan teknologi face recognition dan water station adalah contoh konkret dari komitmen ini, dan KAI akan terus meningkatkan kualitas layanan dan mengurangi dampak lingkungan. D|Red.

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anggota DPR RI Turun Tangan Atasi Polemik Universitas Darma Agung: LLDIKTI Jangan Tunduk ke Yayasan
Oknum Polisi Nekat Tabrak Mobil Warga di Medan, Diduga Dipicu Cemburu Asmara
Berhasil Diburu Sejak Sebulan Lebih, Begal yang Masuk DPO Akhirnya Ditangkap di Minimarket
Usai Penjelasan Pemko, Anggaran Air Mineral Rp1,1 Miliar Masih Diperdebatkan
Program Revitalisasi Sekolah di Medan Disorot, LP3 Siap Laporkan ke Kejati Sumut
Belum Reda Kasus Dishub, Rico Waas Kena Sorotan Air Mineral Rp1 Miliar
Srikandi FAST UNPRI Tembus Jurnal Scopus Q2: Bukti Nyata Kebijakan Kelulusan Berbasis Publikasi Ilmiah
Air Mineral Rp1 Miliar Setahun di Pemko Medan Disorot, Gen Z Sumut : “Mungkin Makhluk Halus Ikut Minum”
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:47 WIB

Anggota DPR RI Turun Tangan Atasi Polemik Universitas Darma Agung: LLDIKTI Jangan Tunduk ke Yayasan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:04 WIB

Oknum Polisi Nekat Tabrak Mobil Warga di Medan, Diduga Dipicu Cemburu Asmara

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:08 WIB

Berhasil Diburu Sejak Sebulan Lebih, Begal yang Masuk DPO Akhirnya Ditangkap di Minimarket

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:43 WIB

Usai Penjelasan Pemko, Anggaran Air Mineral Rp1,1 Miliar Masih Diperdebatkan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:02 WIB

Program Revitalisasi Sekolah di Medan Disorot, LP3 Siap Laporkan ke Kejati Sumut

Berita Terbaru