UPSLB CBRE Bakal Bahas Pembelian Kapal Rp1,6 Triliun, Langkah Strategis Perluas Jasa Pelayaran

- Penulis

Jumat, 24 Oktober 2025 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CBRE Bakal Akuisis Kapal Raksasa Senilai 161 triliyun Rupiah. (FFoto:Ist)

CBRE Bakal Akuisis Kapal Raksasa Senilai 161 triliyun Rupiah. (FFoto:Ist)

Jakarta-Mediadelegasi : Emiten bidang angkutan laut, PT. Cakra Buana Resources Energy Tbk. (CBRE), berencana melakukan pembelian armada kapal senilai US$ 100 juta atau setara dengan Rp1,612 triliun dari sejumlah pihak. Langkah ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi usaha perseroan dalam jasa pelayaran.

Armada yang akan dibeli adalah jenis pipe-laying & lifting vessel dengan nama kapal “HAI LONG 106”. Pembelian ini akan didanai dari kas internal perseroan dan melalui mekanisme pembayaran sebagian dari pihak ketiga.

Untuk pembayaran dari pihak ketiga, CBRE akan menerbitkan promissory note (PN) senilai US$ 55 juta atau setara dengan Rp888,91 miliar.

Promissory note tersebut akan diterbitkan kepada tiga pihak, yaitu Yafin Tandiono Tan sebesar US$ 11 juta, PT Superkrane Mitra Utama Tbk. sebesar US$ 6,5 juta, dan PT Saga Investama Sedaya sebesar US$ 12,5 juta.

Selain itu, CBRE juga akan menerbitkan promissory note senilai US$ 25 juta atau setara dengan Rp404,05 miliar setelah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham.

BACA JUGA:  Purbaya: Jika Tak Terserap, Dana Makan Bergizi Gratis Akan Ditarik dan Disebar ke Program Lain

Manajemen CBRE menjelaskan bahwa nilai pembelian armada ini setara dengan 1.376% dari ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan auditan per 31 Desember 2024, yang tercatat sebesar Rp117,12 miliar. Sementara itu, nilai penerbitan PN setara dengan 759% dari ekuitas perseroan.

“Perseroan memutuskan untuk membeli kapal bekas Hai Long 106 karena kapal ini memiliki spesifikasi teknis yang jarang tersedia di pasar global dan belum dapat diproduksi atau diadakan di dalam negeri,” tulis manajemen CBRE dalam keterbukaan informasi.

Keputusan pembelian armada ini dilatarbelakangi oleh strategi diversifikasi usaha perseroan dalam jasa pelayaran yang saat ini belum banyak dimiliki oleh industri perkapalan, khususnya dalam layanan pendukung kegiatan offshore.

Dengan bertambahnya armada baru, CBRE akan memiliki aset yang unik dan bernilai strategis dalam memaksimalkan nilai portofolio dan meningkatkan daya saing dalam bidang industri perkapalan, baik secara domestik maupun internasional.

BACA JUGA:  Kejagung Bongkar Kasus Suap Triliunan dan Emas Ratusan Kilogram di MA, Eks Pejabat Diduga Libatkan Hakim

Armada baru tersebut akan digunakan secara komersial dalam skema kerjasama operasional atau sewa guna usaha dengan mitra strategis yang membutuhkan layanan pendukung kegiatan operasional lepas pantai (offshore).

Layanan tersebut meliputi pemasangan pipa bawah laut (sub pipe lying), operasi pembangkit listrik laut (offshore wind farm support), mobilisasi alat berat, atau pendukung logistik kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi.

CBRE berharap dengan penambahan armada ini, perseroan dapat memperoleh sumber pendapatan baru yang lebih menarik dan keuntungan margin yang lebih tinggi dari penyewaan armada atau aset baru tersebut. Perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 27 Oktober 2025 untuk meminta persetujuan pemegang saham terkait rencana ini. D|Red.

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Korlantas Polri Memutuskan Menunda Pelaksanaan Operasi Patuh 2026
Mulai 8 Hingga 21 Juni 2026 Operasi Patuh Digelar Serentak se-Indonesia, Nomor Plat Kendaraan Jadi Prioritas Utama
Daftar Final 23 Pemain Timnas Indonesia: Debut Mathew Baker & Kembalinya Marselino Ferdinan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:30 WIB

​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:26 WIB

Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN

Senin, 8 Juni 2026 - 13:02 WIB

Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS

Berita Terbaru