Waspada, BNPB Ingatkan Potensi Banjir dan Longsor Masih Mengintai

- Penulis

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi permukiman yang terendam banjir akibat curah hujan tinggi. BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang masih mengintai di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sumatra Selatan dan Kalimantan Barat. Foto: Ist.

Kondisi permukiman yang terendam banjir akibat curah hujan tinggi. BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang masih mengintai di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sumatra Selatan dan Kalimantan Barat. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau seluruh masyarakat di berbagai wilayah Indonesia untuk tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan. Pasalnya, potensi ancaman bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor masih sangat mungkin terjadi.

Hal ini disampaikan menyusul prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang melaporkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia masih berpotensi dilanda hujan dengan intensitas mulai dari sedang hingga lebat.

“Beberapa provinsi, seperti Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan wilayah di Pulau Jawa, bahkan berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis, Selasa (5/5/2026).

Abdul Muhari yang akrab disapa Aam ini mengingatkan bahwa kunci utama dalam mengurangi risiko bencana terletak pada upaya pencegahan dan kesiapsiagaan dini yang maksimal dari seluruh pihak.

Oleh karena itu, BNPB mengimbau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di seluruh provinsi dan kabupaten/kota untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, serta kelancaran jalur komunikasi hingga ke tingkat aparat desa.

BACA JUGA:  BMKG Imbau Warga Pesisir Waspada Ancaman Banjir Rob Hingga 4 Mei 2025

Hal ini dilakukan agar respon penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat, sehingga masyarakat dapat terhindar dari dampak buruk yang lebih parah.

“Di samping itu, seluruh pihak diharapkan terus memantau dan memutakhirkan informasi sehingga peringatan dini dapat diteruskan kepada warga di wilayah yang berpotensi terdampak,” tuturnya menekankan pentingnya penyebaran informasi yang masif.

Sebagai gambaran kondisi terkini, BNPB mencatat sejumlah kejadian bencana yang terjadi dalam periode pengamatan mulai Minggu (3/5/2026) pukul 07.00 WIB hingga Senin (4/5/2026) pukul 07.00 WIB.

Berdasarkan data yang dihimpun, kejadian bencana yang mendominasi masih didominasi oleh jenis bencana hidrometeorologi basah. Salah satu contohnya adalah banjir yang melanda Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan.

Bencana tersebut terjadi pada Minggu pagi akibat hujan lebat yang berdurasi panjang sehingga menyebabkan debit air Sungai Wal meluap dan merendam permukiman warga.
“Akibatnya, banjir merendam satu desa di Kecamatan Lubuk Batang, yaitu Desa Gunung Meraksa,” ujar Aam.

BACA JUGA:  Wali Kota Medan Tinjau Masjid Terdampak Banjir, Pemko Siap Bantu Perbaikan

Dari data yang diperoleh, tercatat sebanyak 164 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 450 jiwa terdampak langsung oleh peristiwa tersebut. Personel gabungan pun langsung dikerahkan untuk melakukan upaya penanganan darurat di lokasi.

“Di samping itu, untuk mengantisipasi meluasnya dampak, BPBD menyebarluaskan informasi peringatan dini dan kesiapsiagaan kepada warga. Pada Minggu petang, banjir yang menggenangi rumah warga masih belum surut,” tambahnya.

Selain di Sumatra Selatan, banjir juga dilaporkan terjadi di wilayah Kalimantan Barat, tepatnya di Kabupaten Landak. BPBD setempat melaporkan ada tiga desa yang berada di dua kecamatan yang terdampak genangan air.

Daerah yang terkena dampak antara lain Desa Amboyo Utara, serta Desa Meranti dan Desa Tau. Total ada 34 KK atau 114 jiwa yang terdampak. Tinggi air di beberapa titik bahkan tercatat mencapai satu meter lebih. Kondisi ini menjadi pengingat kuat bagi masyarakat agar tidak lengah menghadapi cuaca ekstrem. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 32 Kg Sabu Jaringan Malaysia, Satu Kurir Ditangkap di Jakarta Utara
Menkeu Purbaya Jelaskan Konteks Ucapan Prabowo: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar, Indonesia Kuat di Tengah Gejolak Global
Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy Alami Kecelakaan Dini Hari, Mobil Dinas Hancur Tabrak Bak Truk
Meutya Hafid Tegaskan: Pertukaran Data RI-AS Hanya Lingkup Ekosistem Digital, Tak Ada Data Kependudukan
Kampung Narkoba di Samarinda Beroperasi Seperti Kartel, Ada 21 Pengawas Bersenjata
KPK Panggil Muhadjir Effendy Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji, Pemeriksaan Ditunda
Hari Ini, Mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer Jalani Sidang Pembacaan Tuntutan Kasus Pemerasan dan Gratifikasi
Kaesang Pangarep Tegaskan Komitmen Kawal Reynaldo Bryan Menjadi Ketua Umum HIPMI

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 17:41 WIB

Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 32 Kg Sabu Jaringan Malaysia, Satu Kurir Ditangkap di Jakarta Utara

Senin, 18 Mei 2026 - 17:02 WIB

Menkeu Purbaya Jelaskan Konteks Ucapan Prabowo: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar, Indonesia Kuat di Tengah Gejolak Global

Senin, 18 Mei 2026 - 14:40 WIB

Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy Alami Kecelakaan Dini Hari, Mobil Dinas Hancur Tabrak Bak Truk

Senin, 18 Mei 2026 - 14:11 WIB

Meutya Hafid Tegaskan: Pertukaran Data RI-AS Hanya Lingkup Ekosistem Digital, Tak Ada Data Kependudukan

Senin, 18 Mei 2026 - 12:19 WIB

Kampung Narkoba di Samarinda Beroperasi Seperti Kartel, Ada 21 Pengawas Bersenjata

Berita Terbaru