Purwakarta Surplus Padi, Rencana Impor Beras Dinilai Tidak Perlu

Kamis, 18 Maret 2021 - 19:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purwakarta-Mediadelegasi: Rencana pemerintah yang akan mengimpor beras sebanyak 1 juta ton dinilai tidak perlu, apalagi alasan pemerintah hanya untuk menjaga stok pangan nasional. Padahal, saat ini petani sudah produktif dan produksinya pun surplus.

“Sejauh ini, petani kita sangat produkif, hasil produksinya juga surplus. Tidak perlu ada impor beras, karena cadangan beras di dalam negeri pun melimpah,” kata Sri Midan Jaya, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Purwakarta.

Ia mengungkapkan hasil produksi padi di Kabupaten Purwakarta setiap tahunnya melebihi target yang ditentukan.

“Salah satu yang menjadi indikatornya, karena sejak beberapa tahun ini petani di Purwakarta tak kenal lagi dengan yang namanya musim tanam,” jelas Midan di Purwakarta, Kamis (18/3).

“Ketahanan pangan di masing-masing wilayah dipastikan masih tetap terjaga. Jadi, tak perlu adanya impor,” tambahnya.

Ia menambahkan produktifitas pertanian di Purwakarta dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, sehingga mampu memenuhi kebutuhan bahan pokok penduduk lokal, sisanya dipasok untuk kebutuhan pangan di Jabotabek.

BACA JUGA:  Pemkab Purwakarta Gelar Mitembeyan Tanam Pohon Lame

“Areal sawah di Purwakarta tidak seluas Kabupaten tetangga seperti Karawang dan Subang, luas lahan bakunya sekitar 18.075 hektare. Namun hasil produksi petani kita selalu surplus,” ujarnya.

Menirutnya, selama ini petani terus didorong untuk segera tanam, selama masih tersedia air untuk mengairi sawah, mereka harus terus produksi.

“Jadi di Purwakarta tidak ada istilah tidak panen. Karena, hampir tiap hari petani di wilayah ini melakukan panen,” imbuhnya.

Tahun 2019, terang Midan, luas lahan baku itu mampu menghasilkan 248 ribu ton gabah kering pungut (GKP).

“Asumsi rata-rata produksinya mencapai 6,2 ton GKP per hektare, lahan yang panen itu mencapai 40 ribu hektare, setahun bisa dua hingga tiga kali panen,” jelas Midan.

“Hasil panen itu dikonversikan ke padi giling (GKG), yakni 248 ribu ton dikalikan 0,85 (hitungan standar BPS) hasilnya jadi 210.800 ton gabah giling. Lalu, dari gabah giling (GKG) yang sebesar 210.800 ton dikalikan 0,65 (hitungan BPS) hasilnya jadi 137.020 ton beras,” rincinya.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Diharapkan Bangun Kebun Raya di Tele Samosir

Lebih lanjut, Ia menerangkan umlah penduduk Kabupaten Purwakarta mencapai 950.066 jiwa.

“Kebutuhan beras selama setahun mencapai 109.257 ton, kebutuhannya (hitungan maksimal) mencapai 115 kilogram per kapita per tahunnya,” tuturnya.

Kemudian, kata dia, umlah produksi yang mencapai 137.020 ton beras per tahun, dikurangi jumlah kebutuhan beras sebesar 109.257 ton per tahun, masih ada sisa (surplus) mencapai 27.763 ton beras dalam setahun itu.

“Tahun 2020 lalu, produksi padi sebanyak 248 ribu ton gabah kering pungut (GKP) dengan luas lahan yang panennya mencapai 40.831 hektare. Produksi padi kita masih surplus, kita juga mampu menyuplai kebutuhan pokok untuk wilayah Jabodetabek,” pungkasnya. D/Jbr-Par

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut
USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB
Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta
DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta
CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN
Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!
BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal
Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut

Senin, 28 September 2026 - 17:16 WIB

USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB

Jumat, 25 September 2026 - 17:31 WIB

Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta

Rabu, 23 September 2026 - 16:45 WIB

DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta

Sabtu, 19 September 2026 - 19:11 WIB

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Berita Terbaru

Camat Sungaikanan, Yusran Hasian Harahap SE MM (dua kiri), Perwakilan Kebun B Simangunsong (tiga kanan), Tokoh masyarakat H Kodirun Harahap SH (dua kanan) bersama jajaran Polsek Sungaikanan dan Personel Koramil 12/Langgapayung saat meninjau langsung longsor hebat sudut Kebun B di Desa Sabungan, Sungaikanan, Labusel, kemarin. Foto: D|maruli siregar

Kabupaten Labuhan Batu Selatan

Sengkarut Gurita Bisnis Kebun di Sabungan Labusel

Rabu, 7 Okt 2026 - 19:54 WIB