Imbau Wartawan Indonesia Upgrade Pengetahuan

Sabtu, 30 Juli 2022 - 15:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana UKW Diselenggarakan PWI-SPS Sumut pada hari kedua, Sabtu (30/7), di Le Polonia Hotel, Medan, dihadiri Direktur UKW PWI Prof DR Rajab Ritonga MSi. Foto:D|maruli agus salim

Suasana UKW Diselenggarakan PWI-SPS Sumut pada hari kedua, Sabtu (30/7), di Le Polonia Hotel, Medan, dihadiri Direktur UKW PWI Prof DR Rajab Ritonga MSi. Foto:D|maruli agus salim

Medan-Mediadelegasi: Direktur Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Persatuan Wartawan Indonesia Prof DR Rajab Ritonga MSi mengimbau wartawan Indonesia terus meng – upgrade pengetahuan agar tetap tampil profesional menghadapi perkembangan jaman.

“Wartawan Indonesia harus tetap mematuhi Kode Etik Jurnalistik, memahami UU Pers dan santun dalam menulis berita,” tegas Rajab Ritonga, saat menutup secara resmi pelaksanaan UKW diselenggarakan PWI Perwakilan Sumut-Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumut, Sabtu (30/7), di Hotel Le Polonia Medan.

Rajab mengakui, kesejahteraan wartawan masih paling memprihatinkan dibanding profesi lainnya. “Belum lagi, di lapangan rentan menghadapi banyak masalah, sehingga wartawan perlu meng – upgrade pengetahuan, salah satunya lewat UKW yang dilaksanakan selama dua hari ini,” sebut Rajab Ritonga.

Menurutnya, dengan berakhirnya UKW angkatan 630-631 secara nasional atau angkatan 41-42 di Sumut, total wartawan kompeten jenjang Muda, Madya dan Utama secara nasional baru mencapai 15.503 wartawan dari 20 ribuan wartawan anggota PWI.

BACA JUGA: Kominfo Sumut: Ciptakan Jurnalis Kompeten dan Bermartabat

Melihat jumlah portal berita secara acak mencapai 120 ribu website, kata Rajab, jika diestimasi setiap portal mempekerjakan sedikitnya tiga orang wartawan, berarti wartawan di Indonesia ada 40 ribuan, jika dikurang 15.503 wartawan kompeten ditambah dengan yang diuji 29 lembaga lainnya di bawah Dewan Pers, berarti masih cukup besar jumlah wartawan yang beroperasi belum kompeten.

BACA JUGA:  Ketua PWI Sumut: Ada Kelompok Tertentu Tak Ingin Kegiatannya Diberitakan

Pada bagian lain, Rajab Ritonga menyampaikan ucapan terimakasih kepada PWI-SPS Sumut yang telah menyelenggarakan UKW Angkatan 41-42 serta kepada enam penguji dan pemagang UKW di PWI Sumut, kemudian penguji yang didatangkan dari PWI Kepri dan PWI Aceh untuk memenuhi pelaksanaan sepuluh kelas UKW di Hotel Le Polonia Medan itu.

Rekomendasi Kompeten

Sebelumnya Anggota Komisi UKW PWI, Dr Dedi Syahputra, mengumumkan peserta UKW PWI-SPS Sumut Angkatan 41-42 berjumlah 60 pendaftar, absen tiga orang, dapat direkomendasikan kompeten kepada Dewan Pers sebanyak 48 orang. “Ada sembilan orang dinyatakan belum kompeten ditambah tiga orang absen,” terangnya.

Penutupan UKW itu menampilkan pesan kesan peserta oleh Abyadi Siregar, peserta UKW Jenjang Utama. Dia mengakui, meski usia kompetensi Madya miliknya boleh dibilang cukup lama, namun tetap merasa was-was dan kuatir mengikuti UKW jenjang utama itu. “Saya sangat was-was, kalau sampai saya tak direkomendasikan kompeten, itu pasti viral,” ungkap Abyadi Siregar yang masih aktif sebagai Kepala Ombudsman Perwakilan Sumut itu.

BACA JUGA:  Dr. Lambok Sidabutar Jadi JPU Sidang Korupsi DLH Sumut

Menurut Abyadi, Pra UKW yang diselenggarakan PWI-SPS sehari sebelum pelaksanaan UKW dirasakannya sangat membantu membuka cakrawala dan arah konsentrasi mengambil jenjang tertinggi UKW itu. “Jadi, hemat saya, pelaksanaan pra UKW harus tetap dilaksanakan pada masa mendatang, karena sangat membantu dan memfokuskan pikiran peserta,” ujar Abyadi menanggapi kekesalan H Farianda Putra Sinik SE, Ketua PWI Sumut-Ketua SPS Sumut yang meluap karena capaian kompeten dalam UKW Angkatan 41-42 itu tidak mencapai 100 persen.

Farianda dalam sambutan penutupan UKW itu meluapkan kekesalannya. “Kalau pelaksanaan waktu lalu, tanpa dibekali dengan Pra UKW, yang tak kompeten paling banyak empat orang, UKW hari ini malah yang gagal mencapai 9 orang,” katanya.

Farianda pun meminta mempertimbangkan pelaksanaan Pra UKW di masa mendatang. “Perlu kita evaluasi pra UKW ini, apa yang salah. Jika memang dirasa tak membantu, pra UKW ditiadakan saja,” ketusnya. D|Red-06

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN
Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!
BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal
Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031
Dua Kepala Lingkungan di Medan Ditangkap Terkait Narkoba, Satu Bawa 600 Butir Ekstasi
Inspektorat Kota Medan Bungkus Rapi Temuan BPK
Dinyatakan Mampu Padahal Hidup Pas-pasan, Ibu Nelayan Banding Desil Demi Anak Dapat KIP Kuliah
ISMI Sumut: Sangat Pantas, Ada Jl Ahmad Baqi di Medan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 19:11 WIB

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Rabu, 16 September 2026 - 16:11 WIB

Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!

Selasa, 15 September 2026 - 14:31 WIB

BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal

Sabtu, 5 September 2026 - 16:12 WIB

Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031

Sabtu, 5 September 2026 - 14:27 WIB

Dua Kepala Lingkungan di Medan Ditangkap Terkait Narkoba, Satu Bawa 600 Butir Ekstasi

Berita Terbaru

Kota Medan

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Sabtu, 19 Sep 2026 - 19:11 WIB

KPK Dalami Dugaan Aliran Uang dalam Kasus HGB. Foto: Ist.

Nasional

KPK Temukan Petunjuk Aliran Uang Kasus HGB Bogor

Sabtu, 19 Sep 2026 - 13:54 WIB