China meningkatkan tari 85% untuk barang-barang AS

- Penulis

Kamis, 10 April 2025 - 10:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ist

Foto: Ist

Jakarta-Mediadelegasi: China membalas kebijakan tarif baru Amerika Serikat dengan mengenakan bea masuk 85% untuk barang-barang dari AS, efektif mulai 10 April 2025. Langkah ini merupakan respons atas keputusan Presiden Donald Trump yang menerapkan tarif timbal balik kepada sejumlah mitra dagang global, termasuk China.

Konflik dagang antara AS dan China semakin meningkat sejak Trump kembali menduduki Gedung Putih pada Januari 2025. AS telah menerapkan tarif timbal balik kepada sejumlah mitra dagang global, termasuk China, yang kemudian membalas dengan tarif yang lebih tinggi.

China meningkatkan tarifnya dari 34% menjadi 85% untuk barang-barang AS, memperumit perang dagang antara dua ekonomi terbesar di dunia. Pemerintah China juga akan memulai investigasi anti-monopoli terhadap Google milik Alphabet dan memasukkan beberapa perusahaan AS ke dalam “daftar entitas tidak dapat diandalkan”.

BACA JUGA:  Kuasa Hukum Tom Lembong Ajukan Praperadilan, Minta Status Tersangka Korupsi Gula Dibatalkan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kekacauan tarif terus membebani pasar keuangan, dengan pasar saham AS dan Eropa melemah. Harga batu bara dan CPO juga anjlok akibat kebijakan tarif ini. Sekitar 70 negara telah menghubungi pemerintah AS untuk membuka pembicaraan tarif, namun China tetap menolak untuk mengalah.

Industri Perdagangan China menyebut ancaman eskalasi sebagai “kesalahan di atas kesalahan”. Perang dagang antara AS dan China semakin memanas, dan dampaknya dapat dirasakan di seluruh dunia.

Perang dagang ini dapat berdampak pada perekonomian global, termasuk penurunan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan harga barang. China dan AS harus mencari solusi untuk mengakhiri perang dagang ini dan mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.

BACA JUGA:  Polri dan KPK Diminta Uji Forensik Dokumen Lelang Proyek JRSCA Rp 104,7 M

Dalam beberapa bulan terakhir, China dan AS telah melakukan beberapa putaran perundingan untuk mencapai kesepakatan, namun belum ada hasil yang signifikan. Apakah China dan AS dapat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang ini, ataukah konflik ini akan terus berlanjut?.D|Red

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda
Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng
Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir
Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026
Pemerintah Gelar Sidang Isbat: Menanti Keputusan Resmi Awal Ramadan 1447 H
Prabowo Jamin Stabilitas Pasar Modal Pasca-Mundurnya Petinggi OJK dan BEI
Pemkab Tapanuli Utara Paparkan Manajemen Talenta ASN di BKN Pusat
Tapanuli Utara Raih Penghargaan UHC Awards Kategori Madya

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 09:54 WIB

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:34 WIB

Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng

Senin, 23 Februari 2026 - 11:18 WIB

Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:29 WIB

Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026

Selasa, 17 Februari 2026 - 11:07 WIB

Pemerintah Gelar Sidang Isbat: Menanti Keputusan Resmi Awal Ramadan 1447 H

Berita Terbaru