Distribusi Pupuk Bersubsidi Masih Bermasalah, DPR Minta Perbaikan

- Penulis

Rabu, 7 Mei 2025 - 15:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Foto : Ist.)

Ilustrasi (Foto : Ist.)

Jakarta-Mediadelegasi : Anggota Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR Shohibul Imam menyoroti masalah distribusi pupuk bersubsidi yang menjadi perhatian utama di sektor pertanian. Ia mengapresiasi pemerintah yang telah berupaya membenahi persoalan ini dengan menyederhanakan proses penyaluran pupuk.

Namun, Shohibul menyatakan bahwa masih ada permasalahan pendataan yang menyebabkan petani yang tidak berhak mendapatkan pupuk bersubsidi, sementara petani yang berhak tidak mendapatkan alokasi penuh. “Masalahnya kan banyak petani yang tidak mendapatkan pupuk bersubsidi karena salah pendataan,” ujar Shohibul.

Shohibul juga menyebutkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menemukan penyaluran pupuk urea bersubsidi yang tidak sesuai ketentuan dan tidak tepat sasaran. Pemeriksaan tersebut dilakukan pada beberapa perusahaan pupuk, termasuk PT Pupuk Indonesia dan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.

BACA JUGA:  KPK Ungkap Dua Klaster Penerimaan dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan

Pemeriksaan BPK juga menemukan bahwa belum diterimanya ganti rugi atas koreksi penagihan pembayaran pupuk bersubsidi. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada permasalahan dalam sistem distribusi pupuk yang perlu diperbaiki.

Shohibul berharap peran Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dapat membantu melakukan audit untuk menghasilkan kebijakan yang menguntungkan petani. “Selain menunggu audit dari BPK, peran BPKP dalam membantu melakukan audit juga patut diapresiasi,” ujar Shohibul.

Shohibul juga berharap pemerintah dapat terus memperbaiki sistem distribusi pupuk untuk memastikan bahwa pupuk bersubsidi tepat sasaran dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani. “Kita perlu memastikan bahwa pupuk bersubsidi dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani,” kata Shohibul.

Permasalahan distribusi pupuk bersubsidi ini menjadi perhatian serius karena dapat mempengaruhi produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Shohibul berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki sistem distribusi pupuk.

BACA JUGA:  KPU Serahkan Salinan Ijazah Jokowi, Komisi II DPR Pertanyakan Konsistensi Pernyataan

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah berupaya meningkatkan produksi pupuk dan memperbaiki sistem distribusi pupuk. Namun, masih ada permasalahan yang perlu diperbaiki untuk memastikan bahwa pupuk bersubsidi tepat sasaran.

Shohibul juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam sistem distribusi pupuk. “Kita perlu memastikan bahwa sistem distribusi pupuk transparan dan akuntabel untuk mencegah penyalahgunaan pupuk bersubsidi,” ujar Shohibul.

Dengan perbaikan sistem distribusi pupuk, Shohibul berharap dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. “Kita perlu bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan meningkatkan produktivitas pertanian,” kata Shohibul. D|Red.

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atasi Ketidaksinkronan Regulasi, Pemerintah Putuskan Nasib Kapasitas Produksi PT Aqua Farm Nusantara
​Kejagung Pastikan BPK Bukan Satu-Satunya Lembaga yang Berwenang Hitung Kerugian Negara
Bukan Sekadar Korupsi, Prof. Didik Rachbini Sebut Era Nadiem Rusak Tata Kelola Pendidikan
​Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Langsung Peluk Istri dan Orangtua
kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda
Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng
Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir
Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:14 WIB

Atasi Ketidaksinkronan Regulasi, Pemerintah Putuskan Nasib Kapasitas Produksi PT Aqua Farm Nusantara

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:07 WIB

​Kejagung Pastikan BPK Bukan Satu-Satunya Lembaga yang Berwenang Hitung Kerugian Negara

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:16 WIB

Bukan Sekadar Korupsi, Prof. Didik Rachbini Sebut Era Nadiem Rusak Tata Kelola Pendidikan

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:50 WIB

​Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Langsung Peluk Istri dan Orangtua

Jumat, 24 April 2026 - 09:54 WIB

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda

Berita Terbaru