Wabup Deli Serdang Lom Lom Suwondo Klarifikasi soal “Kabupaten Nahdliyin”

- Penulis

Kamis, 29 Mei 2025 - 21:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arsip foto -   Wakil Bupati  Deli Serdang Lom Lom Suwondo (kedua kiri)   berdialog dengan perwakilan massa dari  organisasi Islam Al Washliyah  saat terjadi unjuk rasa di depan kantor bupati Deli Serdang, Lubuk Pakam, Senin (26/5). Foto: ist

Arsip foto - Wakil Bupati  Deli Serdang Lom Lom Suwondo (kedua kiri) berdialog dengan perwakilan massa dari organisasi Islam Al Washliyah saat terjadi unjuk rasa di depan kantor bupati Deli Serdang, Lubuk Pakam, Senin (26/5). Foto: ist

Medan-Mediadelegasi:   Wakil Bupati (Wabup) Deli Serdang, Lom Lom Suwondo menyampaikan klarifikasi soal  pernyataannya yang menyebut Deli Serdang sebagai “Kabupaten Nahdliyin” viral dan memicu polemik di tengah masyarakat, khususnya saat aksi unjuk rasa kader Al-Washliyah di Lubukpakam pada Senin (26/5).

Terkait pernyataan tersebut, Lom Lom menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat sedikit pun untuk mengadu-domba atau menyinggung pihak tertentu, seperti dikutip Mediadelegasi  Medan dari akun Instagram resmi Pemkab Deli Serdang, Kamis (29/5).

“Saya tidak pernah memiliki niat atau ekspektasi apapun untuk mengaitkan kata Kabupaten Nahdliyin kepada pihak atau golongan manapun. Saya mohon maaf apabila ucapan saya menimbulkan multitafsir di tengah masyarakat,” ujar Lom Lom.

Menurutnya,  istilah Nahdliyin dan Nahda berasal dari bahasa Arab yang ia pahami sebagai bentuk cinta damai dan kebangkitan menuju kesejahteraan.

BACA JUGA:  ETLE Statis dan Mobile Siap Beroperasi, Jangan Sembarangan Masuk Medan

“Menurut pemahaman saya dalam proses saya mengaji, kata Nahdliyin bermakna cinta damai dan kebangkitan kesejahteraan. Maka maksud saya, Deli Serdang adalah kabupaten yang cintai damai,”  paparnya.

Jika ada pihak merasa tersinggung dan menimbulkan multitafsir,  Lom Lom  menyampaikan permintaan maaf.

Diakuinya, pernyataan soal ” Kabupaten Nahdliyin ” tersebut juga sempat viral dan memicu  polemik di tengah masyarakat.

“Pada kesempatan sore ini saya sampaikan saya tidak pernah memiliki atau berniat atau memiliki ekspektasi apapun untuk mengadu-domba dan melibatkan atau mengaitkan arti kata Kabupaten Nahdliyin kepada pihak manapun atau golongan manapun,” tuturnya.

Sebagai informasi, Wakil Bupati, Lom Lom Suwondo menyebut Kabupaten Deli Serdang sebagai Kabupaten Nahdliyin saat menerima massa pengunjuk rasa yang mengatasnamakan kader Al Washliyah, di  komplek perkantoran Pemkab Deli Serdang.

BACA JUGA:  Kepala Perwakilan Bank Dunia Kunjungi Kabupaten Humbahas

Massa pengunjuk rasa ketika itu mempersoalkan keberadaan bangunan di komplek perkantoran Pemkab Deli Serdang yang  dianggap berada di tanah milik Al-Washliyah.

“Ini adalah Kabupaten Nahdliyin, saudara saudara, kalau saudara adalah Al-Washliyah, silahkan baca ini Kabupaten Nahdliyin,” ujar Lom Lom ketika itu kepada massa pengunjuk rasa.

Usai menerima massa pengunjuk brasa, Lom Lom mengaku mengutarakan hal itu karena peserta demo melakukan pelemparan hingga merusak pagar.

Dia juga menyampaikan bahwa pernyataannya itu sama sekali tidak ada dilatarbelakangi maksud membandingkan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) dengan Al-Wasliyah. D|Red

Baca  artikel menarik lainnya dari mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Air Mineral Rp1 Miliar Setahun di Pemko Medan Disorot, Gen Z Sumut : “Mungkin Makhluk Halus Ikut Minum”
Zakiyuddin: Soal Sekda Tak Perlu Dibicarakan, Mekanismenya Sudah Diatur
Kritik Kebijakan Pemerintah, Ratusan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Sumut
Sorotan Kasus RS Islam Malahayati: Dugaan Malpraktik, Pembayaran Gelap, Dinkes Sumut Minta Maaf dan Minta Kemenkes Bertindak
Robi Barus Sosialisasikan Perda Perlindungan Anak di Helvetia
Ruko Penjual Bensin Eceran dan Elpiji di Medan Terbakar Hebat, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Manajemen Rumah Sakit Islam Malahayati Medan Bungkam Soal “Mal Praktik” dan Pembayaran Administrasi Pasien ke Rekening Pribadi Prof dr RD
Rico Waas Masih Bungkam Soal Kasus di Dishub Medan, Mahasiswa Gelar Unjukrasa
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:47 WIB

Air Mineral Rp1 Miliar Setahun di Pemko Medan Disorot, Gen Z Sumut : “Mungkin Makhluk Halus Ikut Minum”

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:18 WIB

Zakiyuddin: Soal Sekda Tak Perlu Dibicarakan, Mekanismenya Sudah Diatur

Senin, 15 Juni 2026 - 17:14 WIB

Kritik Kebijakan Pemerintah, Ratusan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Sumut

Senin, 15 Juni 2026 - 14:48 WIB

Sorotan Kasus RS Islam Malahayati: Dugaan Malpraktik, Pembayaran Gelap, Dinkes Sumut Minta Maaf dan Minta Kemenkes Bertindak

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:43 WIB

Robi Barus Sosialisasikan Perda Perlindungan Anak di Helvetia

Berita Terbaru

Foto : Hamid Rijal, SKM, M.Kes sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumut (Kanan)

Sumatera Utara

Janji Tinggal Janji, Hasil Investigasi RS Citra Medika Mengambang

Jumat, 19 Jun 2026 - 16:35 WIB