Bulog Lanjutkan Program SPHP untuk Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan

- Penulis

Jumat, 15 Agustus 2025 - 14:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bulog terus menjalankan program stabilisasi pasokan dan harga pangan(SPHP)
(foto:ist)

bulog terus menjalankan program stabilisasi pasokan dan harga pangan(SPHP) (foto:ist)

Jakarta-Mediadelegasi : Menjelang peringatan 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, situasi pangan nasional menunjukkan tren positif. Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijalankan Badan Urusan Logistik (Bulog) secara masif di seluruh wilayah mulai membuahkan hasil nyata.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, sejak awal Agustus 2025, Bulog telah menggelontorkan beras SPHP secara serentak di seluruh Indonesia. Hasilnya mulai terasa, harga kembali terkendali, pasokan aman, dan kepanikan masyarakat mereda.

Ahmad menegaskan, capaian itu merupakan bentuk komitmen Bulog untuk memastikan rakyat mendapat akses pangan dengan harga terjangkau. Prinsip Bulog sederhana, yakni melindungi petani agar harga di tingkat produksi tetap menguntungkan, sekaligus memastikan konsumen mendapatkan harga yang wajar.

BACA JUGA:  Vanessa Angel dan Suami Meninggal Dunia

Dengan stok nasional yang kuat, Bulog optimis tren positif itu akan terus berlanjut hingga akhir tahun. Dengan stok aman, distribusi lancar, dan harga yang mulai terkendali, Bulog memastikan masyarakat dapat menyongsong peringatan kemerdekaan dengan rasa tenang.

Berdasarkan data terkini, stok beras yang dikelola Bulog berada pada level aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun. Di sisi lain, harga gabah kering panen (GKP) di berbagai daerah produsen mulai menunjukkan tren penurunan. Penurunan harga GKP dipicu bertambahnya pasokan gabah seiring masuknya musim panen di sentra-sentra produksi padi. Selain itu, intervensi besar-besaran Bulog melalui penyaluran Bantuan Pangan alokasi Juni-Juli juga mempengaruhi penurunan harga beras.

BACA JUGA:  Misi Paus Fransiskus ke Indonesia

Bulog juga melakukan penyaluran beras SPHP melalui tujuh saluran strategis, yang berdampak nyata pada penurunan harga beras medium di tingkat konsumen di 19 provinsi. Harga beras turun signifikan di wilayah-wilayah tersebut, sehingga meringankan beban masyarakat dan pedagang kecil.

Dengan demikian, Bulog memastikan bahwa program SPHP akan terus dilanjutkan secara konsisten hingga akhir 2025 agar stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga di seluruh pelosok negeri. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Korlantas Polri Memutuskan Menunda Pelaksanaan Operasi Patuh 2026
Mulai 8 Hingga 21 Juni 2026 Operasi Patuh Digelar Serentak se-Indonesia, Nomor Plat Kendaraan Jadi Prioritas Utama
Daftar Final 23 Pemain Timnas Indonesia: Debut Mathew Baker & Kembalinya Marselino Ferdinan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:30 WIB

​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:26 WIB

Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN

Senin, 8 Juni 2026 - 13:02 WIB

Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS

Berita Terbaru