5 Gebrakan Kontroversial Purbaya yang Belah Publik

Minggu, 14 September 2025 - 15:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

5 Gebrakan Kontroversial Purbaya yang Belah Publik

5 Gebrakan Kontroversial Purbaya yang Belah Publik

Jakarta-Mediadelwgasi: Belum genap sebulan menjabat, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menjelma menjadi figur paling kontroversial sekaligus paling dibicarakan di kabinet Prabowo.

Dengan gaya blak-blakan dan kebijakan ‘koboy’, ia sukses mengguncang panggung politik dan ekonomi, membelah netizen menjadi dua kubu yakni yang mendukungnya yang menyebutnya “gercep” (gerak cepat) namun ada juga yang pencibir yang menudingnya hanya “omdo” alias bakal omong doang.

Dari menyalahkan “rezim lama” hingga kebijakan terbaru dengan “menyiram” uang triliunan, inilah lima gebrakan viral Purbaya dalam sepekan terakhir yang membuatnya dijuluki “menteri rasa oposisi”

1. Ungkap kondisi sebenarnya: ‘Kita Santai-santai, Sistem Kering!’

Gebrakan pertama dan paling mengguncang adalah pengakuannya yang tanpa tedeng aling-aling di hadapan DPR. Ia secara terbuka mengakui kesalahan fatal pemerintah sebelumnya yang terlalu “santai” membelanjakan anggaran, menyebabkan peredaran uang macet dan ekonomi “kering kerontang”.

Pengakuan ini sangat langka dan membuatnya dipuji karena transparan, sekaligus dikritik karena mengambinghitamkan.

BACA JUGA:  Siapkan Berkasmu!!! Ada Beasiswa bagi Guru SLB SD hingga SMA, Ini Syarat dan Cara Daftar

2. Aksi Kilat Kucurkan Rp200 Triliun ke Sistem

Setelah membongkar masalah, Purbaya langsung menawarkan solusi super cepat. Ia berjanji akan menyuntikkan dana tunai pemerintah sebesar Rp200 Triliun yang “parkir” di Bank Indonesia kembali ke sistem perekonomian keesokan harinya

Janji yang sangat spesifik dan cepat ini menjadi viral, dipuji sebagai bukti keseriusan sekaligus dicibir sebagai janji yang terlalu muluk.

3. Menuding Bank Sentral Ikut Bikin ‘Kering’

Tak hanya pemerintah sebelumnya, Purbaya juga tak segan “menyentil” institusi sekelas Bank Indonesia (BI). Dalam rapat yang sama, ia menyatakan bahwa “bank sentral kita juga sama”, menyiratkan bahwa kebijakan moneter BI ikut andil dalam membuat likuiditas di dalam negeri seret. “Serangan” terhadap independensi BI ini membuat banyak ekonom menahan napas.

4. ‘Menteri Rasa Oposisi’: Mengkritik dari Dalam

Gaya komunikasi Purbaya yang sangat terbuka dalam mengkritik kebijakan masa lalu membuatnya mendapatkan julukan baru dari netizen yakni “menteri rasa oposisi”.

BACA JUGA:  Tragedi di Sudirman: Pesepeda Tewas Tabrak Bus TransJakarta

Ia seolah bertindak seperti seorang pengkritik pemerintah, padahal ia adalah bagian dari pemerintah itu sendiri. Gaya ini dipandang sebagai angin segar oleh sebagian, namun dianggap tidak etis dan berbahaya bagi soliditas kabinet oleh sebagian lainnya.

5. Membelah Publik: Kubu ‘Gercep’ vs. Kubu ‘Omdo’

Puncaknya, semua gebrakan ini berhasil membelah publik.

Kubu Pro (‘Gercep’) yakni mereka melihat Purbaya sebagai figur yang dibutuhkan Indonesia saat ini—pemimpin yang berani, tegas, transparan, dan berorientasi pada aksi cepat.

Sementara Kubu Kontra (‘Omdo’) yakni mereka melihat Purbaya sebagai populis yang hanya mencari sensasi. Mereka menunggunya untuk membuktikan ucapannya, bukan sekadar “omong doang”.

Pada akhirnya, Purbaya Yudhi Sadewa telah berhasil melakukan sesuatu yang jarang bisa dilakukan seorang Menteri Keuangan yakni membuat isu ekonomi menjadi tontonan drama politik yang seru dan relevan bagi semua orang.D|Red

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

j

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur
Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara
Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:15 WIB

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:19 WIB

Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:17 WIB

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Berita Terbaru

Kabupaten Labuhan Batu Utara

Tindaklanjuti Instruksi DPP, Golkar Labura Gelar Pleno Persiapan Musda 2026

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:53 WIB

Foto: Jilbab berlogo bordir “Asri” hasil pengadaan Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Deli Serdang sebanyak 15.000 lembar senilai Rp525 juta. Harga satuan yang ditetapkan Rp35.000 disorot JIPI karena dinilai jauh lebih tinggi dari harga pasar sejenis yang diperkirakan hanya sekitar Rp15.000 per lembar.

Kabupaten Deli Serdang

Jilbab Rp525 Juta, Kainnya yang Mahal atau Angkanya yang Bikin Bertanya?

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:16 WIB