Medan-Mediadelegasi: Kepolisian Resor Medan Timur mencabut status tersangka terhadap Mawardi alias Ardi (61) yang mendorong Lurah Perintis Muhammad Fadli hingga masuk parit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Informasi yang dihimpun Mediadelegasi, Jumat (17/10), perdamaian antara kedua pihak telah dilakukan di Mapolsek Medan Timur, disaksikan langsung Camat Medan Timur Noor Alfi Pane, beserta keluarga Mawardi, Kamis (16/10).
Mawardi beserta keluarga menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi, Senin (13/10) lalu.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyambut baik dan mendukung penuh upaya perdamaian antara Lurah Perintis, Kecamatan Medan Timur Muhammad Fadli dengan salah seorang warganya bernama Mawardi.
“Saya mendukung penuh langkah perdamaian yang telah dilakukan. Ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Saya berharap kejadian serupa tidak terulang kembali,” kata Rico Waas.
Sebelumnya, Lurah Perintis, Muhammad Fadli membenarkan bahwa Mawardi telah menyesali perbuatannya sehingga akhirnya kedua pihak sepakat melakukan perdamaian .
Dalam perdamaian yang telah disepakati tersebut, kata dia, Mawardi menandatangani surat pernyataan berisi beberapa poin yang harus dipenuhinya, di antaranya tidak lagi memasang polisi tidur tanpa izin.
Kemudian, tidak meletakkan gundukan tanah di depan rumah, tidak membuang sampah sembarangan, dan bersedia membongkar sendiri bangunan yang berdiri di atas fasilitas umum Jalan Madukuro.
Menurut Fadli, poin-poin dalam surat pernyataan tersebut, merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat sekitar yang selama ini telah beberapa kali menyampaikan keluhan ke Kantor Kelurahan Perintis.
Seperti diketahui, insiden antara Fadli dan Mawardi terjadi, Senin (13/10). Saat itu, Fadli menindaklanjuti laporan warga mengenai seringnya ban kendaraan bocor di Jalan Madukuro akibat paku yang tertancap di polisi tidur dari ban bekas yang dipasang Mawardi.
Saat membongkar polisi tidur tersebut, Fadli dan Mawardi sempat terlibat adu argumen hingga terjadi dorongan yang membuat Fadli terjatuh ke parit dan mengalami luka di bagian tangan.
Kini, setelah perdamaian dicapai, suasana di lingkungan Jalan Madukuro kembali kondusif.
Semua pihak sepakat untuk menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran bersama bahwa komunikasi dan musyawarah tetap menjadi jalan terbaik untuk menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat. D|red












