Tragedi di Nduga: Korban Berjatuhan Akibat Perang Saudara, Evakuasi Mendesak Dilakukan

Rabu, 12 November 2025 - 13:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polres Nduga bersama tenaga medis dan pihak terkait bergerak cepat mengevakuasi para korban ke RSUD Timika, Kabupaten Mimika untuk mendapat penanganan medis, Selasa (11/11/2025). Foto: Ist.

Polres Nduga bersama tenaga medis dan pihak terkait bergerak cepat mengevakuasi para korban ke RSUD Timika, Kabupaten Mimika untuk mendapat penanganan medis, Selasa (11/11/2025). Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Situasi mencekam terjadi di Distrik Kora, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, setelah pecah perang saudara antarkelompok warga yang menimbulkan sejumlah korban luka. Menyikapi kondisi tersebut, Polres Nduga bersama tenaga medis dan pihak terkait bergerak cepat mengevakuasi para korban ke RSUD Timika, Kabupaten Mimika untuk mendapat penanganan medis, Selasa (11/11/2025).

Evakuasi dilakukan melalui Bandara Kenyam menggunakan pesawat Caravan Smart Air PK-SNW. Proses pemindahan para korban dilakukan dengan pengamanan ketat polisi agar situasi tetap kondusif di tengah ketegangan yang masih terasa.

Peristiwa bentrokan antarkelompok warga ini menyebabkan beberapa orang terluka, termasuk anak-anak yang terjadi pada Minggu (9/11/2025).

Pascabentrokan, aparat keamanan langsung diterjunkan untuk mengamankan lokasi dan mencegah konflik meluas ke kampung lain. Hingga kini, situasi di Distrik Kora dilaporkan berangsur kondusif namun tetap dalam pengawasan.

Kapolres Nduga, AKBP Alfredo Rumbiak, memimpin langsung proses evakuasi dari Bandara Kenyam. Dia menegaskan langkah cepat ini dilakukan sebagai wujud tanggung jawab kemanusiaan Polri terhadap korban konflik.

BACA JUGA:  Diplomasi Hormuz Amankan Tanker Pertamina dari Konflik

“Evakuasi korban luka ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan. Kami pastikan seluruh proses berjalan aman dan tertib agar para korban segera mendapatkan penanganan medis di Timika,” ujar AKBP Alfredo.

Dia menambahkan, upaya penyelamatan korban menjadi prioritas utama di tengah kondisi sosial yang masih rentan.

Dalam evakuasi tahap pertama, sebanyak tujuh korban luka dan empat pendamping diterbangkan dari Bandara Kenyam menuju Bandara Moses Kilangin, Kabupaten Mimika.

Setibanya di Timika, seluruh korban langsung dibawa ke RSUD Timika untuk menjalani perawatan medis lanjutan. Rencana evakuasi tahap berikutnya akan dilaksanakan pada hari berikutnya bagi korban lain di wilayah Nduga.

Selain fokus pada penanganan korban, Polres Nduga bersama tokoh masyarakat dan aparat pemerintah daerah terus melakukan pendekatan persuasif untuk meredam konflik antarkelompok di Distrik Kora.

BACA JUGA:  Tragedi di Bandara: Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas, Pelaku Ternyata Atlet MMA

“Kami mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi. Polri akan terus hadir memberikan rasa aman serta memastikan upaya penanganan kemanusiaan berjalan dengan baik,” kata AKBP Alfredo.

Kapolres Nduga menambahkan, Polri bersama aparat keamanan dan tokoh masyarakat terus berupaya meredam konflik antarkelompok warga di Distrik Kora agar situasi kembali kondusif.

“Kami mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi. Polri akan terus hadir memberikan rasa aman serta memastikan upaya penanganan kemanusiaan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat di luar Distrik Kora untuk tidak memperkeruh suasana dengan menyebarkan informasi yang tidak benar atau provokatif. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PN Jaksel Tolak Praperadilan Lodewyk Pusung: Tak Berwenang Mengadili Perkara Dugaan Korupsi MBG
MK Kabulkan Sebagian Uji Materi MBG: Anggaran Harus Dipisah dari Pos Pendidikan Mulai 2028
Totok Suharyanto Kunjungi Kejagung, Disebut Silaturahmi Meski Bayang Kasus Febrie Adriansyah Membayangi
KY Temukan Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hakim Perkara Andrie Yunus dan Nadiem Makarim
KPK Bongkar Dua Klaster Korupsi Pemalang: Oknum Pegawai Sendiri Ikut Tersangka Pemerasan
Wamenaker Afriansyah Noor: Industri Wajib Beri Manfaat Nyata, Utamakan Tenaga Kerja Lokal
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Resmi Ditahan KPK Usai Terjaring OTT, Minta Maaf dan Bantah Jual Beli Jabatan
Kemnaker Gandeng BINUS-Microsoft Lewat GreatNusa, Perkuat Kompetensi AI Talenta Digital Indonesia
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:36 WIB

PN Jaksel Tolak Praperadilan Lodewyk Pusung: Tak Berwenang Mengadili Perkara Dugaan Korupsi MBG

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:29 WIB

MK Kabulkan Sebagian Uji Materi MBG: Anggaran Harus Dipisah dari Pos Pendidikan Mulai 2028

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:33 WIB

KY Temukan Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hakim Perkara Andrie Yunus dan Nadiem Makarim

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:45 WIB

KPK Bongkar Dua Klaster Korupsi Pemalang: Oknum Pegawai Sendiri Ikut Tersangka Pemerasan

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:38 WIB

Wamenaker Afriansyah Noor: Industri Wajib Beri Manfaat Nyata, Utamakan Tenaga Kerja Lokal

Berita Terbaru

Foto: Hendra

Kabupaten Deli Serdang

Kreatif! Mahasiswa UNIMED Olah Daun Kelor Jadi Donat

Kamis, 30 Jul 2026 - 18:13 WIB