Kepala BGN Salahkan Petani Atas Insiden Keracunan di Program Makan Bergizi Gratis

- Penulis

Selasa, 18 November 2025 - 15:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BGN Salahkan Petani Atas Insiden Keracunan di Program Makan Bergizi Gratis. Foto: Ist.

Kepala BGN Salahkan Petani Atas Insiden Keracunan di Program Makan Bergizi Gratis. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Insiden keracunan yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai reaksi keras dari berbagai pihak. Di tengah upaya mencari penyebab pasti dan solusi untuk mencegah kejadian serupa, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, justru melontarkan pernyataan kontroversial dengan menyalahkan petani.

Dalam keterangannya, Dadan Hindayana menyatakan bahwa insiden keracunan tersebut disebabkan oleh praktik pertanian yang tidak tepat, di mana petani terlalu banyak memberikan nitrogen pada tanaman. Akibatnya, hasil panen mengandung kadar zat kimia yang berbahaya dan menyebabkan keracunan pada peserta program MBG.

Pernyataan Dadan Hindayana ini sontak menuai kecaman dari berbagai kalangan, terutama dari para petani dan organisasi pertanian. Mereka menilai bahwa pernyataan tersebut tidak berdasar dan cenderung menyudutkan petani sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Ketua Asosiasi Petani Indonesia (API), mengungkapkan kekecewaannya atas pernyataan Kepala BGN tersebut. Menurutnya, petani selalu berupaya untuk menghasilkan produk pertanian yang berkualitas dan aman bagi konsumen. Namun, faktor-faktor lain seperti penggunaan pestisida yang tidak tepat atau proses pengolahan yang kurang higienis juga dapat menjadi penyebab keracunan.

BACA JUGA:  BI Siaga Jaga Rupiah, Pelemahan Dipicu Konflik Timur Tengah dan Lonjakan Kebutuhan Dolar

“Kami sangat menyayangkan pernyataan Kepala BGN yang menyalahkan petani. Kami selalu berusaha untuk menghasilkan produk pertanian yang terbaik, tapi kami juga membutuhkan dukungan dari pemerintah dalam hal pelatihan, teknologi, dan pengawasan,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat kebijakan publik menilai bahwa pernyataan Kepala BGN tersebut tidak etis dan tidak bertanggung jawab. Seharusnya, sebagai pejabat publik, Dadan Hindayana lebih berhati-hati dalam memberikan pernyataan dan tidak menyalahkan pihak tertentu tanpa adanya bukti yang kuat.

“Pernyataan Kepala BGN ini sangat disayangkan. Seharusnya, dia fokus pada upaya mencari solusi dan memperbaiki sistem pengawasan program MBG, bukan malah menyalahkan petani,” katanya.

Insiden keracunan dalam program MBG ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut. Mulai dari proses pengadaan bahan pangan, pengolahan, hingga distribusi, semuanya harus diawasi dengan ketat untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan yang dikonsumsi oleh peserta program.

BACA JUGA:  OJK Mempermudah Pembiayaan Digital Lewat Aturan Terbaru

Selain itu, pemerintah juga perlu memberikan perhatian lebih kepada para petani dengan memberikan pelatihan dan pendampingan terkait praktik pertanian yang baik dan benar. Dengan demikian, diharapkan petani dapat menghasilkan produk pertanian yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan.

Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dan bertanggung jawab dalam setiap tindakan. Jangan sampai insiden serupa terulang kembali di masa depan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Penipuan Umrah Hanania Group: Korban Capai 687 Orang, Polisi Periksa Saksi Hingga Selebgram
Nadiem Makarim Yakin Bebas Murni: Empat Unsur Korupsi Tak Terbukti, Ini Harapan di Sidang Terakhir
Kemnaker Permudah Pengajuan Job Fair Lewat SIAPkerja, Semua Proses Kini Serba Digital
Karawang Theatre Night Mart Ditutup Sementara: Dugaan Fasilitasi Pesta Gay dan Pelanggaran Izin Usaha
Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2 Km ke Barat Daya
Revisi UU Polri: Batas Usia Pensiun Kapolri Diubah, Bisa Diperpanjang Sesuai Kebutuhan Presiden
KPK Hentikan Penyelidikan Dugaan Korupsi MBG, Langkah Diambil Demi Hindari Dualisme Penyidikan
Operasi Patuh 2026 Resmi Ditunda, Pelaksanaan Diundur Mendekati Momen Nataru
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:34 WIB

Kasus Penipuan Umrah Hanania Group: Korban Capai 687 Orang, Polisi Periksa Saksi Hingga Selebgram

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:25 WIB

Nadiem Makarim Yakin Bebas Murni: Empat Unsur Korupsi Tak Terbukti, Ini Harapan di Sidang Terakhir

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:58 WIB

Kemnaker Permudah Pengajuan Job Fair Lewat SIAPkerja, Semua Proses Kini Serba Digital

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:47 WIB

Karawang Theatre Night Mart Ditutup Sementara: Dugaan Fasilitasi Pesta Gay dan Pelanggaran Izin Usaha

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:11 WIB

Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2 Km ke Barat Daya

Berita Terbaru