Ahli IPB: Kayu Gelondongan di Lokasi Longsor Sumut Berasal dari Campuran Penebangan dan Pohon Tumbang

Kamis, 4 Desember 2025 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahli Kebijakan Hutan IPB University, Prof. Dodik Ridho Nurochmat. Foto: Ist.

Ahli Kebijakan Hutan IPB University, Prof. Dodik Ridho Nurochmat. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Ahli Kebijakan Hutan IPB University, Prof. Dodik Ridho Nurochmat, memberikan penjelasan terkait temuan kayu gelondongan yang terbawa arus saat bencana longsor di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Penjelasan itu ia sampaikan dalam sebuah program televisi nasional pada Minggu (30/11) di Jakarta.

Menurut Prof. Dodik, kayu-kayu besar dan kecil yang tampak berserakan di lokasi bencana tidak berasal dari satu penyebab tunggal. Berdasarkan informasi visual yang beredar di media sosial dan televisi, ia menilai kayu tersebut kemungkinan berasal dari campuran penebangan, pohon tumbang, serta sisa land clearing yang tidak dibersihkan.

“Bisa dari penebangan lama atau pembersihan lahan yang tidak tuntas. Jika terbawa arus air, kayu itu akan mengambang. Namun bisa juga dari penebangan kayu yang baru. Untuk itu harus ada investigasi,” ujarnya. Ia menekankan perlunya penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui asal-usul kayu-kayu tersebut.

Ia belum dapat memastikan apakah kayu tersebut seluruhnya merupakan kayu gelondongan baru atau kayu lama yang terseret arus. Debit air besar saat longsor, kata dia, memungkinkan pohon tumbang ikut hanyut sehingga menambah campuran material kayu di lokasi.

Prof. Dodik juga menjelaskan perbedaan kayu hasil pembalakan dengan kayu tumbang alami. Menurutnya, kayu hasil tebangan pasti memiliki bekas gergaji yang jelas. Sementara kayu yang tumbang alami tidak menunjukkan pola potongan yang rapi. Namun, ia menilai sulit melakukan identifikasi detail hanya dari video atau foto.

BACA JUGA:  Menkes Budi Gunadi: Iuran BPJS Lebih Murah Dari Uang Rokok

“Dari gambar terlihat potongan kayu berukuran kecil dan besar. Tapi tidak bisa dilihat secara detail apakah potongannya rapi atau akibat tumbang alami,” katanya. Ia menekankan perlunya analisis yang lebih mendalam untuk memastikan asal-usul kayu tersebut.

Prof. Dodik juga menekankan perlunya pembenahan tata kelola lingkungan agar kejadian serupa dapat dicegah. Ia mengingatkan bahwa bencana longsor tidak hanya disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga oleh aktivitas manusia yang merusak lingkungan.

Terkait penyebab longsor, Prof. Dodik menyebut kejadian tersebut merupakan kombinasi faktor alam dan faktor manusia. “Ada cuaca ekstrem, kondisi geografis pegunungan, dan kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia,” ujarnya.

Ia menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap regulasi seperti AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan), Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), serta penegakan hukum yang tidak hanya fokus pada denda, tetapi juga pemulihan lingkungan. Ia menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara tegas dan konsisten untuk mencegah kerusakan lingkungan.

BACA JUGA:  Polri Selidiki Asal Kayu Gelondongan di Sungai Garoga, Diduga Terkait Pembukaan Lahan

Menyinggung data deforestasi di Sumatera bagian utara, Prof. Dodik menjelaskan bahwa kehilangan tutupan hutan (forest loss) mencakup degradasi, sementara deforestasi memiliki batasan hukum tersendiri. “Di Indonesia, batasnya 30 persen. Jika kurang dari itu, terjadi deforestasi,” katanya.

Ia mengingatkan agar penurunan tutupan hutan diperhatikan serius karena berdampak pada daya dukung dan daya tampung lingkungan. Ia menekankan bahwa penurunan tutupan hutan dapat menyebabkan bencana alam seperti banjir dan longsor.

Prof. Dodik menutup penjelasan dengan menekankan pentingnya multifungsi hutan dan pemanfaatan hutan yang tetap menjaga keberlanjutan. “Masyarakat harus bisa mengambil manfaat dari hutan tanpa merusaknya,” ujarnya. Ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga kelestarian hutan agar dapat memberikan manfaat bagi generasi sekarang dan mendatang.

Penjelasan Prof. Dodik ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai asal-usul kayu gelondongan yang ditemukan di lokasi bencana longsor di Sumatera Utara. Ia juga mengingatkan akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah aktivitas manusia yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dr. Henry Sinaga Tempuh Jalur Hukum, Gugat Menteri ATR/BPN ke PTUN Jakarta demi Kepastian Hukum Pertanahan
Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo
Jokowi Bungkam soal Penetapan Tersangka Listyo Sigit di Kasus Penyadapan
MKMK Tolak Seluruh Gugatan Etik Terhadap Hakim MK Terkait Perkara Ijazah Gibran
RUU Perampasan Aset Atur Hukuman Mati Koruptor dan Ganti Rugi Korban
Ditemani Mbak Ayang, Jokowi Bawa Ijazah Asli ke Sidang Roy Suryo
Jokowi Ungkap Momen Pertama Tahu Tudingan Ijazah Palsu di Sidang PN Jaktim
Jokowi Tunjukkan Ijazah UGM di Sidang Roy Suryo, Jawab Isu Ijazah Palsu
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:07 WIB

Dr. Henry Sinaga Tempuh Jalur Hukum, Gugat Menteri ATR/BPN ke PTUN Jakarta demi Kepastian Hukum Pertanahan

Kamis, 5 November 2026 - 16:38 WIB

Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo

Kamis, 5 November 2026 - 16:30 WIB

Jokowi Bungkam soal Penetapan Tersangka Listyo Sigit di Kasus Penyadapan

Kamis, 5 November 2026 - 16:22 WIB

MKMK Tolak Seluruh Gugatan Etik Terhadap Hakim MK Terkait Perkara Ijazah Gibran

Kamis, 5 November 2026 - 12:04 WIB

Ditemani Mbak Ayang, Jokowi Bawa Ijazah Asli ke Sidang Roy Suryo

Berita Terbaru