Pagar Tinggi di Mal Jadi Sorotan, Pramono Anung Minta Dibongkar, Polda: Belum Ada Pemberitahuan Aksi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas terlihat memasang atau memperbaiki pagar pembatas tinggi di kawasan pusat perbelanjaan pada malam hari, langkah yang memicu sorotan publik dan dikaitkan dengan isu keamanan menjelang bulan Agustus, namun Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pagar tersebut segera dibongkar kembali. Foto: Ist.

Petugas terlihat memasang atau memperbaiki pagar pembatas tinggi di kawasan pusat perbelanjaan pada malam hari, langkah yang memicu sorotan publik dan dikaitkan dengan isu keamanan menjelang bulan Agustus, namun Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pagar tersebut segera dibongkar kembali. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Media sosial belakangan ini diramaikan video sejumlah pusat perbelanjaan besar di Jakarta dan Surabaya yang memasang pagar setinggi 2,5 hingga 3 meter. Hal ini dikaitkan dengan kabar akan adanya demonstrasi besar menjelang Agustus, serupa dengan peristiwa tahun lalu.

Beberapa mal yang disebut antara lain Kota Kasablanka, Gandaria City di Jakarta, serta Pakuwon Mall, Tunjungan Plaza, dan Royal Plaza di Surabaya.

Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan akan meminta pengelola mal untuk segera mencopot kembali pagar yang telah dipasang.

“Saya mengamati hal ini, mungkin karena kekhawatiran, tapi nanti pasti akan saya minta agar pagar-pagar itu dilepas kembali,” ujar Pramono di kawasan Blok M, Kamis (31/7/2026).

Pramono menilai kekhawatiran berlebihan tidak diperlukan. Ia berjanji akan berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan seluruh aparat penegak hukum untuk menjaga keamanan kota.

BACA JUGA:  Sinkronisasi Inisial Pelaku Penyerangan Andrie Yunus

“Kami pastikan Jakarta tetap aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua orang,” tegasnya.

Gubernur menduga kekhawatiran pengelola merujuk pada peristiwa Agustus 2025, saat aksi unjuk rasa membesar menyusul kenaikan tunjangan DPR dan insiden meninggalnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan tidak ada masalah serius terkait pemasangan pagar tersebut. Ia sudah berkomunikasi dengan asosiasi pengusaha mal.

“Enggak ada masalah, enggak ada isu apa-apa. Kondisi tetap aman dan kondusif,” jelas Budi.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia Alphonzus Widjaja menjelaskan pemasangan pagar bukan hal baru. Banyak mal memang sudah dilengkapi pagar sejak awal pembangunan.

“Bagi yang baru memasang, tujuannya murni untuk menjaga ketertiban dan batas akses pengunjung, terutama jika lokasi berdekatan titik aksi,” ujar Alphonzus.

BACA JUGA:  Hotman Paris Resmi Dilaporkan FBI ke Polda Metro Jaya

Dari sisi kepolisian, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan hingga saat ini belum ada surat pemberitahuan aksi massa yang masuk.

“Kami memantau ajakan atau penyebaran informasi di media sosial untuk menilai apakah sekadar seruan atau akan benar-benar terlaksana,” kata Budi.

Polda Metro Jaya juga telah membentuk tim Preventive Strike guna melakukan mitigasi dini jika ada pihak yang berupaya memicu kerusuhan.

Kapolda memerintahkan patroli ditingkatkan mulai dari skala kecil hingga besar, termasuk di wilayah penyangga seperti perbatasan Bekasi, Depok, dan Tangerang.

“Segala upaya akan dilakukan secara tepat, tegas, dan terukur demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” pungkasnya. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Miranda

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BNN dan Bea Cukai Bongkar Sindikat Vape Narkotika dalam Kemasan Makanan Ringan di Batam, WNA Ikut Diseret
Rotasi Besar-Besaran Kejaksaan RI: Jaksa Agung Mutasi 90 Kajari di Seluruh Indonesia, Ini Daftar Lengkap dan Alasannya
Roy Suryo Hadirkan Ahli Pidana di Sidang Praperadilan Ganti Rugi Rp206 Juta Terkait Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi
PN Jaksel Tolak Praperadilan Lodewyk Pusung: Tak Berwenang Mengadili Perkara Dugaan Korupsi MBG
MK Kabulkan Sebagian Uji Materi MBG: Anggaran Harus Dipisah dari Pos Pendidikan Mulai 2028
Totok Suharyanto Kunjungi Kejagung, Disebut Silaturahmi Meski Bayang Kasus Febrie Adriansyah Membayangi
KY Temukan Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hakim Perkara Andrie Yunus dan Nadiem Makarim
KPK Bongkar Dua Klaster Korupsi Pemalang: Oknum Pegawai Sendiri Ikut Tersangka Pemerasan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:17 WIB

Pagar Tinggi di Mal Jadi Sorotan, Pramono Anung Minta Dibongkar, Polda: Belum Ada Pemberitahuan Aksi

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:30 WIB

BNN dan Bea Cukai Bongkar Sindikat Vape Narkotika dalam Kemasan Makanan Ringan di Batam, WNA Ikut Diseret

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:42 WIB

Rotasi Besar-Besaran Kejaksaan RI: Jaksa Agung Mutasi 90 Kajari di Seluruh Indonesia, Ini Daftar Lengkap dan Alasannya

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:44 WIB

Roy Suryo Hadirkan Ahli Pidana di Sidang Praperadilan Ganti Rugi Rp206 Juta Terkait Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:36 WIB

PN Jaksel Tolak Praperadilan Lodewyk Pusung: Tak Berwenang Mengadili Perkara Dugaan Korupsi MBG

Berita Terbaru

Kantor dan unit usaha BUMDes Mekar Sari Jaya di Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, yang kini menjadi sorotan terkait dugaan pendirian di atas lahan sengketa, kejanggalan dokumen, serta penggunaan Dana Desa yang mendesak diaudit. Foto: Hendra.

Kabupaten Deli Serdang

Diduga Bangunan BUMDes Mekar Sari Serobot Lahan Kelompok Tani

Sabtu, 1 Agu 2026 - 11:10 WIB