Korban Banjir dan Longsor Sumatra Bertambah, 1.135 Jiwa Meninggal Dunia

Kamis, 25 Desember 2025 - 20:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan-Mediadelegasi: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan penambahan jumlah korban jiwa akibat banjir dan longsor di Sumatra per Kamis (25/12/2025). Jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.135 jiwa, dengan penambahan 6 jiwa dari hari sebelumnya.

 

Kapusdatin BNPB Abdul Muhari menyatakan bahwa tim gabungan yang terdiri atas Basarnas, TNI, Polri, dan relawan terus melakukan operasi pencarian di lokasi kabupaten/kota yang masih terdapat daftar pencarian orang. Saat ini, ada 173 orang masih berstatus hilang.

 

Jumlah pengungsi akibat banjir dan longsor di Sumatra mencapai 489.864 jiwa. Abdul mengatakan bahwa akses jalan alternatif dari Bener Meriah menuju Bireuen sudah ada yang bisa dilalui kendaraan roda empat, sehingga distribusi logistik dapat berjalan lancar.

BACA JUGA:  Bappenas Alokasikan Rp 56,3 T untuk Pulihkan Sumatera

 

Ruas Jalan Nasional Takengon-Bireuen juga sudah dapat dilalui, sehingga energi dari Bandara Rembele di Bener Meriah ke Takengon dapat disalurkan lebih cepat. BNPB terus memantau situasi dan memberikan bantuan kepada korban bencana.

 

Aceh menjadi wilayah dengan korban meninggal terbanyak, yaitu 503 jiwa, dengan 31 orang dilaporkan hilang. Di Sumatera Utara, korban meninggal tercatat 371 jiwa dengan 70 orang masih hilang. Sementara di Sumatera Barat, jumlah korban meninggal mencapai 261 jiwa dan 72 orang belum ditemukan.

 

BNPB juga melaporkan pergerakan logistik terus berlangsung melalui Posko Nasional di Halim. Total logistik yang masuk dilaporkan mencapai 1.370 ton, dengan 1.361 ton di antaranya sudah didistribusikan.

BACA JUGA:  Korban Longsor di Desa Sembahe Bertambah jadi 9 Orang

 

Pemerintah telah menetapkan status transisi dari darurat menuju pemulihan di 13 kabupaten/kota, terdiri dari 4 daerah di Aceh, 5 daerah di Sumatera Utara, dan 4 daerah di Sumatera Barat.

 

Situasi ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana untuk mengurangi dampak bencana dimasa depan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Usulan Hentikan Latsarmil: Komisi I DPR Minta Materi Pelatihan Calon Manajer Kopdes Lebih Relevan
Kemhan Jelaskan Kronologi Meninggalnya Peserta SPPI saat Ikuti Latihan Dasar Militer
Konvensi ILO Kerja Layak Era Digital Jadi Acuan, Menaker Siap Perkuat Perlindungan Pekerja Platform
PKB PT KAI 2026–2028 Diteken, Wamenaker: Bukti Hubungan Industrial yang Sehat dan Berkeadilan
Buronan Paling Dicari Interpol China Ditangkap di Bandara Soetta, Diduga Pemain Besar Sindikat Scam
Ketua BEM FH UBK Terima Uang Rp20 Juta untuk Arahkan Demo: Perjuangan Mahasiswa Bisa Dibeli?
Kemnaker Umumkan Tiga Besar Calon Direktur Polteknaker Periode 2026–2030
Akhir Perjalanan Hukum Razman Arif Nasution: Dijebloskan ke Cipinang Usai Kalah di MA
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:16 WIB

Usulan Hentikan Latsarmil: Komisi I DPR Minta Materi Pelatihan Calon Manajer Kopdes Lebih Relevan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:28 WIB

Kemhan Jelaskan Kronologi Meninggalnya Peserta SPPI saat Ikuti Latihan Dasar Militer

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:23 WIB

Konvensi ILO Kerja Layak Era Digital Jadi Acuan, Menaker Siap Perkuat Perlindungan Pekerja Platform

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:56 WIB

PKB PT KAI 2026–2028 Diteken, Wamenaker: Bukti Hubungan Industrial yang Sehat dan Berkeadilan

Jumat, 26 Juni 2026 - 17:28 WIB

Buronan Paling Dicari Interpol China Ditangkap di Bandara Soetta, Diduga Pemain Besar Sindikat Scam

Berita Terbaru