Pergeseran Panas Ekstrem Sumatera Dominasi Indonesia

Jumat, 27 Maret 2026 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Cuaca Panas. Foto: Ist.

Ilustrasi Cuaca Panas. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Pola Pergeseran Panas Ekstrem di Indonesia kini semakin terlihat jelas. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu maksimum harian kembali menembus angka tinggi, bahkan mencapai 36 derajat Celsius, dengan wilayah Sumatera kini menjadi pusat panas.

Pergeseran Panas Ekstrem Sumatera Jadi Perhatian BMKG

Berdasarkan data BMKG untuk periode 24 Maret 2026 pukul 07.00 WIB hingga 25 Maret 2026 pukul 07.00 WIB, suhu tertinggi tercatat di wilayah Medan dan Deli Serdang, Sumatera Utara.

Kedua wilayah tersebut masing-masing mencatat suhu maksimum hingga 36,0 derajat Celsius. Angka ini menunjukkan intensitas panas yang cukup tinggi dibandingkan wilayah lain di Indonesia.

Selain Medan dan Deli Serdang, sejumlah daerah lain di Sumatera juga mengalami suhu panas yang signifikan. Deli Serdang mencatat 35,0 derajat Celsius, sementara Pekanbaru dan Banda Aceh masing-masing mencapai 34,5 derajat Celsius.

BACA JUGA:  Tiga Prajurit Gugur, KSAD Maruli Minta Masyarakat Dukung Penanganan Bencana Sumatra

Padang, Sumatera Barat, turut mencatat suhu maksimum sebesar 34,2 derajat Celsius. Hal ini menegaskan dominasi wilayah Sumatera sebagai pusat suhu panas saat ini.

Tidak hanya Sumatera, beberapa wilayah di Kalimantan juga mencatat suhu tinggi. Kotawaringin Timur mencapai 35,0 derajat Celsius, disusul Kotawaringin Barat 34,9 derajat Celsius.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/disiplin-asn-tanjungbalai-tiga-pns-diberhentikan-resmi/

Sementara itu, Barito Utara dan Palangkaraya mencatat suhu masing-masing 34,4 dan 34,2 derajat Celsius. Kondisi ini menunjukkan panas merata di wilayah tengah Indonesia.

Di kawasan timur Indonesia, suhu tinggi juga terpantau. Halmahera Utara mencatat 34,9 derajat Celsius, Maluku Tengah 34,8 derajat Celsius, serta Bitung 34,5 derajat Celsius.

Menariknya, Pulau Jawa yang sebelumnya sering menjadi wilayah terpanas, kini tidak lagi mendominasi. Pada periode ini, hanya Malang yang tercatat dengan suhu maksimum 34,2 derajat Celsius.

BACA JUGA:  Nadiem Makarim Yakin Bebas Murni: Empat Unsur Korupsi Tak Terbukti, Ini Harapan di Sidang Terakhir

Perubahan ini menandakan adanya pergeseran distribusi panas dari Jawa ke Sumatera. Fenomena ini menjadi indikator dinamika atmosfer yang sedang berlangsung.

BMKG menjelaskan bahwa kondisi ini berkaitan dengan berakhirnya La Niña lemah pada Februari 2026 dan peralihan menuju fase ENSO netral.

Selain itu, terdapat potensi munculnya El Niño lemah hingga moderat pada pertengahan tahun yang dapat meningkatkan suhu udara dan mengurangi curah hujan.

Suhu panas yang berkepanjangan berpotensi menimbulkan berbagai dampak, seperti dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga meningkatnya risiko kebakaran lahan.

BMKG pun mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan memperbanyak konsumsi air, menghindari aktivitas di bawah terik matahari, serta rutin memantau informasi cuaca terbaru. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Satu tanggapan untuk “Pergeseran Panas Ekstrem Sumatera Dominasi Indonesia”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MK Kabulkan Sebagian Uji Materi Pasal 220 KUHP, Pengaduan Tindak Pidana Kepala Negara Hanya Boleh Presiden/Wakil
Polisi Ekshumasi Makam Sutrimo, Tim Forensik Lakukan Pemeriksaan Menyeluruh Ungkap Penyebab Kematian
Keluarga Febrie Adriansyah Buka Suara Soal Kematian Sutrimo: Minta Tak Berspekulasi, Serahkan ke Polisi
Dokter Tifa Jalani Sidang Praperadilan Perdana, Uji Prosedur KUHAP Baru Demi Kepentingan Umum
Kejagung Periksa 12 Saksi Kasus Korupsi MBG, Sekretaris Kepala BGN & Pengusaha Masuk Jaring Penyelidikan
Jaksa Agung Burhanuddin Lantik 15 Kajati Baru, Sutikno Pimpin Kajati DKI Jakarta
KPK Periksa Vina Purnamasari Istri Bos Blueray Cargo, Pengembangan Kasus Suap Bea Cukai Diperdalam
Keluarga Sutrimo Lapor Kematian ke Polresta Banyumas, Minta Kepastian Hukum di Balik Berita Simpang Siur
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:24 WIB

MK Kabulkan Sebagian Uji Materi Pasal 220 KUHP, Pengaduan Tindak Pidana Kepala Negara Hanya Boleh Presiden/Wakil

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Polisi Ekshumasi Makam Sutrimo, Tim Forensik Lakukan Pemeriksaan Menyeluruh Ungkap Penyebab Kematian

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:19 WIB

Keluarga Febrie Adriansyah Buka Suara Soal Kematian Sutrimo: Minta Tak Berspekulasi, Serahkan ke Polisi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:46 WIB

Dokter Tifa Jalani Sidang Praperadilan Perdana, Uji Prosedur KUHAP Baru Demi Kepentingan Umum

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:18 WIB

Kejagung Periksa 12 Saksi Kasus Korupsi MBG, Sekretaris Kepala BGN & Pengusaha Masuk Jaring Penyelidikan

Berita Terbaru