Medan-Mediadelegasi: Pola Pergeseran Panas Ekstrem di Indonesia kini semakin terlihat jelas. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu maksimum harian kembali menembus angka tinggi, bahkan mencapai 36 derajat Celsius, dengan wilayah Sumatera kini menjadi pusat panas.
Pergeseran Panas Ekstrem Sumatera Jadi Perhatian BMKG
Berdasarkan data BMKG untuk periode 24 Maret 2026 pukul 07.00 WIB hingga 25 Maret 2026 pukul 07.00 WIB, suhu tertinggi tercatat di wilayah Medan dan Deli Serdang, Sumatera Utara.
Kedua wilayah tersebut masing-masing mencatat suhu maksimum hingga 36,0 derajat Celsius. Angka ini menunjukkan intensitas panas yang cukup tinggi dibandingkan wilayah lain di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain Medan dan Deli Serdang, sejumlah daerah lain di Sumatera juga mengalami suhu panas yang signifikan. Deli Serdang mencatat 35,0 derajat Celsius, sementara Pekanbaru dan Banda Aceh masing-masing mencapai 34,5 derajat Celsius.
Padang, Sumatera Barat, turut mencatat suhu maksimum sebesar 34,2 derajat Celsius. Hal ini menegaskan dominasi wilayah Sumatera sebagai pusat suhu panas saat ini.
Tidak hanya Sumatera, beberapa wilayah di Kalimantan juga mencatat suhu tinggi. Kotawaringin Timur mencapai 35,0 derajat Celsius, disusul Kotawaringin Barat 34,9 derajat Celsius.
Baca Juga : https://mediadelegasi.id/disiplin-asn-tanjungbalai-tiga-pns-diberhentikan-resmi/
Sementara itu, Barito Utara dan Palangkaraya mencatat suhu masing-masing 34,4 dan 34,2 derajat Celsius. Kondisi ini menunjukkan panas merata di wilayah tengah Indonesia.
Di kawasan timur Indonesia, suhu tinggi juga terpantau. Halmahera Utara mencatat 34,9 derajat Celsius, Maluku Tengah 34,8 derajat Celsius, serta Bitung 34,5 derajat Celsius.
Menariknya, Pulau Jawa yang sebelumnya sering menjadi wilayah terpanas, kini tidak lagi mendominasi. Pada periode ini, hanya Malang yang tercatat dengan suhu maksimum 34,2 derajat Celsius.
Perubahan ini menandakan adanya pergeseran distribusi panas dari Jawa ke Sumatera. Fenomena ini menjadi indikator dinamika atmosfer yang sedang berlangsung.
BMKG menjelaskan bahwa kondisi ini berkaitan dengan berakhirnya La Niña lemah pada Februari 2026 dan peralihan menuju fase ENSO netral.
Selain itu, terdapat potensi munculnya El Niño lemah hingga moderat pada pertengahan tahun yang dapat meningkatkan suhu udara dan mengurangi curah hujan.
Suhu panas yang berkepanjangan berpotensi menimbulkan berbagai dampak, seperti dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga meningkatnya risiko kebakaran lahan.
BMKG pun mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan memperbanyak konsumsi air, menghindari aktivitas di bawah terik matahari, serta rutin memantau informasi cuaca terbaru. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












