Medan-Mediadelegasi: Presiden Prabowo Subianto mengoreksi istilah “uang lelah” untuk prajurit TNI yang menangani bencana. Menurutnya, istilah yang harus digunakan adalah “uang semangat”, karena prajurit TNI tidak boleh lelah.
Mengenai uang makan dan uang lelah ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya mengungkapkan bahwa setiap prajurit TNI yang bertugas menangani bencana di Sumatera akan mendapatkan uang makan dan uang lelah sebesar Rp 165 ribu per hari.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dr Abdul Muhari, menjelaskan bahwa uang makan sebesar Rp 45 ribu per hari dan uang lelah sebesar Rp 120 ribu per hari.
Prabowo membahas hal ini dalam rapat koordinasi di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1), bersama jajaran kabinet usai meninjau hunian sementara untuk korban bencana.
“Kalau tentara jangan uang lelah ya, karena tentara nggak boleh lelah,” kata Prabowo mengoreksi.
Suharyanto, Kepala BNPB, menjawab, “Uang saku, Bapak, siap.”
Prabowo menegaskan bahwa uang tersebut adalah uang semangat, bukan uang lelah. “Uang semangat, tidak mengenal lelah,” kata Prabowo.
TNI telah mengajukan dana operasional penanganan bencana sebesar Rp 84 miliar, dan BNPB telah menyalurkan Rp 2,7 miliar ke Mabes TNI dan kodam di wilayah bencana.
Prabowo menekankan bahwa TNI harus berbakti kepada bangsa dan tidak mengenal lelah.
Suharyanto melanjutkan pemaparannya, mengatakan bahwa perbaikan jembatan dibiayai oleh BNPB dan mekanisme BNPB adalah bekerja dulu, baru melaporkan anggaran yang dikeluarkan.
BNPB bekerja sama dengan Kementerian Keuangan untuk menangani bencana dan memberikan bantuan kepada korban.
Prabowo meminta Suharyanto melanjutkan pemaparannya setelah mengoreksi istilah uang lelah.
Suharyanto menjelaskan bahwa BNPB akan terus memantau situasi dan memberikan bantuan yang diperlukan.
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendukung upaya penanganan bencana dan memberikan bantuan kepada korban. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.







