Guci Tegal Diterjang Banjir Bandang, Akses Terputus

- Penulis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir Bandang di Kawasan Wisata Guci Tegal, Tiga Jembatan Terputus. Foto: Ist.

Banjir Bandang di Kawasan Wisata Guci Tegal, Tiga Jembatan Terputus. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Kabar buruk kembali menghampiri kawasan wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Banjir bandang kembali menerjang kawasan ini, setelah curah hujan tinggi mengguyur lereng Gunung Slamet selama beberapa hari terakhir. Bencana ini memicu banjir disertai longsor pada Sabtu (24/1/2026) dini hari, menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur dan mengganggu aktivitas wisata.

Luapan air sungai dari arah hulu Gunung Slamet mengalir deras membawa lumpur, pasir, batu, hingga material kayu. Derasnya banjir menyebabkan sejumlah infrastruktur vital di kawasan wisata tersebut mengalami kerusakan yang sangat parah. Akibatnya, akses menuju kawasan wisata menjadi terputus.

Tiga Jembatan Terputus di Kawasan Wisata Guci Tegal

Tercatat, tiga jembatan utama yang menjadi jalur penghubung antarlokasi wisata dan akses menuju Desa Guci mengalami kerusakan berat hingga terputus. Jembatan-jembatan tersebut berada di wilayah Jedor, Kaligung kawasan Pancuran 13, serta jembatan gantung di sekitar Pancuran 5. Kerusakan ini tentu sangat menghambat aktivitas warga dan wisatawan.

BACA JUGA:  Warga Kenegerian Sihotang Demonstrasi ke Kantor Bupati Samosir

Warga setempat menyebutkan bahwa peningkatan debit air terjadi secara mendadak sejak Jumat (23/1/2026) sore. Bahkan, sebelum banjir melanda, suara gemuruh dari arah sungai sudah terdengar dengan sangat jelas. Hal ini membuat warga semakin khawatir dan waspada.

“Air naik cepat dan langsung keruh. Tidak lama kemudian arusnya sangat besar,” kata Taufik, seorang warga Desa Guci, seperti dikutip dari iNews Tegal pada Sabtu (24/1/2026). Keterangan ini menggambarkan betapa cepatnya banjir bandang ini terjadi.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/bandung-barat-berduka-longsor-timpa-puluhan-rumah

Puncak banjir bandang Guci terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Tinggi air dilaporkan mencapai kurang lebih 7 meter. Tekanan arus yang bercampur lumpur dan pasir membuat struktur jembatan tidak mampu bertahan, sehingga menyebabkan jembatan-jembatan tersebut ambruk dan terputus.

Selain memutus akses jalan, banjir bandang Guci juga merusak sejumlah fasilitas wisata yang ada di kawasan tersebut. Area Pancuran 13 tertimbun lumpur tebal, beberapa lapak pedagang terseret arus deras, pagar pembatas di sepanjang sungai mengalami kerusakan, dan satu unit alat berat dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan banjir.

BACA JUGA:  Duka Mendalam Penjemputan Jenazah Brigpol Arya, Istri Histeris Minta Pelaku Penembakan Dihukum Berat

Bencana alam ini juga disertai dengan longsor di kawasan perbukitan atas Desa Guci. Longsoran tanah ini semakin memperparah kondisi dan sempat memicu kepanikan di kalangan warga yang tinggal di sekitar lokasi longsor. Warga khawatir longsor susulan akan terjadi.

Dampak lain dari banjir bandang Guci adalah hilangnya ratusan bibit pohon yang sebelumnya telah disiapkan untuk program penanaman di lereng Gunung Slamet pada bulan Februari tahun 2026 mendatang. Bibit-bibit pohon tersebut dilaporkan hilang terbawa arus banjir.

Hingga Sabtu siang, aktivitas wisata di kawasan Guci masih terganggu akibat banjir bandang ini. Warga bersama pihak-pihak terkait terus melakukan pembersihan material banjir serta melakukan pendataan kerusakan akibat banjir bandang Guci yang kembali melanda kawasan wisata andalan Kabupaten Tegal tersebut. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyek KDMP Bener Meriah Berbau Kecurangan: Pekerja Terlantar, Kontraktor Menghilang, Bahan Bangunan Tak Layak
Kemnaker Raih Sertifikat ISO 37001:2025, Perkuat Komitmen Anti Penyuapan dan Tata Kelola Bersih
LPSK Kaji Permohonan Sony Sonjaya: Mungkinkah Status Justice Collaborator Diberikan Meski Sudah Ditolak Kejagung?
Prabowo Seloroh: Panglima TNI dan Kapolri Sulit Diganti, Namanya Gabung Jadi “Prabowo Subianto”
Dua Peserta SPPI Meninggal Dunia Saat Latsarmil, Kemhan Sampaikan Duka dan Janji Evaluasi
Roy Suryo Ajukan Gugatan Praperadilan, Persoalkan Sah Tidaknya Penggeledahan
Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya
Kemnaker dan Huawei Jalin Kerja Sama Perkuat Pendidikan Vokasi dan Daya Saing SDM
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:34 WIB

Proyek KDMP Bener Meriah Berbau Kecurangan: Pekerja Terlantar, Kontraktor Menghilang, Bahan Bangunan Tak Layak

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:17 WIB

Kemnaker Raih Sertifikat ISO 37001:2025, Perkuat Komitmen Anti Penyuapan dan Tata Kelola Bersih

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:38 WIB

LPSK Kaji Permohonan Sony Sonjaya: Mungkinkah Status Justice Collaborator Diberikan Meski Sudah Ditolak Kejagung?

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:25 WIB

Prabowo Seloroh: Panglima TNI dan Kapolri Sulit Diganti, Namanya Gabung Jadi “Prabowo Subianto”

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:03 WIB

Dua Peserta SPPI Meninggal Dunia Saat Latsarmil, Kemhan Sampaikan Duka dan Janji Evaluasi

Berita Terbaru