Aturan Baru Seragam Batik Korpri Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 14:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Batik Korpri ASN (Foto:Ist)

Ilustrasi Batik Korpri ASN (Foto:Ist)

Jakarta-Mediadelegasi: Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) secara resmi telah menerbitkan aturan bbaru yang mengatur tata cara penggunaan pakaian seragam batik Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri). Langkah ini diambil untuk menyeragamkan identitas ASN di tingkat pusat maupun daerah.

Aturan baru Seragam Batik Korpri Tahun 2026

Ketentuan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Kepala BKN Nomor 2 Tahun 2026. Aturan ini menjadi pedoman resmi yang wajib diikuti oleh seluruh aparatur negara dalam menjalankan tugas kedinasan sehari-hari.

Subjek dari aturan baru ini mencakup seluruh pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) tanpa terkecuali. Hal ini meliputi Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), baik yang bekerja penuh waktu maupun paruh waktu.

Baca juga : https://mediadelegasi.id/ahok-tegaskan-impor-minyak-pertamina-bukan-penyimpangan/

Cakupan wilayah pemberlakuan aturan ini sangat luas, menjangkau seluruh instansi di wilayah kedaulatan Indonesia. Selain itu, pegawai yang bertugas di kantor perwakilan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di luar negeri juga wajib mematuhi ketentuan ini.

BACA JUGA:  ASN Pemko Medan jadi Calo PPPK Akhirnya Dipecat

Dalam surat edaran tersebut, BKN merinci waktu-waktu khusus kapan seragam batik Korpri harus dikenakan. Salah satu poin utamanya adalah mewajibkan penggunaan seragam tersebut pada setiap hari Kamis di setiap pekannya.

Selain jadwal mingguan, ASN juga diinstruksikan untuk mengenakan batik Korpri pada tanggal 17 setiap bulannya. Tanggal ini memang secara tradisional identik dengan momentum pengingat pengabdian bagi para anggota Korps Pegawai Republik Indonesia.

Aturan ini juga berlaku secara ketat pada saat pelaksanaan upacara-upacara resmi kenegaraan. Hal ini mencakup upacara Hari Ulang Tahun Korpri serta upacara dalam rangka memperingati hari besar nasional lainnya.

Penggunaan seragam kebanggaan ini juga diwajibkan dalam pelaksanaan upacara bendera rutin. Pengecualian hanya diberikan apabila terdapat instruksi khusus atau penentuan lain dari pejabat yang berwenang di instansi terkait.

Momen pelantikan pegawai juga menjadi agenda yang wajib menggunakan batik Korpri. Ini berlaku baik bagi pelantikan pejabat manajerial maupun pejabat fungsional di lingkungan instansi pusat dan daerah.

BACA JUGA:  Pengembalian Aset Hasil Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)

ASN juga diminta mengenakan seragam tersebut saat menghadiri rapat atau pertemuan yang diselenggarakan oleh organisasi Korpri. Pelaksanaannya harus tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Melalui surat edaran ini, Kepala BKN mengajak para Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di pusat dan daerah untuk aktif bergerak. Mereka diharapkan mampu menggerakkan seluruh bawahan agar tertib menggunakan seragam sesuai jadwal.

Menariknya, instansi diberikan keleluasaan untuk menambah frekuensi penggunaan seragam di luar jadwal wajib. Penambahan ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan internal atau karakteristik khas dari masing-masing instansi pemerintah.

BKN menekankan bahwa penggunaan seragam batik Korpri adalah simbol jati diri dan jiwa korsa bagi keluarga besar ASN. Surat edaran yang ditandatangani pada 22 Januari 2026 ini diharapkan dapat meningkatkan rasa bangga pegawai saat bertugas.D|Red

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Emas Ilegal Rp61 Miliar di 5 Bandara Internasional
MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas Usai Dinilai Takut Jemput Paksa Nusron Wahid
Eksepsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditunda, Sidang Dugaan Pemerasan Lanjut ke Pembuktian
Habiburokhman Ditunjuk Jadi Ketua Panja RUU Perampasan Aset, DPR Targetkan Sah Desember
Gunung Semeru Erupsi 5 Kali Sejak Dini Hari, Status Siaga Level III
KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang
Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura
KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Emas Ilegal Rp61 Miliar di 5 Bandara Internasional

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:29 WIB

MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas Usai Dinilai Takut Jemput Paksa Nusron Wahid

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Eksepsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditunda, Sidang Dugaan Pemerasan Lanjut ke Pembuktian

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Gunung Semeru Erupsi 5 Kali Sejak Dini Hari, Status Siaga Level III

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:34 WIB

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang

Berita Terbaru