Medan-Mediadelegasi: Pemerintah Indonesia telah menerima undangan resmi untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dewan Perdamaian Gaza. Namun, hingga saat ini, Presiden RI Prabowo Subianto belum mengambil keputusan terkait kehadirannya. Ketidakpastian ini menimbulkan pertanyaan mengenai komitmen Indonesia dalam upaya perdamaian di wilayah konflik tersebut.
Undangan KTT Dewan Perdamaian Gaza
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI), Vahd Nabyl A. Mulachela, membenarkan bahwa undangan tersebut telah diterima, seperti yang sebelumnya disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara. Meski demikian, keputusan akhir masih dalam tahap pertimbangan yang matang.
“Undangannya sudah diterima, tetapi bapak presiden masih belum memutuskan. Saat ini masih dipertimbangkan,” ujar Nabyl pada Selasa (10/2/2026) di Jakarta.
Terkait kemungkinan perwakilan lain yang akan hadir jika Presiden Prabowo berhalangan, Kemlu RI menegaskan belum menerima informasi resmi. Hal ini semakin menambah ketidakjelasan mengenai representasi Indonesia dalam KTT tersebut.
“Kami sendiri belum menerima informasi secara resmi mengenai hal tersebut. Jadi belum ada informasi resminya,” katanya.
Meskipun keputusan kehadiran presiden belum ditetapkan, pemerintah dikabarkan telah mulai melakukan proses persiapan awal. Namun, berbagai aspek teknis, termasuk waktu pelaksanaan dan jumlah delegasi, masih belum bersifat definitif.
Baca Juga : https://mediadelegasi.id/pembukaan-medan-hospital-expo-2026-bobby-nasution-soroti-persaingan-medis-global/
“Untuk proses persiapan, memang Indonesia sudah melakukan persiapan. Tetapi mengenai timeline maupun jumlah delegasi, itu belum definitif,” jelasnya.
Nabyl menambahkan bahwa proses persiapan ini memerlukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta komunikasi intensif dengan pihak-pihak di luar negeri. Kementerian Luar Negeri bersama kementerian dan lembaga terkait terus melakukan koordinasi guna menindaklanjuti instruksi Presiden.
“Ini bukan hanya koordinasi internal, tetapi juga dengan mitra di luar negeri. Kemlu dan seluruh kementerian serta lembaga terkait mengawal proses ini secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pemerintah berjanji akan menyampaikan informasi lebih lanjut kepada publik setelah ada keputusan resmi terkait kehadiran Presiden dalam agenda KTT Dewan Perdamaian Gaza. Masyarakat menantikan keputusan ini dengan harapan Indonesia dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya menciptakan perdamaian di Gaza. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.







[…] HARI INI Huntara Mandiri untuk Korban Banjir Aceh KTT Dewan Perdamaian Gaza: Prabowo Masih Pertimbangkan Pembukaan Medan Hospital Expo 2026, Bobby Nasution Soroti Persaingan Medis Global Dr. Suheri […]