Prabowo Minta Panglima TNI Dan Kapolri Tindak Tegas Anggota yang Terlibat Penyelundupan

Selasa, 16 Desember 2025 - 22:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto memberi arahan dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025). (Foto:Ist)

Presiden Prabowo Subianto memberi arahan dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025). (Foto:Ist)

Jakarta-Mediadelegasi : Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa negara perlu bersikap tegas dalam mengelola sumber daya dan tidak tunduk pada segelintir pihak, termasuk korporasi. Ia juga meminta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menindak tegas anggota yang terlibat dalam penyelundupan.

Penegasan itu disampaikan Prabowo saat menutup sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Senin (15/12/2025). Menurut Prabowo, salah satu pelajaran besar yang harus diambil adalah pentingnya pengelolaan sumber daya nasional secara disiplin.

Prabowo menyoroti masih banyaknya kebocoran yang terjadi akibat praktik ilegal, seperti pembalakan hutan, pertambangan ilegal, dan penyelundupan, yang berdampak besar terhadap ekonomi dan lingkungan.

“Pelajaran yang kita simak dari ini semua bahwa kita perlu benar-benar mengelola sumber daya kita. Banyak sekali sumber daya kita yang bocor, sedikit demi sedikit kita tutup,” kata Prabowo.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo: TNI Harus Tanggap Bantu Pemerintah Jaga Kekayaan RI

Prabowo mengambil contoh kasus penyelundupan tambang ilegal di Bangka Belitung yang diungkap beberapa waktu lalu. Prabowo mendapat laporan adanya anggota TNI-Polri yang terlibat. Oleh karena itu, ia meminta Kapolri dan Panglima TNI menindak tegas anggota yang terlibat dalam kasus penyelundupan.

“Ini mewaspadai kita. Penyelundupan ini menyebabkan kerugian besar bagi ekonomi kita. Contoh dari Bangka, penyelundupan timah yang sudah berjalan cukup lama. Saya juga dapat laporan dari penegak hukum, dari TNI sendiri melaporkan ada pejabat-pejabat, ada petugas TNI yang terlibat, dapat laporan juga petugas Polri terlibat, dan beberapa instansi,” ujarnya.

“Ini benar-benar saya harap Panglima TNI dan Kapolri benar-benar menindak aparat-aparatnya yang melindungi kegiatan penyelundupan ini. dan juga kegiatan-kegiatan ilegal, pelanggaran hukum, ini harus kita hadapi dengan serius,” lanjut Prabowo.

BACA JUGA:  Prabowo Jawab Kritik 'Hanya Bisa Pidato' dengan Kerja Nyata

Pernyataan Prabowo ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberantas praktik ilegal yang merugikan negara dan masyarakat.

Dengan adanya ketegasan dari Presiden, diharapkan aparat penegak hukum dapat bertindak lebih tegas dan tidak pandang bulu dalam menindak para pelaku kejahatan.

Pemberantasan praktik ilegal ini sangat penting untuk menjaga keberlangsungan sumber daya alam Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.D|Red.

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Korlantas Polri Memutuskan Menunda Pelaksanaan Operasi Patuh 2026
Mulai 8 Hingga 21 Juni 2026 Operasi Patuh Digelar Serentak se-Indonesia, Nomor Plat Kendaraan Jadi Prioritas Utama
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:17 WIB

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:30 WIB

​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:26 WIB

Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN

Berita Terbaru