Hilirisasi Timah: ESDM Kaji Setop Ekspor

Hilirisasi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengambil langkah tegas dengan menyetop ekspor komoditas mineral seperti bijih nikel. Langkah ini merupakan bagian dari strategi hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.

Ke depan, Bahlil menyatakan bahwa pihaknya sedang mengkaji penyetopan ekspor beberapa komoditas lainnya, termasuk timah. Hal ini dilakukan untuk mendorong investasi di dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja.

“Tahun lalu kita melarang ekspor bauksit. Dan tahun ke depan, kita akan mengkaji untuk beberapa komoditas lain, termasuk timah. Tidak boleh lagi kita ekspor barang mentah. Silakan teman-teman membangun investasi di dalam negeri,” pintanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/2/2026).

Bacaan Lainnya

18 Proyek Hilirisasi Prioritas Nasional 2026

Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan 18 proyek hilirisasi sebagai prioritas nasional 2026 dengan nilai investasi mencapai Rp 618 triliun. Proyek-proyek ini mencakup berbagai sektor strategis dan ditargetkan mulai berjalan pada tahun ini.

Proyek-proyek tersebut mencakup bauksit, nikel, gasifikasi batu bara, hingga kilang minyak. Produk hasil hilirisasi ini ditargetkan menjadi barang yang dapat menggantikan barang-barang impor dari luar negeri.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/kurve-asri-bobby-bersihkan-pantai-sorake

Bahlil mengundang investor nasional, termasuk sektor perbankan, untuk masuk menyuntikkan dananya pada proyek strategis nasional ini. Ia menekankan pentingnya peran perbankan dalam mendukung hilirisasi.

“Semua produknya adalah untuk melahirkan substitusi impor. Ini captive market dalam negeri. Nah ini kesempatan perbankan untuk membiayai. Jangan sampai kalian tidak biayai lagi, nanti dikira hilirisasi itu hanya nilai tambahnya dikuasai oleh teman-teman kita dari luar negeri,” tuturnya.

Pos terkait