Satgas PKH Setor Belasan Triliun Rupiah

Jumat, 10 April 2026 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunungan uang Rp11,4 triliun hasil penagihan denda hingga penyelamatan keuangan negara oleh Satgas PKH. Foto: Ist.

Gunungan uang Rp11,4 triliun hasil penagihan denda hingga penyelamatan keuangan negara oleh Satgas PKH. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) kembali menorehkan pencapaian gemilang dalam upaya penyelamatan aset serta keuangan negara pada tahap VI. Dalam aksi nyata yang mengesankan, Satgas berhasil menghimpun dana sebesar Rp11,4 triliun yang berasal dari denda administratif sektor perkebunan dan pertambangan.

Kehadiran Presiden Prabowo dalam Serah Terima Dana Satgas PKH

Prosesi penyerahan uang jumbo tersebut dilakukan secara simbolis di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, pada Jumat (10/4/2026). Presiden Prabowo Subianto hadir langsung menyaksikan momentum bersejarah ini, didampingi oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin sebagai bentuk komitmen tinggi pemerintah dalam penegakan hukum lingkungan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tumpukan uang tunai tersebut dijejerkan dengan papan informasi bertuliskan nominal rinci sebesar Rp11.420.104.815.858. Angka fantastis ini merupakan akumulasi dari sanksi tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang selama ini beroperasi secara ilegal di dalam kawasan hutan lindung maupun produksi.

Keberhasilan ini tidak hanya berhenti pada angka nominal, namun juga mencakup penguasaan kembali lahan hutan yang selama ini beralih fungsi tanpa izin. Langkah ini dianggap sebagai kemenangan besar bagi kedaulatan ekologi Indonesia yang selama ini tergerus oleh aktivitas korporasi non-prosedural di berbagai wilayah strategis.

BACA JUGA:  Sidang Praperadilan Yaqut, KPK Ungkap Kerugian Rp622 Miliar

Juru Bicara Satgas PKH, Barita Simanjuntak, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengamankan aset lahan dalam skala masif di sektor kelapa sawit dan pertambangan. Sebelumnya, sejumlah perusahaan sawit dan tambang telah kooperatif dengan membayarkan denda termin awal sebesar Rp5,2 triliun kepada kas negara.

Secara teknis, total lahan sawit yang berhasil diamankan mencapai 4,09 juta hektare. Dari luasan tersebut, sebanyak 2,47 juta hektare telah diserahkan secara administratif kepada kementerian terkait, termasuk Kementerian ATR/BPN, Kementerian Kehutanan, serta Kementerian Lingkungan Hidup untuk dikelola kembali.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/liliek-prisbawono-resmi-gantikan-anwar-usman/

Barita menambahkan bahwa sisanya saat ini masih berada dalam tahap verifikasi mendalam untuk memastikan status hukumnya clean and clear. Tindakan tegas berupa penyitaan lahan dilakukan terutama kepada perusahaan-perusahaan yang dinilai tidak kooperatif atau tetap nekat beraktivitas tanpa mengantongi izin resmi.

Pada sektor pertambangan, Satgas PKH mencatat keberhasilan penguasaan kembali lahan seluas 8.822,26 hektare. Lahan tersebut mencakup operasi dari 75 perusahaan yang mengelola berbagai komoditas penting, mulai dari nikel, batu bara, pasir kuarsa, hingga batu gamping atau kapur.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Lepas Kontingen Indonesia untuk SEA Games 2025 di Istana Negara

Mengenai realisasi pendapatan, potensi penambahan kas negara masih sangat terbuka lebar. Terdapat potensi tambahan sebesar Rp4,1 triliun dari perusahaan yang sudah menyatakan kesiapannya untuk melunasi denda administratif dalam waktu dekat sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Data Satgas menunjukkan bahwa dari 32 perusahaan tambang yang dipanggil, sebanyak 22 perusahaan telah hadir memenuhi undangan klarifikasi. Hasilnya, 7 perusahaan menyanggupi pembayaran, sementara 15 lainnya masih dalam tahap pengajuan keberatan yang akan diproses sesuai koridor hukum berlaku.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa uang hasil denda ini akan dialokasikan kembali melalui kementerian terkait untuk kepentingan rakyat dan pemulihan lingkungan. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menindak tegas setiap bentuk pelanggaran hukum yang merugikan keuangan negara maupun ekosistem hutan.

Operasi pembersihan kawasan hutan ini diharapkan memberikan efek jera bagi para pelaku usaha nakal di masa depan. Dengan pengembalian aset seluas jutaan hektare ini, negara memiliki ruang lebih luas untuk melakukan reboisasi serta tata kelola lahan yang lebih berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Roy Suryo Sebut Jadi Angin Segar Perkara Ijazah Jokowi
Presiden Prabowo Panggil Para Menteri Rapat Terbatas di Istana Bahas Agenda Strategis
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan PN Jaktim Komitmen Usut Ijazah Jokowi Tak Surut
Bareskrim Polri Tangkap Bandar Besar Narkoba Rokan Hilir Haradongan Simanjuntak
Menaker Yassierli Tegaskan SDM Unggul dan Inovatif Kunci Utama Mewujudkan Indonesia Emas 2045
Hotman Paris Mundur dari Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah karena Alasan Kesehatan
Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan Terima Silaturahmi Generasi Muda Pomparan Somba Debata Siahaan, Beri Motivasi untuk Raih Prestasi dan Mengabdi bagi Bangsa.
Dr. Maruli Siahaan Dorong RUU Hak Cipta Jaga Keseimbangan Perlindungan Karya Jurnalistik dan Kebebasan Pers
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:41 WIB

Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Roy Suryo Sebut Jadi Angin Segar Perkara Ijazah Jokowi

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:11 WIB

Presiden Prabowo Panggil Para Menteri Rapat Terbatas di Istana Bahas Agenda Strategis

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:06 WIB

Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan PN Jaktim Komitmen Usut Ijazah Jokowi Tak Surut

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:49 WIB

Bareskrim Polri Tangkap Bandar Besar Narkoba Rokan Hilir Haradongan Simanjuntak

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:09 WIB

Menaker Yassierli Tegaskan SDM Unggul dan Inovatif Kunci Utama Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Berita Terbaru