Halamahera Barat-Mediadelegasi: Gunung Ibu yang terletak di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan mengalami erupsi pada Kamis (9/4/2026) pagi. Letusan dahsyat ini terjadi sekitar pukul 07.42 WIT, melontarkan kolom abu vulkanik setinggi 700 meter ke angkasa, membubung di atas puncak gunung. Kejadian ini mengingatkan kembali akan potensi keganasan alam yang tersimpan di wilayah tersebut.
Gunung Ibu Erupsi: Kolom Abu 700 Meter Hamburkan Material Vulkanik
Menurut laporan dari petugas pengamatan gunung api, M Saum Amin, kolom abu yang teramati memiliki ciri khas berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal. Arah sebaran abu vulkanik ini terpantau bergerak dominan ke arah selatan dan barat daya, berpotensi memengaruhi wilayah permukiman di sekitarnya. Hingga laporan ini disusun, aktivitas erupsi Gunung Ibu dilaporkan masih terus berlangsung, menunjukkan bahwa fenomena alam ini belum sepenuhnya mereda.
“Terjadi erupsi Gunung Ibu pada hari Kamis, 09 April 2026, pukul 07:42 WIT tinggi kolom abu teramati ± 700 m di atas puncak,” ujar M Saum Amin dalam laporannya yang dikutip pada Kamis (9/4/2026). Pernyataan ini mengkonfirmasi tingginya kolom abu yang berhasil dimuntahkan oleh gunung api aktif ini, menjadikannya peristiwa vulkanik yang signifikan di wilayah tersebut.
Menyikapi potensi bahaya yang ditimbulkan oleh erupsi ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan serangkaian rekomendasi penting bagi masyarakat yang berada di sekitar Gunung Ibu. Rekomendasi utama adalah larangan beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif gunung tersebut.
Selain itu, PVMBG juga menetapkan perluasan sektoral hingga radius 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah bagian utara. Area ini dianggap memiliki potensi risiko lebih tinggi akibat arah sebaran abu dan material vulkanik lainnya yang dapat terbawa angin.
Bagi masyarakat yang berada di area yang berpotensi terdampak hujan abu, PVMBG mengimbau agar segera menggunakan alat pelindung diri yang memadai. Penggunaan masker sangat disarankan untuk mencegah gangguan pernapasan akibat menghirup partikel abu halus, sementara kacamata dapat melindungi mata dari iritasi.
Baca Juga : https://mediadelegasi.id/prabowo-lantik-hakim-mk-dan-ombudsman-pekan-ini/
PVMBG juga memberikan peringatan penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang sumbernya tidak jelas atau tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hoaks dan informasi yang salah dapat menimbulkan kepanikan yang tidak perlu. Masyarakat diminta untuk selalu mengikuti arahan dan informasi resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat diminta untuk terus menjalin koordinasi yang erat dengan PVMBG serta Pos Pengamatan Gunung Ibu yang berlokasi di Gam Ici. Komunikasi yang intensif ini penting untuk memastikan bahwa pemerintah daerah selalu mendapatkan informasi terkini dan akurat mengenai perkembangan aktivitas gunung api, sehingga dapat mengambil langkah-langkah mitigasi yang tepat waktu.
Erupsi Gunung Ibu ini menambah daftar panjang gunung berapi aktif di Indonesia yang menunjukkan peningkatan aktivitasnya. Sebelumnya, Gunung Dukono di Maluku Utara juga dilaporkan mengalami erupsi pagi ini, menyemburkan kolom abu setinggi 400 meter. Fenomena ini menegaskan kembali posisi Indonesia sebagai negara dengan cincin api yang aktif.
PVMBG juga mengingatkan bahwa letusan Gunung Semeru di Jawa Timur beberapa waktu lalu sempat meluncurkan awan panas sejauh 4,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan. Peristiwa ini menjadi pengingat akan potensi bahaya sekunder yang dapat ditimbulkan oleh erupsi gunung berapi, seperti aliran lahar dan awan panas.
Pihak berwenang terus memantau aktivitas Gunung Ibu secara ketat. Laporan sebelumnya juga menyebutkan adanya erupsi yang memuntahkan kolom abu setinggi 500 meter, menunjukkan bahwa aktivitas gunung ini bersifat fluktuatif dan perlu kewaspadaan berkelanjutan.
Dengan adanya rekomendasi dan peringatan yang telah dikeluarkan, diharapkan masyarakat dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk meminimalkan risiko. Keselamatan warga adalah prioritas utama, dan kesadaran akan potensi bencana alam adalah kunci mitigasi yang efektif. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.







