Letusan Semeru Lontarkan Abu Vulkanis, Radius Aman Diperketat

Letusan Semeru
Penampakan erupsi Gunung Semeru yang melontarkan abu vulkanis setinggi 800 meter ke arah utara. (Foto: PVMBG).

Lumajang-Mediadelegasi: Aktivitas vulkanik Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa, kembali menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada Jumat pagi (10/4/2026), letusan Semeru tercatat terjadi dengan melontarkan kolom abu vulkanis yang cukup tinggi ke udara, menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat di sekitarnya. Erupsi ini menandakan bahwa Semeru masih bergejolak dan perlu diwaspadai.

Letusan Semeru: Kolom Abu Capai 800 Meter di Atas Puncak

Berdasarkan laporan resmi dari petugas pengamatan gunung api, Liswanto AP, erupsi Gunung Semeru tercatat terjadi tepat pada pukul 08:11 WIB. Tinggi kolom letusan yang teramati mencapai ketinggian ± 800 meter di atas puncak gunung. Jika diukur dari permukaan laut, ketinggian kolom abu ini mencapai sekitar ± 4.476 meter, menunjukkan kekuatan erupsi yang cukup besar.

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang, dan bergerak mengarah ke utara. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,” tulis Liswanto dalam keterangan resminya dikutip pada Jumat (10/4/2026). Pernyataan ini mengindikasikan bahwa aktivitas vulkanik masih terus berlanjut dan memerlukan pemantauan ketat.

Bacaan Lainnya

Menyikapi peningkatan aktivitas vulkanik ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) segera mengeluarkan serangkaian rekomendasi ketat. Tujuannya adalah untuk meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa dan meminimalisir dampak erupsi. Rekomendasi ini bersifat krusial bagi keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar gunung berapi.

PVMBG secara tegas melarang masyarakat untuk melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, khususnya di sepanjang Besuk Kobokan, hingga radius 13 kilometer dari pusat erupsi. Larangan ini diberlakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya langsung dari letusan dan lontaran material vulkanik.

Selain itu, bagi warga yang berada di luar radius 13 kilometer tersebut, PVMBG juga mengimbau untuk tidak beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Imbauan ini dikeluarkan karena adanya potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang diperkirakan dapat mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak gunung.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/petir-sambar-sawah-lansia-di-grobogan-tewas-tragis/

Ancaman tidak hanya datang dari awan panas dan lahar. PVMBG juga menetapkan larangan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Radius ini dianggap sangat rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar atau guguran material panas yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan tanpa peringatan.

Pos terkait