Letusan Semeru Lontarkan Abu Vulkanis, Radius Aman Diperketat

Jumat, 10 April 2026 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan erupsi Gunung Semeru yang melontarkan abu vulkanis setinggi 800 meter ke arah utara. (Foto: PVMBG).

Penampakan erupsi Gunung Semeru yang melontarkan abu vulkanis setinggi 800 meter ke arah utara. (Foto: PVMBG).

Lumajang-Mediadelegasi: Aktivitas vulkanik Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa, kembali menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada Jumat pagi (10/4/2026), letusan Semeru tercatat terjadi dengan melontarkan kolom abu vulkanis yang cukup tinggi ke udara, menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat di sekitarnya. Erupsi ini menandakan bahwa Semeru masih bergejolak dan perlu diwaspadai.

Letusan Semeru: Kolom Abu Capai 800 Meter di Atas Puncak

Berdasarkan laporan resmi dari petugas pengamatan gunung api, Liswanto AP, erupsi Gunung Semeru tercatat terjadi tepat pada pukul 08:11 WIB. Tinggi kolom letusan yang teramati mencapai ketinggian ± 800 meter di atas puncak gunung. Jika diukur dari permukaan laut, ketinggian kolom abu ini mencapai sekitar ± 4.476 meter, menunjukkan kekuatan erupsi yang cukup besar.

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang, dan bergerak mengarah ke utara. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,” tulis Liswanto dalam keterangan resminya dikutip pada Jumat (10/4/2026). Pernyataan ini mengindikasikan bahwa aktivitas vulkanik masih terus berlanjut dan memerlukan pemantauan ketat.

Menyikapi peningkatan aktivitas vulkanik ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) segera mengeluarkan serangkaian rekomendasi ketat. Tujuannya adalah untuk meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa dan meminimalisir dampak erupsi. Rekomendasi ini bersifat krusial bagi keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar gunung berapi.

BACA JUGA:  Gunung Semeru Erupsi 3 Kali dalam 2 Jam, Kolom Abu Capai 1.000 Meter, Status Tetap Siaga

PVMBG secara tegas melarang masyarakat untuk melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, khususnya di sepanjang Besuk Kobokan, hingga radius 13 kilometer dari pusat erupsi. Larangan ini diberlakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya langsung dari letusan dan lontaran material vulkanik.

Selain itu, bagi warga yang berada di luar radius 13 kilometer tersebut, PVMBG juga mengimbau untuk tidak beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Imbauan ini dikeluarkan karena adanya potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang diperkirakan dapat mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak gunung.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/petir-sambar-sawah-lansia-di-grobogan-tewas-tragis/

Ancaman tidak hanya datang dari awan panas dan lahar. PVMBG juga menetapkan larangan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Radius ini dianggap sangat rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar atau guguran material panas yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan tanpa peringatan.

PVMBG juga secara spesifik meminta warga untuk senantiasa mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Aliran-aliran yang perlu diwaspadai secara khusus adalah di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai kecil yang bermuara ke Besuk Kobokan.

BACA JUGA:  Gunung Semeru Kembali Erupsi, Muntahkan Kolom Abu 800 Meter

Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga ketenangan, namun senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Sangat penting bagi warga untuk selalu mengikuti arahan dan informasi yang disampaikan oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta otoritas setempat terkait perkembangan aktivitas Gunung Semeru.

Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Semeru ini menjadi pengingat akan kekuatan alam yang dahsyat. Meskipun telah dilengkapi dengan teknologi pemantauan canggih, gunung berapi tetap menyimpan potensi bahaya yang signifikan.

Erupsi yang terjadi kali ini menunjukkan bahwa Semeru masih dalam fase aktif dan perlu terus dipantau secara intensif. Kolom abu yang tinggi ke udara menjadi indikator visual dari energi yang dilepaskan oleh gunung api tersebut.

Pemerintah dan badan terkait terus berupaya memberikan informasi terkini dan rekomendasi keselamatan kepada masyarakat. Partisipasi aktif dan kepatuhan masyarakat terhadap instruksi yang diberikan adalah kunci utama untuk meminimalkan risiko dan menjaga keselamatan bersama. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polri Tetapkan 113 Tersangka Karhutla, Riau Catat Jumlah Tertinggi
Vonis Banding Dipangkas, Menteri Pigai Dorong Kasasi Hingga PK Demi Keadilan Andrie Yunus
Hasil Tes CAT PPIH 2027 Dilihat Secara Langsung, BKN: Skor Real-Time Tayang di YouTube
Karhutla Kawah Ijen Meluas hingga Bakari Gunung Suket, Pemadaman Dijalankan Secara Manual
Gunung Anak Krakatau Erupsi Lontarkan Lava Pijar, BNPB: Tidak Perlu Panik Soal Tsunami
Gus Alex Ungkap 24 Anggota Panja DPR Minta Uang 3.000 Riyal, KPK Langsung Janji Telaah
Hadiri Acara di Thailand, Arya Wedakarna: Bukan sebagai Anggota DPD, Melainkan Tokoh Bali
Dicopot Usai Keracunan MBG Sidoarjo, BGN: SPPG Kalitengah Lalaian Disengaja
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 17:54 WIB

Polri Tetapkan 113 Tersangka Karhutla, Riau Catat Jumlah Tertinggi

Sabtu, 5 September 2026 - 16:22 WIB

Vonis Banding Dipangkas, Menteri Pigai Dorong Kasasi Hingga PK Demi Keadilan Andrie Yunus

Sabtu, 5 September 2026 - 15:14 WIB

Hasil Tes CAT PPIH 2027 Dilihat Secara Langsung, BKN: Skor Real-Time Tayang di YouTube

Sabtu, 5 September 2026 - 13:52 WIB

Karhutla Kawah Ijen Meluas hingga Bakari Gunung Suket, Pemadaman Dijalankan Secara Manual

Sabtu, 5 September 2026 - 12:11 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Lontarkan Lava Pijar, BNPB: Tidak Perlu Panik Soal Tsunami

Berita Terbaru