Penggerebekan Senyap Pabrik Zenith Raksasa di Semarang

Selasa, 14 April 2026 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi menggerebek pabrik narkoba jenis Zenith skala besar di Semarang, sita jutaan butir obat terlarang yang kerap disebut pil jin untuk selamatkan generasi muda. Foto: Ist.

Polisi menggerebek pabrik narkoba jenis Zenith skala besar di Semarang, sita jutaan butir obat terlarang yang kerap disebut pil jin untuk selamatkan generasi muda. Foto: Ist.

Semarang-Mediadelegasi: Penggerebekan Senyap Pabrik Zenith berskala besar di wilayah Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah, berhasil dibongkar aparat kepolisian. Operasi ini mengungkap keberadaan laboratorium gelap atau clandestine laboratory yang memproduksi narkotika golongan I jenis Zenith dalam jumlah besar dan siap diedarkan ke berbagai daerah.

Penggerebekan Senyap Pabrik Zenith di Semarang Terbongkar dari Kasus Jakarta

Pengungkapan ini bermula dari pengembangan kasus peredaran obat berbahaya yang sebelumnya terdeteksi di wilayah Jakarta. Dari penyelidikan tersebut, polisi menemukan adanya jaringan terorganisir yang memproduksi pil Zenith dalam skala industri rumahan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pengungkapan pabrik narkoba ini berdampak besar terhadap upaya penyelamatan masyarakat dari ancaman zat adiktif yang berbahaya.

Menurutnya, jaringan ini mampu memproduksi narkotika dalam jumlah masif sehingga sangat berpotensi merusak kesehatan masyarakat jika berhasil beredar luas di pasaran.

“Keberhasilan menggagalkan peredaran lebih dari 4,3 juta butir Zenith ini secara langsung telah menyelamatkan jutaan anak bangsa dari risiko kerusakan saraf permanen hingga kematian,” ujar Budi dalam keterangannya, Selasa (14/4/2026).

BACA JUGA:  Viral Ajakan Tarik Uang di Bank Himbara, OJK: Itu Hoaks, Dana Nasabah Aman

Kasus ini bermula dari laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan yang diduga berkaitan dengan peredaran obat keras ilegal di wilayah Jakarta Barat.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/detik-detik-purnabakti-anwar-usman-pingsan-di-gedung-mk/

Polisi kemudian melakukan penyelidikan mendalam hingga akhirnya berhasil menangkap seorang pria berinisial P di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.

Dari tangan P, petugas menyita barang bukti sebanyak 120.000 butir Zenith yang diduga siap diedarkan ke berbagai wilayah.

Dalam pemeriksaan awal, pria tersebut mengaku hanya berperan sebagai kurir dalam jaringan peredaran narkotika tersebut.

Berdasarkan hasil pengembangan, polisi menemukan bahwa P dikendalikan oleh seorang tersangka utama berinisial D yang mengoperasikan jaringan produksi narkotika dari luar kota.

Tim gabungan kemudian bergerak menuju Semarang untuk memburu pelaku utama sekaligus mengungkap lokasi pabrik produksi narkotika tersebut.

BACA JUGA:  Hari ke 17, 12 Jemaah Haji Indonesia Wafat di Arab Saudi

Pada Kamis (9/4/2026), polisi akhirnya berhasil menangkap tersangka D di kediamannya. Dari penggeledahan yang dilakukan, petugas menemukan sebuah gudang yang telah disulap menjadi laboratorium produksi narkotika.

Di lokasi tersebut, polisi menyita 186.000 butir Zenith siap edar serta sekitar 1,83 ton bahan baku prekursor yang diduga akan diolah menjadi jutaan pil narkotika.
Selain itu, petugas juga menemukan mesin cetak otomatis dan berbagai alat produksi yang menunjukkan bahwa pabrik tersebut beroperasi dalam skala besar dan terorganisir.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa pengungkapan ini tidak hanya berkaitan dengan nilai materiil barang bukti, melainkan juga upaya melindungi masyarakat dari bahaya narkotika.

Saat ini polisi masih melakukan pengembangan untuk memburu pelaku lain yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut, termasuk beberapa orang yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karhutla 2026: Kemenhut Bekukan Izin 26 Korporasi
OTT KPK ATR/BPN: Nusron Wahid Disorot, 8 Tersangka Ditahan
Bos Summarecon Tersangka KPK, Manajemen Buka Suara Soal Suap HGB Bogor
Pemerintah Siaga Satu Karhutla IKN, Zona Inti Istana Presiden Dijaga Ketat
KPK Dalami Aliran Dana Suap Rp1,5 Miliar Summarecon, Bisa Jerat Korporasi
Fahd A Rafiq Hattrick Tersangka KPK, Kini Berstatus Residivis Hukuman Bisa Diperberat
Koper Berisi Rp106 Miliar di Rumah Arif Sugiyanto Diduga Milik Menteri Nusron Wahid
Fahd dan Fadia Arafiq, Kakak Beradik Anak Penyanyi Legendaris yang Sama-sama Terjerat Kasus Korupsi
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 16:44 WIB

Karhutla 2026: Kemenhut Bekukan Izin 26 Korporasi

Rabu, 16 September 2026 - 15:26 WIB

OTT KPK ATR/BPN: Nusron Wahid Disorot, 8 Tersangka Ditahan

Rabu, 16 September 2026 - 14:34 WIB

Bos Summarecon Tersangka KPK, Manajemen Buka Suara Soal Suap HGB Bogor

Rabu, 16 September 2026 - 12:07 WIB

Pemerintah Siaga Satu Karhutla IKN, Zona Inti Istana Presiden Dijaga Ketat

Rabu, 16 September 2026 - 10:38 WIB

Fahd A Rafiq Hattrick Tersangka KPK, Kini Berstatus Residivis Hukuman Bisa Diperberat

Berita Terbaru

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. Foto: Ist.

Nasional

Karhutla 2026: Kemenhut Bekukan Izin 26 Korporasi

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:44 WIB

Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid. Foto: Ist.

Nasional

OTT KPK ATR/BPN: Nusron Wahid Disorot, 8 Tersangka Ditahan

Rabu, 16 Sep 2026 - 15:26 WIB