May Day 2026: 10.000 Buruh KASBI-Gebrak Geruduk DPR, Tolak Gabung Acara di Monas

Kamis, 30 April 2026 - 11:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Suasana aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh elemen buruh, terlihat para peserta mengenakan atribut khas serikat pekerja. Dalam peringatan May Day 2026, Konfederasi KASBI bersama Aliansi Gebrak berencana mengerahkan sekitar 10.000 massa untuk berunjuk rasa di depan Gedung DPR RI dengan sejumlah tuntutan perbaikan nasib kaum buruh.

Foto: Suasana aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh elemen buruh, terlihat para peserta mengenakan atribut khas serikat pekerja. Dalam peringatan May Day 2026, Konfederasi KASBI bersama Aliansi Gebrak berencana mengerahkan sekitar 10.000 massa untuk berunjuk rasa di depan Gedung DPR RI dengan sejumlah tuntutan perbaikan nasib kaum buruh.

Jakarta-Mediadelegasi: Memeringati Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada Jumat (1/5/2026), ribuan buruh siap turun ke jalan. Kali ini, Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) bersama Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) menggelar aksi unjuk rasa mandiri di depan Gedung DPR RI dengan mengerahkan sekitar 10.000 orang massa.

Ketua Umum Konfederasi KASBI, Sunarno, membenarkan rencana aksi tersebut dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026). Ia menegaskan bahwa unjuk rasa ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan perayaan May Day Fiesta yang akan digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas).

“Kami dari Konfederasi KASBI bersama Aliansi Gebrak akan melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI Jakarta dengan estimasi massa sekitar 10.000 orang,” ujar Sunarno.

Lebih jauh, Sunarno menjelaskan bahwa aksi yang akan dilakukan besok merupakan gerakan yang mandiri dan independen. Tema besar yang diusung adalah ‘Lawan Kapitalisme, Imperialisme, Militerisme: Wujudkan Kerja Layak, Upah Layak dan Hidup Layak’.

“Ini aksi yang mandiri, independen dan berbeda dengan perayaan May Day Fiesta yang diselenggarakan di Monas yang syarat dengan narasi mainstream dan koptasi kekuasaan,” tegasnya menegaskan sikap politik mereka.

BACA JUGA:  Bersitegang di Semanggi, BEM UI Tetap Bersikeras Aksi di Bundaran HI Meski Dilarang Polisi

Oleh karena itu, pihaknya menegaskan tidak akan bergabung atau hadir dalam acara di Monas yang rencananya akan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Keputusan ini diambil karena menilai kondisi perburuhan di Indonesia saat ini masih sangat memprihatinkan dan jauh dari kata layak.

Menurut Sunarno, masalah utama yang masih dialami kaum buruh adalah belum adanya jaminan kepastian kerja maupun status hubungan kerja yang jelas. Buruh justru terjebak dalam skema labour market flexibility atau fleksibilitas pasar kerja.

Sistem ini dinilai memberikan kelonggaran bagi perusahaan untuk tidak memenuhi hak-hak normatif pekerja, sehingga berujung pada informalisasi tenaga kerja. Akibatnya, semakin sulit bagi buruh untuk mendapatkan status sebagai pekerja tetap atau karyawan tetap.

“Hal ini diperkuat dengan regulasi UU Cipta kerja dan PP 35/2021, sehingga pelanggaran hak-hak normatif buruh makin masif terjadi diberbagai sektor, jenis dan perusahaan,” tambahnya menyebutkan regulasi yang dinilai merugikan pekerja.

Dalam aksi besok, terdapat sepuluh tuntutan utama yang akan didengungkan dan diserahkan kepada pembuat kebijakan. Tuntutan pertama adalah mendesak pemerintah segera wujudkan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang pro buruh pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 168 tentang Omnibuslaw Cipta Kerja.

BACA JUGA:  Garda Indonesia Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran di Seluruh Indonesia

Mereka juga menuntut dilakukannya reformasi sistem pengupahan untuk menghilangkan disparitas atau kesenjangan gaji, serta menerapkan standar upah layak nasional yang adil dan bermartabat.

Selain itu, buruh menuntut jaminan kepastian kerja dengan cara menghapus sistem outsourcing, kerja kontrak, kemitraan palsu, hingga praktik pemagangan yang bersifat eksploitatif.

Tuntutan lainnya mencakup ratifikasi konvensi internasional ILO, kesejahteraan untuk tenaga pendidik, pekerja platform, tenaga medis, hingga penolakan terhadap PHK massal dan pembungkaman serikat buruh.

Uniknya, aksi ini juga menyuarakan isu-isu luas di luar sektor industri, seperti tuntutan pendidikan dan kesehatan gratis, tegaknya demokrasi, penolakan militerisme, reforma agraria, hingga solidaritas internasional untuk rakyat Palestina, Iran, Venezuela, dan negara lain yang dianggap sedang dijajah.

Hingga berita ini diturunkan, persiapan massa terus dilakukan dan mereka siap bergerak besok pagi untuk menyuarakan aspirasi dan memperjuangkan hak-hak mereka yang selama ini dirasa terabaikan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dony Oskaria: Keterlambatan Laporan Keuangan Danantara Akibat Proses Konsolidasi Ribuan BUMN
Pagar Tinggi di Mal Jadi Sorotan, Pramono Anung Minta Dibongkar, Polda: Belum Ada Pemberitahuan Aksi
BNN dan Bea Cukai Bongkar Sindikat Vape Narkotika dalam Kemasan Makanan Ringan di Batam, WNA Ikut Diseret
Rotasi Besar-Besaran Kejaksaan RI: Jaksa Agung Mutasi 90 Kajari di Seluruh Indonesia, Ini Daftar Lengkap dan Alasannya
Roy Suryo Hadirkan Ahli Pidana di Sidang Praperadilan Ganti Rugi Rp206 Juta Terkait Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi
PN Jaksel Tolak Praperadilan Lodewyk Pusung: Tak Berwenang Mengadili Perkara Dugaan Korupsi MBG
MK Kabulkan Sebagian Uji Materi MBG: Anggaran Harus Dipisah dari Pos Pendidikan Mulai 2028
Totok Suharyanto Kunjungi Kejagung, Disebut Silaturahmi Meski Bayang Kasus Febrie Adriansyah Membayangi
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:17 WIB

Pagar Tinggi di Mal Jadi Sorotan, Pramono Anung Minta Dibongkar, Polda: Belum Ada Pemberitahuan Aksi

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:30 WIB

BNN dan Bea Cukai Bongkar Sindikat Vape Narkotika dalam Kemasan Makanan Ringan di Batam, WNA Ikut Diseret

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:42 WIB

Rotasi Besar-Besaran Kejaksaan RI: Jaksa Agung Mutasi 90 Kajari di Seluruh Indonesia, Ini Daftar Lengkap dan Alasannya

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:44 WIB

Roy Suryo Hadirkan Ahli Pidana di Sidang Praperadilan Ganti Rugi Rp206 Juta Terkait Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:36 WIB

PN Jaksel Tolak Praperadilan Lodewyk Pusung: Tak Berwenang Mengadili Perkara Dugaan Korupsi MBG

Berita Terbaru