Badai Tropis Jangmi Terjang Jepang, Puluhan Ribu Rumah Mati Lampu dan Aktivitas Lumpuh

- Penulis

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jepang diterjang topan dahsyat, Jangmi, Rabu (3/6) pagi. Foto: Ist.

Jepang diterjang topan dahsyat, Jangmi, Rabu (3/6) pagi. Foto: Ist.

Tokyo-Mediadelegasi: Jepang kembali diterjang bencana alam dahsyat, kali ini oleh badai tropis bernama Jangmi. Badai ini menghantam wilayah kepulauan tersebut pada Rabu pagi, 3 Juni 2026, membawa dampak angin kencang yang berhembus disertai curah hujan sangat lebat. Kondisi cuaca ekstrem ini secara drastis melumpuhkan berbagai sendi kehidupan masyarakat, mulai dari sistem transportasi, kegiatan pendidikan, perkantoran, hingga pasokan energi listrik di sejumlah wilayah.

Badan Meteorologi Jepang merilis laporan terkini mengenai pergerakan badai tersebut. Berdasarkan pemantauan terbaru, pusat badai saat ini berada di perairan lepas Pantai Honshu, pulau utama Jepang. Sistem badai ini diketahui bergerak ke arah timur laut dengan kecepatan pergerakan yang cukup signifikan, mendekati kawasan ibu kota Tokyo, sambil membawa kecepatan angin maksimum mencapai 25 meter per detik.

Pihak berwenang mengeluarkan peringatan keras bagi wilayah-wilayah yang berada di jalur lintasan atau yang menghadap langsung ke Laut Pasifik. Wilayah-wilayah tersebut dinilai memiliki risiko paling tinggi terkena dampak lanjutan yang berbahaya, seperti banjir besar, tanah longsor, hingga gelombang pasang yang bisa mengancam keselamatan dan nyawa penduduk yang tinggal di daerah pesisir maupun dataran rendah.

Juru bicara pemerintah Jepang, Minoru Kihara, memberikan keterangan resmi mengenai dampak kerusakan yang sudah tercatat hingga saat ini. Ia menyebutkan bahwa dampak paling nyata dan meluas adalah gangguan pada sistem kelistrikan. Badai Jangmi telah merobohkan sejumlah jaringan kabel tegangan tinggi dan menara listrik, sehingga menyebabkan pemadaman listrik total yang menimpa sekitar 60.000 rumah tangga di berbagai prefektur.

BACA JUGA:  Hujan Deras Picu Longsor di Agam, 1 Tewas dan 6 Luka-luka Tertimbun Material

Menyikapi situasi darurat ini, Kihara mengimbau seluruh warga yang berada di wilayah berisiko untuk tetap waspada dan tidak menyepelekan peringatan cuaca. Ia menekankan pentingnya tindakan pencegahan lebih awal demi keselamatan jiwa. “Jika Anda merasakan bahaya, jangan ragu untuk mengambil tindakan dini, lindungi nyawa Anda,” pesan Kihara dalam konferensi pers yang disiarkan secara nasional.

Sebagai langkah antisipasi untuk menghindari korban jiwa, otoritas lokal telah mengeluarkan perintah dan imbauan evakuasi besar-besaran. Ratusan ribu penduduk yang tinggal di delapan prefektur yang tersebar di wilayah barat daya, tengah, hingga timur Jepang diminta segera meninggalkan tempat tinggalnya dan menuju ke tempat pengungsian yang lebih aman dan jauh dari potensi bencana.

Sektor transportasi menjadi salah satu yang paling parah terkena dampak amukan badai. Perusahaan penerbangan besar Jepang, seperti Japan Airlines dan All Nippon Airways, terpaksa mengambil keputusan tegas demi keselamatan penerbangan. Hingga pagi hari, tercatat hampir 900 jadwal penerbangan, yang mencakup rute domestik maupun internasional, resmi dibatalkan sehingga membuat ribuan penumpang tertahan di bandara.

Tidak hanya di udara, kelancaran transportasi darat juga terganggu parah. Jalur kereta api yang menjadi tulang punggung mobilitas warga Jepang mengalami kekacauan jadwal. Beberapa layanan kereta cepat atau Shinkansen yang melayani rute di wilayah Kyushu dan bagian barat Jepang terpaksa mengalami penundaan perjalanan yang cukup lama.

BACA JUGA:  Sumut Perkuat Hubungan dengan Enam Negara Sahabat, Fokus pada Kerja Sama Bilateral

Di kawasan ibu kota dan sekitarnya, pengelola jaringan kereta East Japan Railway mengambil keputusan menghentikan total operasi beberapa jalur layanan kereta komuter. Penangguhan ini dilakukan karena tingginya risiko keselamatan akibat angin kencang yang bisa mengganggu keseimbangan perjalanan kereta, sekaligus untuk menghindari kecelakaan akibat pohon tumbang atau benda terbang ke rel.

Gelombang dampak badai juga merambat hingga ke sektor industri dan manufaktur yang menjadi tumpuan ekonomi negara ini. Produsen otomotif terbesar dunia, Toyota Motor, mengumumkan penghentian sementara kegiatan produksi. Sebanyak 13 pabrik yang tersebar di berbagai lokasi harus berhenti beroperasi pada hari Rabu ini demi keamanan aset dan karyawan, serta akses jalan yang sulit.

Langkah yang sama juga diambil oleh pesaingnya, Suzuki Motor. Perusahaan manufaktur kendaraan ini memutuskan untuk menghentikan seluruh aktivitas di lima unit pabrik yang berlokasi di Prefektur Shizuoka. Penghentian operasional pabrik-pabrik ini dilakukan hingga kondisi cuaca membaik dan dinyatakan aman kembali untuk beraktivitas.

Pemerintah Jepang terus memantau pergerakan Badai Jangmi dan mempersiapkan segala sumber daya yang diperlukan untuk penanganan darurat. Masyarakat diimbau untuk tetap mengikuti informasi resmi dari Badan Meteorologi dan bersiap menghadapi kemungkinan dampak yang lebih besar seiring badai terus mendekati kawasan Tokyo dan wilayah sekitarnya. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Prabowo Kembali ke Tanah Air Usai Kunjungan Kenegaraan ke Prancis, Disambut Wapres Gibran
Prabowo dan Macron Hadiri Peluncuran Forum Bisnis RI-Prancis, Bahas Energi hingga Pertahanan
Hamas Kutuk Serangan Israel di Gaza saat Idul Adha, Puluhan Warga Sipil Tewas
IRGC Serang Pangkalan Militer AS Usai Gempuran Udara di Bandar Abbas
Aktivis GSF Bianca Webb-Pullman: Kami Diperlakukan Lebih Buruk dari Hewan di Tangan Militer Israel
Menteri Israel Unggah Video Perlakuan Kasar ke Aktivis GSF, Ciptakan Suasana Merendahkan Martabat Manusia
Presiden Korsel Lee Jae Myung Murka: Israel Tangkap Dua Warganya, Netanyahu Dianggap Penjahat Perang
PM Malaysia Anwar Ibrahim Kecam Keras Tindakan Israel Terhadap Armada Bantuan Gaza: Pelanggaran Hukum Internasional
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:20 WIB

Badai Tropis Jangmi Terjang Jepang, Puluhan Ribu Rumah Mati Lampu dan Aktivitas Lumpuh

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:24 WIB

Presiden Prabowo Kembali ke Tanah Air Usai Kunjungan Kenegaraan ke Prancis, Disambut Wapres Gibran

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:30 WIB

Prabowo dan Macron Hadiri Peluncuran Forum Bisnis RI-Prancis, Bahas Energi hingga Pertahanan

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:10 WIB

Hamas Kutuk Serangan Israel di Gaza saat Idul Adha, Puluhan Warga Sipil Tewas

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:28 WIB

IRGC Serang Pangkalan Militer AS Usai Gempuran Udara di Bandar Abbas

Berita Terbaru

Proyek Jalan Delleng Simpoon Pakpak Bharat–Humbahas Mulai Dikerjakan.(Foto:Ist)

Kabupaten Pakpak Bharat

Proyek Jalan Delleng Simpoon Pakpak Bharat–Humbahas Mulai Dikerjakan

Rabu, 3 Jun 2026 - 14:46 WIB