Mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer Divonis 4,5 Tahun Penjara dalam Kasus Pemerasan Sertifikasi K3

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel. Foto: Ist.

Mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer atau yang akrab disapa Noel, akhirnya menjalani keputusan hukum atas perbuatannya. Pada Kamis (4/6/2026), majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis pidana penjara selama empat tahun enam bulan kepada Noel. Ia dinyatakan terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dalam pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.

Ketua majelis hakim yang memimpin persidangan, Nur Sari Baktiana, membacakan amar putusan di hadapan sidang yang terbuka untuk umum. Dalam keputusannya, hakim menyatakan bahwa seluruh dakwaan dan barang bukti yang diajarkan jaksa penuntut umum telah cukup kuat untuk membuktikan keterlibatan Noel dalam jaringan praktik pemerasan yang merugikan proses pelayanan publik tersebut.

“Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan,” tegas Nur Sari saat membacakan keputusan, yang disambut hening oleh hadirin dan tim hukum yang ada di ruang sidang. Putusan ini menjadi titik akhir proses hukum yang panjang dan menyita perhatian publik, mengingat posisi terdakwa yang sebelumnya merupakan pejabat tinggi negara.

Selain hukuman penjara, majelis hakim juga membebankan sejumlah kewajiban finansial berat kepada Noel sebagai bentuk pertanggungjawaban pidana. Ia dihukum membayar denda sebesar Rp200 juta dengan ketentuan subsider 90 hari kurungan. Artinya, jika denda tersebut tidak dibayarkan, maka masa tahanannya akan bertambah sesuai dengan kurungan pengganti yang ditetapkan.

BACA JUGA:  Profil Immanuel Ebenezer, Wamenaker yang Terjaring OTT KPK: Politisi Gerindra dan Mantan Ketua Relawan Jokowi Mania

Tidak hanya denda, hakim juga memutuskan terdakwa wajib membayar uang pengganti sebesar Rp3 miliar. Jumlah ini merupakan nilai kerugian atau keuntungan yang diduga diterima akibat tindak pidana yang dilakukannya. Jika uang pengganti ini tidak dilunasi dalam batas waktu yang ditentukan, maka harta kekayaan milik terdakwa akan disita dan dilelang oleh negara untuk menutupi jumlah tersebut.

Keputusan hakim ini sedikit lebih ringan dibandingkan tuntutan yang diajarkan jaksa penuntut umum sebelumnya. Sebelumnya, tim jaksa dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut agar Noel dihukum penjara selama 5 tahun. Namun, majelis hakim mempertimbangkan sejumlah hal meringankan maupun memberatkan sehingga menjatuhkan vonis yang berada di bawah tuntutan.

Dalam dakwaan yang dibacakan di awal persidangan, Noel didakwa telah melakukan pemerasan terkait layanan penerbitan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3. Sertifikat ini merupakan dokumen wajib yang harus dimiliki oleh perusahaan dan tenaga kerja sebagai bukti pemenuhan standar keamanan dan keselamatan dalam operasional kerja.

Jaksa menilai, Noel yang saat itu menjabat sebagai wakil menteri, menyalahgunakan wewenang, kesempatan, maupun sarana yang ada padanya untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Ia diduga memeras pihak-pihak yang membutuhkan layanan sertifikasi tersebut dengan meminta sejumlah uang agar proses pengurusan dapat berjalan lancar dan diterbitkan dokumennya.

BACA JUGA:  Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Erupsi, Kolom Abu Vulkanis Setinggi 2.000 Meter Membubung ke Langit

Secara hukum, jaksa menilai perbuatan tersebut telah memenuhi unsur tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 12 huruf b, Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor). Perbuatan itu juga dijerat dengan aturan juncto Pasal 20 juncto Pasal 127 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengenai penyalahgunaan jabatan.

Selain itu, terdakwa juga terbukti melanggar Pasal 12B UU Tipikor juncto Pasal 127 ayat (1) KUHP yang mengatur tentang tindakan pemerasan dalam jabatan. Dari seluruh pasal yang dilanggar ini, jaksa meyakini bahwa Noel telah merusak citra pelayanan publik dan menimbulkan kerugian moril maupun materiil bagi negara dan masyarakat.

Persidangan kasus ini sempat diwarnai dengan pernyataan-pernyataan menarik dari Noel. Menjelang sidang pembacaan vonis, ia sempat menyampaikan keluhan kesehatannya dan mengatakan, “Naik asam lambung saya,” sebagai respons atas proses hukum yang sedang dijalaninya. Namun, kondisi tersebut tidak mengurangi tanggung jawab hukum yang harus dipikulnya.

Kini, dengan dibacakannya vonis ini, mantan pejabat tinggi negara tersebut harus mulai menyiapkan diri menjalani masa hukuman. Putusan ini menjadi bukti nyata bahwa penegakan hukum di Indonesia berjalan tanpa pandang bulu, dan setiap pejabat yang menyalahgunakan kekuasaannya untuk mengutamakan kepentingan pribadi akan berhadapan dengan jerat hukum yang tegas dan berat. D|Red.

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Brantas Abipraya Tunggak Rp1,5 Triliun ke Subkontraktor, Restitusi Pajak Rp800 Miliar Mandek
KPK Temukan Petunjuk Aliran Uang Kasus HGB Bogor
Banjir Bandang Pasaman Terjang Permukiman, 1 Warga Hilang
Pembayaran KDMP Tertunda, Kemenkeu Tunggu Tagihan Himbara
Puluhan Kepala Sekolah Banyuasin Dikabarkan Terjaring OTT Polda Sumsel
Nusron Wahid Tegaskan Kooperatif Usai OTT KPK
KPK Geledah Summarecon Terkait Kasus HGB Bogor
Febrie Adriansyah Ungkap Dugaan Masukan Keliru ke Prabowo
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 14:25 WIB

Brantas Abipraya Tunggak Rp1,5 Triliun ke Subkontraktor, Restitusi Pajak Rp800 Miliar Mandek

Sabtu, 19 September 2026 - 13:54 WIB

KPK Temukan Petunjuk Aliran Uang Kasus HGB Bogor

Sabtu, 19 September 2026 - 13:17 WIB

Banjir Bandang Pasaman Terjang Permukiman, 1 Warga Hilang

Sabtu, 19 September 2026 - 12:07 WIB

Pembayaran KDMP Tertunda, Kemenkeu Tunggu Tagihan Himbara

Jumat, 18 September 2026 - 15:03 WIB

Nusron Wahid Tegaskan Kooperatif Usai OTT KPK

Berita Terbaru

KPK Dalami Dugaan Aliran Uang dalam Kasus HGB. Foto: Ist.

Nasional

KPK Temukan Petunjuk Aliran Uang Kasus HGB Bogor

Sabtu, 19 Sep 2026 - 13:54 WIB

Banjir bandang merendam kawasan permukiman warga di Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, akibat luapan sungai setelah hujan deras. Foto: Ist.

Nasional

Banjir Bandang Pasaman Terjang Permukiman, 1 Warga Hilang

Sabtu, 19 Sep 2026 - 13:17 WIB

Kemenkeu menyiapkan dana talangan utang Kopdes Merah Putih (KDKMP). Foto: Ist.

Nasional

Pembayaran KDMP Tertunda, Kemenkeu Tunggu Tagihan Himbara

Sabtu, 19 Sep 2026 - 12:07 WIB

Gubernur Sumut Bobby Nasution melantik tiga pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Sumut dalam prosesi di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jumat (18/9/2026). Foto: Ist.

Sumatera Utara

Bobby Nasution Lantik Tiga Pejabat Eselon II Pemprov Sumut

Jumat, 18 Sep 2026 - 16:41 WIB