Rumah Orang Tua Mantan Pj Bupati Kerinci Ludes Terbakar, Armada Damkar Lokal Rusak Hambat Penanganan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kobaran api besar melahap rumah milik orang tua mantan Pj Bupati Kerinci, Asraf, hingga merambat ke kediaman Asraf sendiri di Kabupaten Kerinci, Jambi, Jumat (5/6/2026) malam. Foto: Ist.

Kobaran api besar melahap rumah milik orang tua mantan Pj Bupati Kerinci, Asraf, hingga merambat ke kediaman Asraf sendiri di Kabupaten Kerinci, Jambi, Jumat (5/6/2026) malam. Foto: Ist.

Kerinci-Mediadelegasi: Kebakaran hebat melanda rumah milik orang tua mantan Penjabat (Pj) Bupati Kerinci, Asraf, yang berlokasi di Kabupaten Kerinci, Jambi, pada Jumat malam, 5 Juni 2026. Kobaran api membesar dengan sangat cepat dan seketika menghanguskan seluruh bangunan utama. Api bahkan menjalar ke rumah milik Asraf sendiri yang letaknya berada tepat di sebelahnya, sehingga dua bangunan sekaligus mengalami kerusakan parah hingga tidak berpenghuni lagi.

Peristiwa yang terjadi di tengah malam itu sontak membuat suasana di lingkungan sekitar menjadi kacau dan penuh kepanikan. Warga yang sedang beristirahat berhamburan keluar dari rumah masing-masing setelah melihat asap hitam mengepul tinggi dan mendapati nyala api sudah melalap bagian depan bangunan. Mereka segera berupaya membantu pemadaman menggunakan ember, gayung, dan peralatan seadanya yang ada, sembari berharap bantuan petugas segera tiba di lokasi.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari warga sekitar, titik awal kebakaran diketahui bermula dari bagian belakang rumah orang tua mantan pejabat tersebut. Dalam waktu yang sangat singkat, si jago merah merambat ke setiap sudut bangunan, diduga karena banyaknya benda mudah terbakar di dalam rumah serta struktur bangunan yang memudahkan api bergerak cepat. Tidak lama kemudian, percikan api dan angin kencang membawa kobaran ke bangunan di sebelah, yang merupakan tempat tinggal Asraf.

Melihat api sudah membesar dan mulai mengancam bangunan lain yang berjarak cukup dekat, warga bersama unsur aparat keamanan setempat berusaha membatasi jangkauan api. Mereka membuat sekat pengaman agar api tidak meluas ke pemukiman padat penduduk di sisi kanan dan kiri lokasi kejadian. Namun, upaya pemadaman secara mandiri ini dirasakan sangat sulit dan tidak membuahkan hasil maksimal karena intensitas panas dan besarnya nyala api yang sulit dikendalikan dengan air terbatas.

Kesulitan penanganan semakin bertambah berat lantaran adanya kendala teknis dari sisi peralatan. Diinformasikan bahwa unit armada pemadam kebakaran yang berkedudukan di pos terdekat dengan desa tersebut sedang mengalami kerusakan berat dan tidak dapat dioperasikan. Kondisi ini membuat bantuan darurat tidak bisa langsung bergerak keluar dari pos induk, sehingga proses evakuasi dan penanganan awal sempat terhambat cukup lama.

BACA JUGA:  Revisi UU Advokat Fokus Rakernas Peradin 2026: Jaga Independensi dan Jati Diri Profesi

Menyadari kendala tersebut, pihak berwenang segera mengontak dan meminta bantuan tambahan dari luar wilayah. Armada pemadam kebakaran yang berasal dari Kota Sungai Penuh, ibu kota kabupaten tetangga, langsung dikerahkan dengan membawa peralatan lengkap dan personel yang memadai. Perjalanan petugas sempat agak terhambat kondisi jalan, namun mereka tiba secepat mungkin untuk menggantikan upaya pemadaman warga.

Sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan penyemprotan air dari berbagai arah untuk menekan kobaran api yang masih berkobar besar. Warga pun tidak tinggal diam, mereka kembali membantu mengarahkan selang air, membersihkan akses jalan, dan memberikan dukungan logistik bagi petugas yang bekerja di tengah kepungan api dan asap tebal. Kerja sama antarwarga dan petugas ini menjadi kunci agar api tidak semakin meluas.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Sungai Penuh, Dafri Dailami, memberikan keterangan resmi terkait penanganan insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh personel yang diterjunkan telah bekerja sekuat tenaga dan maksimal untuk mengendalikan situasi yang cukup berisiko ini, mengingat lokasi kebakaran berada di tengah pemukiman padat.

“Kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk pemadaman, alhamdulillah berkat kerja sama dari seluruh pihak yang terlibat dan masyarakat kami bisa segera padamkan api,” ujar Dafri Dailami pada Jumat malam, usai memantau langsung lokasi kejadian dan memastikan tidak ada lagi potensi api yang menyala kembali.

Setelah melalui perjuangan pemadaman yang berlangsung kurang lebih selama satu jam penuh, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya. Sisa-sisa asap masih terlihat mengepul hingga larut malam, namun petugas tetap berjaga dan melakukan penyemprotan ulang di titik-titik panas untuk mencegah terjadinya kebakaran susulan yang berbahaya.

BACA JUGA:  Febrie Adriansyah Ungkap Dugaan Masukan Keliru ke Prabowo

Kabar baik datang dari sisi korban jiwa maupun korban luka bakar. Berdasarkan pengecekan dan laporan di lokasi, seluruh penghuni kedua rumah tersebut diketahui sudah menyelamatkan diri tepat waktu dan tidak ada seorang pun yang mengalami luka atau celaka akibat peristiwa ini. Semua beruntung dapat keluar dari bangunan sebelum akses keluar tertutup api.

Meskipun nyawa selamat, kerugian materiil yang ditimbulkan akibat kebakaran ini sangat besar dan menyisakan duka bagi pemilik rumah. Kedua bangunan yang terbakar kini tinggal kerangka saja dengan kerusakan dikategorikan berat dan hampir total. Nilai kerugian sementara diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, belum termasuk barang berharga, dokumen, dan perabot rumah tangga yang ikut ludes tidak bersisa.

Tim penyidik dari kepolisian setempat juga segera turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara guna mencari tahu akar penyebab kebakaran. Berdasarkan pengamatan awal dan keterangan sejumlah saksi yang ada di lokasi saat kejadian, dugaan sementara mengarah pada kemungkinan terjadinya arus pendek listrik atau korsleting yang muncul secara tiba-tiba di salah satu ruangan rumah orang tua Asraf.

Meski demikian, kepolisian belum memastikan hal tersebut sebagai kesimpulan akhir. Penyelidikan masih berjalan mendalam, di mana petugas sedang mendata rincian kerusakan, memeriksa instalasi listrik yang tersisa, serta mengumpulkan keterangan lengkap dari para saksi mata dan tetangga yang pertama kali melihat munculnya asap atau percikan api.

Hingga hari ini Sabtu, 6 Juni 2026, tim kepolisian masih terus berada di lokasi dan melakukan pengecekan ulang terhadap sisa-sisa bangunan yang hangus. Semua keterangan yang didapat akan dikumpulkan untuk disusun menjadi laporan lengkap kronologi kejadian, sekaligus memastikan apakah ada unsur kelalaian, kesalahan teknis, atau faktor lain yang menjadi pemicu kebakaran dahsyat tersebut. D|Red.

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerakan Rakyat Tolak Kenaikan Ambang Batas Parlemen Jadi 5%, Desak Dihapus Saja
Brantas Abipraya Tunggak Rp1,5 Triliun ke Subkontraktor, Restitusi Pajak Rp800 Miliar Mandek
KPK Temukan Petunjuk Aliran Uang Kasus HGB Bogor
Banjir Bandang Pasaman Terjang Permukiman, 1 Warga Hilang
Pembayaran KDMP Tertunda, Kemenkeu Tunggu Tagihan Himbara
Puluhan Kepala Sekolah Banyuasin Dikabarkan Terjaring OTT Polda Sumsel
Nusron Wahid Tegaskan Kooperatif Usai OTT KPK
KPK Geledah Summarecon Terkait Kasus HGB Bogor
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 16:30 WIB

Gerakan Rakyat Tolak Kenaikan Ambang Batas Parlemen Jadi 5%, Desak Dihapus Saja

Sabtu, 19 September 2026 - 14:25 WIB

Brantas Abipraya Tunggak Rp1,5 Triliun ke Subkontraktor, Restitusi Pajak Rp800 Miliar Mandek

Sabtu, 19 September 2026 - 13:54 WIB

KPK Temukan Petunjuk Aliran Uang Kasus HGB Bogor

Sabtu, 19 September 2026 - 12:07 WIB

Pembayaran KDMP Tertunda, Kemenkeu Tunggu Tagihan Himbara

Jumat, 18 September 2026 - 16:29 WIB

Puluhan Kepala Sekolah Banyuasin Dikabarkan Terjaring OTT Polda Sumsel

Berita Terbaru

Kota Medan

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Sabtu, 19 Sep 2026 - 19:11 WIB

KPK Dalami Dugaan Aliran Uang dalam Kasus HGB. Foto: Ist.

Nasional

KPK Temukan Petunjuk Aliran Uang Kasus HGB Bogor

Sabtu, 19 Sep 2026 - 13:54 WIB