Kecelakaan Maut Tol Pekanbaru-Dumai: Sopir Hiace Diduga Tertidur Sesaat, 5 Orang Tewas

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas mengevakuasi korban kecelakaan maut di Tol Pekanbaru-Dumai KM 46, Kabupaten Siak, Riau, yang menewaskan lima orang. Foto: Ist.

Petugas mengevakuasi korban kecelakaan maut di Tol Pekanbaru-Dumai KM 46, Kabupaten Siak, Riau, yang menewaskan lima orang. Foto: Ist.

Siak-Mediadelegasi: Sebuah kecelakaan lalu lintas berujung maut terjadi di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai atau dikenal juga sebagai Tol Permai, tepatnya di KM 46+200 Jalur A, wilayah Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau. Peristiwa nahas ini berlangsung pada Sabtu pagi, 6 Juni 2026, sekitar pukul 04.00 WIB, melibatkan sebuah mobil Toyota Hiace dan sebuah truk Hino. Insiden tersebut memakan korban jiwa sebanyak lima orang, sementara lima penumpang lainnya mengalami luka-luka dan kini menjalani perawatan medis.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari kepolisian, dugaan kuat penyebab utama kecelakaan ini adalah faktor manusia. Sopir mobil Toyota Hiace yang membawa rombongan penumpang dari arah Jambi diduga mengalami microsleep atau tertidur sesaat saat sedang mengemudi. Akibat kehilangan kendali sepenuhnya, kendaraan tersebut langsung menabrak bagian belakang truk yang berjalan di depannya. Seluruh korban, baik yang meninggal maupun yang terluka, dikonfirmasi merupakan pengemudi dan penumpang dari mobil Hiace tersebut.

Kronologi kejadian yang terungkap dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menyebutkan bahwa mobil Toyota Hiace dengan nomor polisi BH 7013 RU dikemudikan oleh RM (30). Kendaraan itu melaju kencang dari arah Pekanbaru menuju ke arah Dumai melalui jalur lajur kiri jalan tol. Perjalanan berjalan seperti biasa hingga kendaraan tiba di titik kilometer 46+200.

Di titik tersebut, kondisi fisik pengemudi yang diduga sudah kelelahan dan kurang tidur mencapai batasnya. Sopir tidak sadar sejenak, membuat kendaraan yang dikendarainya melaju lurus tanpa arah. Dalam hitungan detik, bagian depan mobil Hiace menghantam keras bagian belakang truk Hino bernomor polisi BM 9064 VU yang bergerak lambat di jalur yang sama. Benturan terjadi begitu dahsyat hingga menimbulkan suara gemuruh yang terdengar cukup jauh.

Dampak tabrakan sangat parah, di mana bagian depan mobil Hiace penyok dan ringsek hingga masuk ke ruang kabin pengemudi dan penumpang depan. Kondisi ini menyebabkan sejumlah penumpang terjepit di antara besi bodi kendaraan yang hancur dan kursi penumpang. Jeritan minta tolong terdengar dari dalam kendaraan yang rusak parah tersebut, memancing perhatian warga sekitar maupun pengguna jalan lain yang melintas.

BACA JUGA:  Oknum Ustaz di Siak Ditangkap, 4 Santriwati Jadi Korban

Mendapat laporan adanya kecelakaan parah dengan korban terjepit, personel Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas Polda Riau segera bergerak menuju lokasi. Bersama petugas lalu lintas dari Polres Siak, tim langsung melakukan pemasangan rambu pengaman dan pengalihan arus lalu lintas guna mencegah terjadinya kecelakaan susulan yang berisiko menambah jumlah korban.

Fokus utama petugas saat itu adalah penyelamatan nyawa. Menggunakan peralatan standar keselamatan dan bantuan alat pemotong besi, tim evakuasi berusaha keras mengeluarkan para korban yang terperangkap di dalam mobil yang hancur. Proses ini memakan waktu cukup lama karena struktur kendaraan yang remuk berat menindih tubuh para penumpang.

Dari data identifikasi korban yang dihimpun di lokasi, diketahui ada empat orang yang dinyatakan meninggal dunia seketika di tempat kejadian. Keempat korban tersebut adalah RM (30) selaku pengemudi mobil, serta tiga penumpang lain berinisial TB (60), NR (55), dan UR (80). Keempatnya ditemukan sudah tidak bernyawa saat petugas berhasil menjangkau posisi mereka.

Sementara itu, seorang korban lain berinisial RS (57) sempat ditemukan masih bernapas meski dalam kondisi luka yang sangat parah dan kritis. Korban ini langsung dievakuasi dengan kendaraan dinas ke fasilitas kesehatan terdekat, yaitu Klinik Kasih Ibu Kandis. Namun, nyawa korban tidak tertolong dan meninggal dunia saat sedang menjalani penanganan medis darurat oleh tim dokter. Dengan demikian, jumlah korban tewas resmi bertambah menjadi lima orang.

Sementara lima orang lainnya beruntung masih bisa diselamatkan meski menderita luka-luka berat maupun ringan. Mereka yang kini masih menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan sekitar berinisial RP (69), SS (17), SPP (17), DF (34), dan MP (24). Kondisi mereka saat ini dipantau secara ketat oleh tim medis untuk memulihkan luka fisik akibat benturan keras tersebut.

BACA JUGA:  MK Tolak Uji Materi APBN 2026 Soal Keterlibatan Guru Awasi Program MBG

Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, membenarkan rincian jumlah korban dalam pernyataan resminya. Ia menjelaskan bahwa prioritas utama petugas saat tiba di lokasi adalah memastikan tidak ada lagi nyawa yang melayang akibat keterlambatan pertolongan. Penanganan dilakukan cepat dan terkoordinasi agar korban yang selamat segera mendapatkan bantuan medis.

“Korban meninggal di lokasi empat orang, dan satu korban luka berat akhirnya meninggal dunia setelah sempat dievakuasi ke fasilitas kesehatan. Total korban meninggal menjadi lima orang, dan lima lainnya sedang dirawat,” ungkap Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika kepada awak media. Ia juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban yang ditinggalkan.

“Atas nama pribadi dan keluarga besar Direktorat Lalu Lintas Polda Riau, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tambahnya. Peristiwa ini juga menjadi pengingat keras bagi masyarakat akan bahaya mengemudi dalam kondisi lelah dan mengantuk.

Untuk memastikan penyebab yang paling akurat dan lengkap, Ditlantas Polda Riau telah menerjunkan Tim Traffic Accident Analysis (TAA) yang dipimpin langsung oleh AKBP Galih Apria, bersama Kasat PJR AKBP Eko Baskara. Tim ini bekerja sama dengan Satlantas Polres Siak, PT Jasa Raharja, serta pihak pengelola jalan tol PT Hutama Karya.

Penyelidikan mendalam kini sedang dilakukan melalui serangkaian metode ilmiah, mulai dari analisis jejak pengereman di aspal, pengukuran jarak dan area kecelakaan, hingga pemeriksaan teknis menyeluruh terhadap kondisi kedua kendaraan yang terlibat. Meski indikasi awal kuat mengarah pada faktor mengantuk atau microsleep, kepolisian menegaskan hasil akhir penyebab kecelakaan baru akan ditetapkan setelah keluar hasil lengkap investigasi tim TAA. Hingga sore ini, tim masih terus bekerja di lokasi untuk mengungkap seluruh fakta di balik tragedi maut tersebut. D|Red.

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo oleh Eks Kapolri Listyo Sigit Mengarah pada Perbuatan Makar
Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Korupsi Kementerian ATR BPN
Pengerahan Pasukan TNI Jumlah Besar ke Jakarta, Kapuspen: Tugas Negara dan Siaga Menjaga NKRI
Mutasi Polri November 2026: Kapolri Rotasi 264 Perwira Tinggi dan Menengah
Isu Penyadapan Istana dan Penangkapan Jenderal Polri: Mabes Polri Minta Publik Bersabar
Kabar Penangkapan Jenderal Polri, Kadiv Humas: Masih Dicek, Belum Diklarifikasi
Jimly Asshiddiqie: Pemakzulan Gibran Lewat DPR–MK–MPR, Mundur Sukarela Lebih Cepat
Ketua BEM Trisakti Zahra Nazira Suarakan Tiga Tuntutan, Pemerintah Diminta Jangan Abaikan Rakyat
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:04 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo oleh Eks Kapolri Listyo Sigit Mengarah pada Perbuatan Makar

Rabu, 4 November 2026 - 11:51 WIB

Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Korupsi Kementerian ATR BPN

Rabu, 4 November 2026 - 11:12 WIB

Pengerahan Pasukan TNI Jumlah Besar ke Jakarta, Kapuspen: Tugas Negara dan Siaga Menjaga NKRI

Selasa, 3 November 2026 - 17:12 WIB

Mutasi Polri November 2026: Kapolri Rotasi 264 Perwira Tinggi dan Menengah

Selasa, 3 November 2026 - 14:16 WIB

Kabar Penangkapan Jenderal Polri, Kadiv Humas: Masih Dicek, Belum Diklarifikasi

Berita Terbaru