Operasi Patuh 2026 Resmi Ditunda, Pelaksanaan Diundur Mendekati Momen Nataru

- Penulis

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho. Foto: Ist.

Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memastikan bahwa gelaran Operasi Patuh 2026 yang sedianya diagendakan berlangsung pada rentang tanggal 8 hingga 21 Juni 2026, telah resmi ditunda pelaksanaannya. Keputusan ini diambil setelah melalui proses analisis mendalam dan evaluasi menyeluruh terkait kalender operasi kepolisian di bidang lalu lintas tahun ini.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Selasa (9/6/2026). Ia menegaskan bahwa saat ini pelaksanaan Operasi Patuh masih berada dalam tahap kajian ulang dan belum akan digelar dalam waktu dekat, mengubah jadwal yang sebelumnya telah disosialisasikan ke masyarakat luas.

Dalam penjelasannya, Agus memaparkan bahwa terdapat lima agenda besar operasi kepolisian yang berjalan berurutan sepanjang tahun guna menjaga ketertiban di jalan raya. Urutan pelaksanaannya dimulai dari Operasi Keselamatan sebagai agenda pembuka, yang kemudian diteruskan dengan Operasi Ketupat dalam rangka pengamanan arus mudik dan balik hari raya keagamaan.

Setelah dua agenda utama tersebut, barulah masuk ke dalam rangkaian operasi penegakan hukum rutin, yakni Operasi Patuh dan Operasi Zebra. Operasi Zebra sendiri secara tradisional menjadi bagian dari rangkaian kegiatan penciptaan kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di akhir tahun.

BACA JUGA:  Korlantas Polri Memutuskan Menunda Pelaksanaan Operasi Patuh 2026

“Jadi jaraknya masih jauh, sehingga Operasi Patuh hasil analisa dan evaluasi mungkin nanti setelah mendekati kegiatan Nataru,” ujar Agus kepada wartawan, menjelaskan alasan mendasar mengapa jadwal bulan ini diputuskan untuk dibatalkan atau diundur jauh ke belakang.

Berdasarkan hasil kajian dan evaluasi timnya, penundaan ini diputuskan karena rentang waktu antara saat ini dengan momen pengamanan Natal dan Tahun Baru masih cukup panjang. Menurut pertimbangan Korlantas Polri, esensi dari Operasi Patuh ini sejatinya merupakan bagian dari upaya penciptaan kondisi aman, tertib, dan lancar di jalan raya yang puncak kegiatannya berada mendekati akhir tahun.

“Jadi itu evaluasi dan tentunya kami berharap dengan sosialisasi kemarin, Operasi Patuh sementara kita tunda karena memang agenda besar operasi cipta kondisi Operasi Nataru itu masih jauh. Sehingga ini kita tunda,” tambahnya, menegaskan bahwa keputusan ini diambil demi efektivitas dan efisiensi kerja satuan lalu lintas di lapangan.

Lebih lanjut, Irjen Agus menegaskan bahwa penentuan jadwal pasti pelaksanaan Operasi Patuh, maupun Operasi Zebra yang menyusul di belakangnya, tidak dilakukan sepihak. Segala keputusan waktu pelaksanaan akan menunggu hasil evaluasi lanjutan yang lebih rinci serta arahan resmi dari pimpinan tertinggi di jajaran Markas Besar Polri.

Ia menyebutkan bahwa Korlantas Polri juga akan melakukan koordinasi intensif dengan unsur pimpinan yang membidangi operasi, yaitu Asisten Operasi (Astamaops) Mabes Polri. Kolaborasi ini dilakukan guna menentukan waktu yang paling tepat, strategis, dan memiliki dampak maksimal dalam menekan angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas.

BACA JUGA:  Eskalasi Restitusi Prajurit Lebanon, Panglima TNI Salurkan Santunan Miliaran Rupiah Bagi Tiga Ahli Waris

“Tentunya nanti kami akan evaluasi dan minta petunjuk pimpinan, dalam hal ini Astamaops. Nanti tepatnya kapan, apakah setelah HUT Bhayangkara atau mungkin satu bulan setelah HUT Bhayangkara,” ungkap Agus saat menjabarkan kemungkinan rentang waktu baru yang sedang dikaji.

Kemungkinan waktu pelaksanaan yang disebutkan merujuk pada rentang pasca peringatan Hari Bhayangkara, atau sekitar satu bulan setelahnya. Hal ini masih masuk dalam kerangka persiapan menuju momen akhir tahun, mengingat kedua operasi tersebut memang didesain sebagai instrumen penciptaan kondisi yang efektif mendekati libur panjang akhir tahun.

“Yang mana operasi tersebut adalah cipta kondisi mendekati Operasi Natal dan Tahun Baru. Baik itu Patuh dan Operasi Zebra,” pungkas Agus. Dengan adanya kepastian ini, masyarakat diminta tidak khawatir atau bingung, namun tetap menjaga disiplin berlalu lintas setiap saat, terlepas dari ada atau tidaknya operasi penindakan resmi di jalan raya. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Revisi UU Polri: Batas Usia Pensiun Kapolri Diubah, Bisa Diperpanjang Sesuai Kebutuhan Presiden
KPK Hentikan Penyelidikan Dugaan Korupsi MBG, Langkah Diambil Demi Hindari Dualisme Penyidikan
Bupati Muara Enim Edison Tiba di KPK, Ditetapkan Jadi Tersangka Bareng 9 Orang Lain
Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Meletus, Semburkan Kolom Abu Setinggi 1.500 Meter
KPK Gelar OTT di Sumsel, Bupati Muara Enim Edison Ditangkap
Minyakita Dihapus dari Bantuan Pangan, Pasokan Dialihkan Penuh ke Pasar Rakyat
Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Sebut Lebih dari 20 Nama Terlibat Dugaan Korupsi MBG
Terkait Kasus Dugaan Korupsi, Ketua Ombudsman Hery Susanto Dipecat Tidak Hormat Majelis Etik
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:39 WIB

Revisi UU Polri: Batas Usia Pensiun Kapolri Diubah, Bisa Diperpanjang Sesuai Kebutuhan Presiden

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:03 WIB

KPK Hentikan Penyelidikan Dugaan Korupsi MBG, Langkah Diambil Demi Hindari Dualisme Penyidikan

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:36 WIB

Operasi Patuh 2026 Resmi Ditunda, Pelaksanaan Diundur Mendekati Momen Nataru

Senin, 8 Juni 2026 - 18:15 WIB

Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Meletus, Semburkan Kolom Abu Setinggi 1.500 Meter

Senin, 8 Juni 2026 - 17:35 WIB

KPK Gelar OTT di Sumsel, Bupati Muara Enim Edison Ditangkap

Berita Terbaru