Iran Luncurkan Serangan Pembalasan ke Pangkalan AS di Timur Tengah, Rudal dan Dron Ditembakkan

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan rudal dalam serangan pembalasan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah Timur Tengah, Rabu (10/6/2026). Foto: Ist.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan rudal dalam serangan pembalasan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah Timur Tengah, Rabu (10/6/2026). Foto: Ist.

Teheran-Mediadelegasi: Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memuncak secara drastis pada Rabu (10/6/2026). Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara resmi mengumumkan telah melancarkan serangan pembalasan terhadap sejumlah pangkalan militer milik Amerika Serikat yang tersebar di wilayah Timur Tengah. Pengumuman ini disampaikan langsung melalui akun Telegram resmi milik IRGC, meskipun dalam pernyataan awal tersebut tidak disebutkan secara spesifik negara mana saja yang menjadi sasaran tembak.

Menurut keterangan yang dirilis oleh IRGC, pasukan militernya telah mengerahkan kekuatan tembak yang terdiri dari rudal jarak jauh hingga menengah, serta sejumlah wahana udara tak berawak atau drone. Seluruh persenjataan tersebut diluncurkan dan diarahkan secara tepat sasaran ke posisi-posisi penting yang digunakan oleh militer Amerika Serikat di kawasan tersebut sebagai bentuk tanggapan atas aksi militer sebelumnya.

Langkah pembalasan ini bukanlah hal baru dalam dinamika konflik kedua negara ini. Dalam serangan balasan yang dilakukan pada periode sebelumnya, Iran diketahui telah menargetkan pangkalan-pangkalan militer AS yang berada di wilayah negara Kuwait dan Bahrain. Lokasi-lokasi ini memang dikenal sebagai basis utama operasi militer AS di kawasan Teluk Persia.

Secara khusus, wilayah Bahrain menjadi lokasi yang sangat strategis dan penting bagi Amerika Serikat karena di sanalah berpusatnya markas besar Armada Laut Ke-5 Angkatan Laut AS. Pangkalan ini juga menjadi tempat pendaratan dan operasi utama bagi helikopter serang tipe AH-64 Apache, jenis pesawat yang sebelumnya diklaim berhasil ditembak jatuh oleh pasukan Iran di perairan Selat Hormuz.

BACA JUGA:  Serangan Pembalasan Iran terhadap Israel: Korban Tewas dan Luka Bertambah

Kronologi eskalasi perang terbuka ini bermula dari serangan udara yang dilakukan lebih dulu oleh pihak Amerika Serikat. Pesawat-pesawat tempur AS dikabarkan telah melancarkan serangan udara ke berbagai wilayah yang berada di sepanjang pesisir Teluk Persia hingga ke kawasan strategis Selat Hormuz, wilayah kedaulatan dan pengaruh besar Republik Islam Iran.

Menyusul serangan udara dari pihak AS, kantor berita lokal Iran, Tasnim, melaporkan adanya ledakan-ledakan keras yang terdengar bergemuruh di beberapa kota besar yang berada di bagian selatan negara itu. Wilayah yang dilaporkan mendengar suara dentuman keras antara lain kota Sirik, Minab, serta kawasan strategis di Pulau Qeshm yang terletak di mulut Selat Hormuz.

Namun, informasi mengenai ledakan di wilayah Minab kemudian mendapatkan penjelasan resmi dari pihak berwenang setempat. Gubernur Minab segera mengeluarkan klarifikasi resmi yang menyatakan bahwa hingga saat itu tidak ada laporan resmi mengenai terjadinya serangan udara atau ledakan akibat aksi militer yang terjadi di wilayah hukum kota tersebut, sehingga kabar itu dianggap belum terverifikasi.

Serangan pendahuluan yang dilakukan oleh Amerika Serikat itu sendiri dilatarbelakangi oleh peristiwa besar sebelumnya. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara tegas menuduh bahwa pihak berwenang Iran telah menembak jatuh sebuah helikopter tempur canggih tipe AH-64 Apache milik AS yang sedang melakukan misi patroli rutin di perairan dekat Selat Hormuz.

BACA JUGA:  Selat Hormuz Dibuka: Napas Lega bagi Pasar Energi

Atas insiden jatuhnya helikopter tersebut, Trump tidak tinggal diam. Ia secara tegas dan terbuka menjanjikan akan melakukan pembalasan keras dan menegaskan bahwa tindakan Iran tidak akan dibiarkan begitu saja. Ancaman pembalasan keras dari pemimpin AS ini kemudian menjadi pemicu utama mengapa ketegangan militer di kawasan ini memanas dengan sangat cepat.

Menanggapi serangan yang dilakukan AS tersebut, Pemerintah Iran melalui Menteri Luar Negeri, Abbas Araghchi, mengeluarkan pernyataan tegas dan keras. Ia menegaskan kepada dunia internasional bahwa angkatan bersenjata negaranya memiliki prinsip bahwa tidak ada satu pun serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat yang akan dibiarkan tanpa adanya balasan setimpal.

“Meski kalah di medan perang, AS memilih untuk menguji tekad kami. Angkatan bersenjata kami yang kuat tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa balasan,” tegas Araghchi dalam sebuah unggahan resmi yang diposting di akun media sosial X miliknya, mengirimkan pesan peringatan yang jelas bagi Washington.

Dengan diluncurkannya serangan balasan terbaru ini, situasi keamanan di seluruh kawasan Timur Tengah kini berada dalam kondisi yang sangat kritis dan berisiko tinggi. Dunia internasional pun kini mengamati dengan cermat langkah selanjutnya yang akan diambil oleh Amerika Serikat, apakah akan menambah eskalasi serangan atau mulai mencari jalan keluar diplomatik guna meredam konflik yang berpotensi meluas ini. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Jelaskan Program Makan Bergizi Gratis di Forum Ekonomi Timur Rusia: Pembangunan Harus Dirasakan Seluruh Rakyat
Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia-Pasifik, Jamu Prabowo di Vladivostok
Prabowo Tiba di Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama Forum EEF 2026
Raja Norwegia Harald V Wafat di Usia 89 Tahun, Berakhir Perjalanan Panjang Sang Pemimpin Monarki
Ratko Mladic, Jenderal Pembantai Muslim Bosnia Meninggal di Penjara Usai Divonis Seumur Hidup
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 150 Orang, Ratusan Wisatawan Asing Hilang
24 Agustus 2006: Pluto Resmi Dihapus dari Daftar Planet Tata Surya, Sejarah yang Masih Memicu Perdebatan
Presiden Korsel Lee Jae Myung Sampaikan Belasungkawa Korban Gempa NTT
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 15:11 WIB

Prabowo Jelaskan Program Makan Bergizi Gratis di Forum Ekonomi Timur Rusia: Pembangunan Harus Dirasakan Seluruh Rakyat

Kamis, 3 September 2026 - 11:50 WIB

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia-Pasifik, Jamu Prabowo di Vladivostok

Rabu, 2 September 2026 - 12:03 WIB

Prabowo Tiba di Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama Forum EEF 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Raja Norwegia Harald V Wafat di Usia 89 Tahun, Berakhir Perjalanan Panjang Sang Pemimpin Monarki

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Ratko Mladic, Jenderal Pembantai Muslim Bosnia Meninggal di Penjara Usai Divonis Seumur Hidup

Berita Terbaru

Kota Medan

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Sabtu, 19 Sep 2026 - 19:11 WIB

KPK Dalami Dugaan Aliran Uang dalam Kasus HGB. Foto: Ist.

Nasional

KPK Temukan Petunjuk Aliran Uang Kasus HGB Bogor

Sabtu, 19 Sep 2026 - 13:54 WIB