Mahasiswa Jabodetabek Gelar Aksi Besar di Bundaran HI, Bawa 5 Tuntutan Kritis Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Demo Mahasiswa. Foto: Ist.

Ilustrasi Demo Mahasiswa. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Sejumlah elemen mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Jabodetabek bersiap untuk turun ke jalan menyuarakan aspirasi mereka. Aksi unjuk rasa besar-besaran ini digelar sebagai bentuk respons terhadap kondisi ekonomi negara dan sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai semakin membebani kehidupan masyarakat luas.

Sebelumnya, para koordinator dan perwakilan kelompok telah menggelar pertemuan konsolidasi terakhir di kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, pada Rabu malam, 10 Juni 2026. Pertemuan ini bertujuan menyatukan sikap, menyusun rencana aksi, serta mematangkan strategi penyampaian aspirasi agar pesan yang disampaikan sampai dengan jelas kepada pemerintah.

Rencananya, massa demonstran akan berkumpul di satu titik kumpul yang telah disepakati bersama, sebelum kemudian bergerak menuju lokasi utama aksi, yaitu kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Lokasi ini dipilih sebagai pusat penyampaian aspirasi karena merupakan kawasan strategis dan menjadi pusat perhatian publik di ibu kota.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional (FMN), Sympati Dimas Rafi’i, menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan hasil penyatuan kekuatan dari berbagai organisasi mahasiswa maupun kelompok masyarakat sipil. Aksi ini bukan hanya milik satu kampus atau organisasi, melainkan suara gabungan dari berbagai elemen yang peduli terhadap keadaan bangsa.

Pertemuan konsolidasi tersebut dihadiri oleh perwakilan dari BEM Fakultas se-UI, BEM IPB, Universitas Gunadarma, Politeknik Negeri Jakarta, UIN Jakarta, UPN Veteran Jakarta, Universitas Pancasila, Serikat Perempuan Indonesia (Seruni), serta Front Mahasiswa Nasional. Hal ini menunjukkan luasnya dukungan dan persatuan yang terbentuk.

BACA JUGA:  Kapolri Suyudi Temui Jaksa Agung, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Pusat-Daerah

“Besok kumpul sebelum Jumatan. Rencananya salat Jumat di HI sebelum aksi dimulai,” ujar Dimas kepada wartawan di Jakarta, Kamis (11/6/2026). Jadwal ini disusun agar seluruh peserta dapat melaksanakan kewajiban ibadah sekaligus memperkuat solidaritas sebelum memulai orasi dan penyampaian tuntutan.

Dimas juga menyampaikan pesan tertulis dan rekaman video yang berisi pandangan kritis mahasiswa terhadap kondisi bangsa. Ia menegaskan bahwa Indonesia sebenarnya adalah negara yang sangat kaya akan sumber daya alam dan potensi, namun kenyataannya kesejahteraan rakyat belum terwujud secara merata dan adil.

“Indonesia adalah negara yang kaya, namun rakyatnya belum sejahtera. Indonesia negara besar, tapi masih banyak rakyat yang belum terbebas dari rasa lapar,” tegas Dimas dalam pernyataannya. Kalimat ini menjadi inti kegelisahan mahasiswa yang melihat adanya kesenjangan lebar antara potensi negara dengan kenyataan hidup masyarakat.

Dalam dokumen pernyataan sikap yang disiapkan, mahasiswa menyoroti arah kebijakan ekonomi nasional yang dinilai terus memburuk dan tidak memberikan solusi nyata. Mereka mengkritik keras kebijakan-kebijakan yang dianggap tidak berpihak pada rakyat kecil, justru menambah beban hidup di tengah harga kebutuhan yang terus naik.

BACA JUGA:  Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Masyarakat Dilarang Mendekat Radius 3 Km

Selain masalah ekonomi, mahasiswa juga menyoroti aspek demokrasi dan kebebasan berekspresi. Mereka menilai pemerintah cenderung menutup mata dan telinga terhadap kritik yang berkembang. Lebih jauh, mereka menuding adanya kecenderungan penggunaan aparat negara untuk membungkam suara-suara yang berbeda pendapat atau mengkritik kebijakan.

Secara rinci, terdapat lima poin utama tuntutan yang akan dibawa dan dibacakan di depan massa saat aksi berlangsung. Pertama, meminta pemerintah menghentikan segala bentuk pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang tidak prioritas. Kedua, menuntut penurunan harga kebutuhan pokok serta harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang membebani.

Ketiga, mendesak penghentian total program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih karena dinilai tidak tepat sasaran dan bermasalah. Keempat, menuntut dihentikannya praktik militerisme atau keterlibatan aparat keamanan dalam ranah urusan sipil. Kelima dan terakhir, meminta Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui kesalahan pemerintah atas berbagai persoalan yang menimpa bangsa.

Di akhir pernyataannya, Dimas menegaskan semangat perjuangan yang dibawa dalam aksi ini. “Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia! Hidup perempuan yang melawan,” serunya, mengakhiri pernyataan sikap yang diharapkan dapat menjadi peringatan keras bagi pemerintah untuk segera memperbaiki arah kebijakan negara. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengerahan Pasukan TNI Jumlah Besar ke Jakarta, Kapuspen: Tugas Negara dan Siaga Menjaga NKRI
Mutasi Polri November 2026: Kapolri Rotasi 264 Perwira Tinggi dan Menengah
Isu Penyadapan Istana dan Penangkapan Jenderal Polri: Mabes Polri Minta Publik Bersabar
Kabar Penangkapan Jenderal Polri, Kadiv Humas: Masih Dicek, Belum Diklarifikasi
Jimly Asshiddiqie: Pemakzulan Gibran Lewat DPR–MK–MPR, Mundur Sukarela Lebih Cepat
Ketua BEM Trisakti Zahra Nazira Suarakan Tiga Tuntutan, Pemerintah Diminta Jangan Abaikan Rakyat
KPK Tetapkan Dedi Congor Tersangka Baru Suap Bea Cukai, Kasus Cukai Djarum Disorot
Putusan MA soal Gibran Picu Desakan DPR Tinjau Syarat Wakil Presiden
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 11:12 WIB

Pengerahan Pasukan TNI Jumlah Besar ke Jakarta, Kapuspen: Tugas Negara dan Siaga Menjaga NKRI

Selasa, 3 November 2026 - 17:12 WIB

Mutasi Polri November 2026: Kapolri Rotasi 264 Perwira Tinggi dan Menengah

Selasa, 3 November 2026 - 16:26 WIB

Isu Penyadapan Istana dan Penangkapan Jenderal Polri: Mabes Polri Minta Publik Bersabar

Selasa, 3 November 2026 - 14:16 WIB

Kabar Penangkapan Jenderal Polri, Kadiv Humas: Masih Dicek, Belum Diklarifikasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Jimly Asshiddiqie: Pemakzulan Gibran Lewat DPR–MK–MPR, Mundur Sukarela Lebih Cepat

Berita Terbaru